Mohon tunggu...
Handi Aditya
Handi Aditya Mohon Tunggu... Remaja, 18 tahun. Belasan tahun yang lalu.

Mimin akun Twitter Juventini Garis Lucu @juve_gl, punya kanal podcast "TalkAboutJu" di Spotify. Bisa disapa di handi@mail.com | handiaditya.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Juventus Main di Liga Champions, AC Milan Ikut Bowo Main TikTok

24 Januari 2020   14:05 Diperbarui: 24 Januari 2020   17:00 321 3 0 Mohon Tunggu...
Juventus Main di Liga Champions, AC Milan Ikut Bowo Main TikTok
AC Milan buka akun TikTok. Sumber : acmilan.com

Sabar dulu, Milanisti! Kalem. Saya tahu, kalian akan sensi baca judulnya. Tapi enggak kok, saya bukan sedang ingin meledek Milan. Tidak sama sekali. Malah sebaliknya. Saya justru ingin mengapresiasi klub kesayangan kalian, yang kali ini harus saya akui, selangkah lebih maju dari klub kesayangan saya, Juventus.

Tepat di hari ini, Jumat 24 Januari 2020, AC Milan resmi mengumumkan akun resmi mereka di platform media sosial TikTok. Suatu langkah yang menurut saya sangat tepat, apalagi Milan sedang gencar-gencarnya menaikkan kembali nama mereka yang sudah kehilangan pamor.

Mendengar nama TikTok, mungkin kita akan langsung auto-inget dengan sosok Bowo Alpenliebe, remaja bau kencur yang sempat melejit namanya di platform ini beberapa waktu silam.

Bowo, yang saat itu mungkin pipisnya belum lurus, mendadak ramai dibicarakan, bahkan dibully, hanya karena mengadakan event meet & greet berbayar kepada para followersnya.

Saat itu, orang ramai-ramai merundung Bowo, menghujatnya, bahkan sampai ada yang menghina fisiknya. Jahat sekali, memang. Saya pun termasuk yang ikut menertawai. Seriusan. Tetapi bukan pada kekurangan fisiknya. Melainkan tertawa keheranan melihat isi kontennya, yang ternyata cuma sekadar joget-joget ga jelas, lipsing, namun bisa memikat ribuan remaja putri lain seusianya. Ajaib kan? Terus terang saya iri.

Saat masih seusia Bowo dulu, saya lebih sering ikut tawuran dengan anak SMP lain, sesekali main bola, serta seminggu sekali ikut latihan band. Hal-hal yang awalnya saya kira akan membuat saya digilai banyak gadis. Nyatanya tidak sama sekali. Beneran. Saya akui, saya kalah dari Bowo dalam hal ini.

Bowo adalah salah satu orang yang berhasil memperoleh ketenaran di platform media sosial TikTok. Awalnya mungkin ia tak menyangka bisa sepopuler itu. Namun sebagaimana halnya orang terkenal lain di luar sana, mereka dikenal salah satunya adalah karena "kekhususannya".

Apalah artinya bagus, jika kita tidak memiliki "kekhususan", atau sederhananya, "keunikan"? Dan Bowo bisa tampak menjadi begitu "unik" di mata para penggemarnya, karena barangkali baru dia-lah anak remaja yang bernyali, memulai joget-joget ga jelas, memutar-mutar kamera, menggeser-geser filter, lalu mempublikasikannya ke seluruh jagad raya, ke TikTok.

Sementara banyak orang lain masih sibuk pamer kepalsuan di Instagram. Hingga kemudian satu per satu orang mulai bosan melihat video "kejang-kejang" boomerang, Bowo mulai mendapat tempat di hati orang-orang yang kemudian menjadi penggemarnya. Video-video Bowo ibarat buku karangan R.A. Kartini, "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Barangkali fenomena Bowo di TikTok beberapa waktu lalu, terdengar sampai ke telinga direksi dan para petinggi Milan. Ketika sang pemilik klub, "Elliot Management" mulai kehabisan akal mengangkat kembali nama besar Milan lewat prestasi. Maka menaikkan lagi pamor Milan lewat media sosial, bisa menjadi salah satu jalan keluar.

Tetapi mengapa harus di TikTok? Bukankah di sana kebanyakan penggunanya adalah bocah-bocah alay, yang (maaf) bulu kemaluan saja belum tumbuh?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
24 Januari 2020