Hans Panjath
Hans Panjath

Lampiaskan uneg-uneg dengan gratis dan tuntas di kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Bola

PSG Lapar Gelar Piala Champions!

14 Februari 2018   15:36 Diperbarui: 14 Februari 2018   15:46 575 0 0

Babak perdelapan final Liga Champions antara Real Madrid versus Paris Saint Germain (PSG) yang akan digelar pukul 02.45 besok pagi, sangat disesalkan oleh banyak penggila bola. Mereka mengatakan bahwa partai antardua "raksasa" itu layaknya terjadi di grand final, atau paling tidak semifinal. Tapi apa mau dikata. Itulah kehendak takdir. Bukan manusia atau panitia yang mengatur sehingga  kedua tim tersebut bertemu secara dini, dini hari nanti, Kamis 15 Februari 2018 WIB.

Ditinjau dari segi sejarah Liga Champions, Real Madrid jelas lebih meyakinkan ketimbang PSG. Real Madrid adalah langganan Piala Champions. Tim asuhan Zinedine Zidane ini sudah merengkuh Piala Champion sebanyak 11 kali, bahkan menjadi tim pertama yang berhasil memenangi gelar ini dua kali berturut-turut (2016-2017). Sedangkan PSG belum pernah sekalipun menyentuh piala lambang supremasi sepakbola Eropa tersebut. Maka dapat pula dikatakan jika partai antara Real Madrid vs PSG dini hari nanti ibarat pertarungan antara tim yang sudah kenyang dan tim yang sedang kelaparan.

Ya. PSG sangat lapar gelar Piala Champions. Berjaya di kompetisi domestik Liga Perancis, tentu tidak cukup bagi mereka. Siapa sih yang mau dikatakan "jago kandang?" Nah, supaya diakui sebagai jagoan di kawasan Eropa, ini saat yang tepat bagi PSG untuk membuktikannya. Tekad mereka tidak main-main. Nasser Ghanim Al-Khelaifi sang pemilik tidak sungkan membelanjakan uangnya untuk membeli pemain-pemain mahal guna  membangun timnya ini. Ambisinya adalah menjuarai Liga Eropa! 

Agustus tahun lalu, PSG telah membeli Neymar dari Barcelona dengan nilai yang sangat fantastis, memecahkan rekor yang pernah ada. Namun Nasser Ghanim Al-Khelaifi asal Qatar sebagai pemilik klub Paris Saint Germain mengatakan, pembelian Neymar dari Barcelona ke PSG senilai 222 juta euro atau sekitar Rp 3,5 triliun itu tidak mahal. Tak lama setelah memboyong Neymar, Nasser juga mendaratkan Kylian Mbappe dari AS Monaco ke PSG.

Bersama Edinson Cavani, yang sudah lebih dahulu menjadi mesin gol di PSG, Neymar dan Mbappe menjadi momok yang sangat mengerikan bagi tim-tim lain. Hasilnya sudah terlihat di Ligue 1 pada pekan ke-25 di mana PSG berada di peringkat pertama dengan poin 65, jauh di atas AS Monaco yang berada di peringkat 2 dengan 53 poin. Cavani membukukan 21 gol, diikuti Neymar 18. Fakta ini tentu menjadi peringatan serius bagi lawan-lawan mereka di Liga Champions, terutama dalam hal ini Real Madrid yang dihadapi pada babak 16 besar! Apalagi PSG memasuki arena Liga Champions dalam kondisi yang sedang kelaparan gelar Piala Champions!

Sekalipun Real Madrid dikatakan sudah "kenyang" gelar Piala Champions, namun kondisi mereka di Liga Spanyol sangat memiriskan hati. Hingga pekan ke-23, Cristiano Ronaldo cs masih berkutat di peringkat ke-4 klasemen sementara. Melihat tipisnya selisih nilai dengan peringkat kelima di La Liga, bukan tidak mungkin Real Madrid melorot semakin dalam, dan terlempar dari zona Champions. Dengan penampilan mereka yang labil, tentu tidak ada yang berani menjamin bahwa Sergio Ramos dkk akan memenangkan seluruh sisa pertandingan di musim ini. Dan bila masih terjadi kalah atau seri, posisi mereka akan terancam.

Kondisi Real Madrid tentu sangat memalukan bagi tim sekaliber mereka. Bayangkan, di sana berderet pemain-pemain bintang dan mahal. Sebut saja Cristiano Ronaldo yang tahun lalu dianugerahi penghargaan Ballon 'dor kelima. Ada pula Gareth Bale yang nilai transfernya sempat memecahkan rekor! Di musim 2017/2018 ini, praktis hanya Piala Liga Champions-lah yang masih tersisa untuk direbut oleh Karim Benzema dkk. Bila musim ini mereka lalui dengan nir-gelar, mau ditaruh di mana lagi muka mereka? Orang Medan bilang: "Sakitnya tak seberapa, tapi malunya ini, bah!" Atau mungkin gara-gara kekenyangan gelar Liga Champions maka pergerakan di lapangan jadi lamban?

Tentu saja dalam dunia sepakbola tidak ada kamus "kenyang" dalam soal gelar. Betapapun Real Madrid sudah mengoleksi banyak gelar Liga Champions, bahkan terbanyak dibanding tim dunia lainnya, mereka tidak akan merasa puas, dan lantas merelakan pertemuan dini hari nanti ke PSG. Di samping mengemban misi "menutupi malu", pasukan Los Galacticos tentu ingin mempertebal rekor yang mereka sudah torehkan dalam Liga Champions.

Sebab bila mereka nanti berhasil menjuarai Liga Champion 2017/2018 ini, itu menjadi Piala Champions yang ke-13, yang belum bisa dicapai tim lain, bahkan Barcelona atau Manchester United (MU) sekalipun! Selain itu, mereka menjadi satu-satunya tim di planet ini yang sanggup memenangkan trophy ini sebanyak tiga kali berturut-turut.

Apakah mimpi ini akan menjadi kenyataan? Sebagian akan terjawab dini hari nanti, usai laga antara tim yang "kenyang" melawan tim yang "kelaparan".