Mohon tunggu...
Hani Rai
Hani Rai Mohon Tunggu... Petani - Belajar jadi petani

blogging, handcrafting, journaling, eco farming

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Rumah Hemat Energi Menuju Net Zero Emission

23 Oktober 2021   11:27 Diperbarui: 23 Oktober 2021   11:37 589
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kanopi anggur di sepetak lahan (Dok pribadi)

Lalu bagaimana jika komposter cepat penuh ? Jangan khawatir, kita bisa membuat pupuk dalam tempat tersendiri.  Ada tong berisi rumput dan daun segar kaya nitrogen. Ada karung berisi rumput - daun kering untuk kompos. Air cucian beras bisa difermentasi jadi pupuk organik cair (POC). Nasi sisa semalam yang dibungkus daun bambu, kita olah menjadi MOL (mikro organisme lokal). Kulit pisang kaya kalium bisa dikeringkan untuk pupuk padat. Tak ketinggalan kulit telur yang dijemur dan tulang ayam/duri ikan yang dibakar bisa jadi sumber kalsium dan fosfor. Seru ya !

Dari limbah rumah jadi pupuk organik (dok pribadi)
Dari limbah rumah jadi pupuk organik (dok pribadi)

# Eco enzyme

Enzim ramah lingkungan eco enzyme dibuat dari fermentasi kulit dan sisa buah segar plus molase/gula selama 3 bulan. Dengan formula 3 (limbah) : 1(gula) : 10 (air), akan menghasilkan enzim yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari : menjernihkan udara, disinfektan, membersihkan saluran air,  mencuci buah dan sayur, detoks, dll. Wah multifungsi, ibu pasti suka !

#Sabun jelantah

Bagaimana dengan minyak jelantah? Tenang, limbah minyak sisa penggorengan ini bisa diolah menjadi sabun. Kumpulkan minyak jelantah ke botol, setelah sekitar satu liter, mari kita eksekusi. Dengan bantuan arang, soda api, dan kesabaran, limbah minyak ini jadi lebih bermanfaat. Sebagai catatan, sabun minyak jelantah cukup ampuh untuk membersihkan pakaian atau kain lap yang terkena noda minyak ataupun oli.

Membuat sabun jelantah (dok pribadi)
Membuat sabun jelantah (dok pribadi)

Nah, ternyata ada banyak metode pengelolaan limbah rumah tangga. Secara tak sadar, kita jadi lebih cermat dalam memilah sampah. Gas CO2 akan keluar di masa awal fermentasi, kalau kita lupa, mungkin tutup botol hanya akan meletus. Tenang, ini aman dan undercontrol, hanya sebagian kecil dari proses menuju rumah hemat energi. Perlahan tapi pasti, kita bisa turut berpartisipasi dalam mendukung net zero emissions.

Rumah Asri Hemat Energi

Untuk menyokong energi hijau, kita juga perlu melakukan penghijauan. Pohon menyerap karbon dioksida dan berfotosintesis untuk menghasilkan oksigen. Pohon juga menjadi oase dan menyerap air sekaligus menyegarkan mata. Apakah rumah dengan lahan terbatas akan menghalangi penghijauan? Tentu tidak. Kita pilih tanaman yang akarnya tidak merusak struktur bangunan dan batang yang tidak terlalu besar, misalnya tanaman anggur. Tanaman merambat ini bahkan bisa menjadi kanopi di halaman.

Penghijauan di lahan sempit juga bisa dilakukan dengan sistem tabulampot (tanaman buah dalam pot). Berbeda dengan hidroponik yang membutuhkan pompa untuk sirkulasi air, tabulampot hanya membutuhkan planterbag. Pohon buah, apotek hidup, dan herbs bisa tumbuh subur dalam tabulampot. Kita punya nutrisinya dari pengelolaan limbah sendiri. Kita punya kompos untuk media tanamnya. Tabulampot bisa diletakkan di halaman, di balkon, di dak, di mana saja sehingga lebih simpel dan hemat energi . Sederhana bukan ?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun