Mohon tunggu...
Gandis Octya Prihartanti
Gandis Octya Prihartanti Mohon Tunggu... A curious human

Manusia yang sedang menumpang hidup.

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Es Krim Tentrem, Kudapan Melegenda Asal Solo

10 Maret 2019   11:33 Diperbarui: 10 Maret 2019   11:49 174 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Es Krim Tentrem, Kudapan Melegenda Asal Solo
Tribunnews.com

Sebagai pecinta es krim, mengetahui ada kudapan legendaris di Solo membuat saya girang seketika. Saya pun segera pergi ke Tentrem. Sendirian bukan masalah demi makanan he he.

Waktu itu saya datang setelah zuhur, karena pergi ke Gramedia Slamet Riyadi terlebih dahulu yang tidak jauh dari Tentrem. Tinggal lurus saja sejauh kurang lebih 800 meter. 

Saya tidak akan terlalu membahas letak atau rute menuju Tentrem, karena sangat mudah ditemukan. Saya rasa arahan peta daring dapat membantu. Yang jelas, berada tepat di tikungan. 

Sebagai kudapan yang melegenda, Tentrem tetap mempertahankan gaya bangunan model lama seperti yang tertera pada gambar, begitu pun pada bagian dalam. Tampilan tersebut ditonjolkan melalui pemilihan kursi dan hiasan dinding. 

Aiceicecream.com
Aiceicecream.com
Gambar di atas merupakan suasana saat malam hari. Kalau siang cenderung gelap dengan penerangan yang minim. Namun, yang membuat betah adalah aroma dari es krim di seluruh ruangan. Sangat menenangkan. 

Bangunan Tentrem terdiri dari dua lantai. Saya berniat menikmati es krim di atas, hanya saja ada peraturan baru bahwa di sana diperuntukkan khusus bagi yang sudah memesan tempat terlebih dahulu. Padahal, saya sudah membawa buku untuk difoto lantaran memiliki tampilan menarik. 

Atas rekomendasi teman, saya memesan es krim Tutty Fruty. Secara ringkas, rasa yang melekat di lidah dan sendawa pun unik. Manis, lembut, kuat tapi tidak terkesan berat, tidak eneg, dan ada sensasi segar dari buah kering. Meski varian ini sudah umum di pasaran, tidak ada kesan membosankan sama sekali.

Surakarta.go.id
Surakarta.go.id
Bentuk es krim yang saya pesan adalah runcing memanjang. Saya lupa melumat sampai habis tanpa mengambil gambar terlebih dahulu he he. Namun, memang seperti yang saya pesan waktu itu. Ada pula air dalam cawan kecil yang diberikan oleh pelayan. 

Es krim yang saya pesan tergolong agak lama mencair. Dari tekstur sendiri memang sangat padat, seolah mengandung banyak susu. Namun, tidak terasa eneg sama sekali. Ada kesan jadul dan eksklusif sekaligus. 

Pantas saja, untuk ukuran yang tidak terlalu besar, pesanan saya dibandrol sebesar 17.000 dengan pajak sebesar 1.700. Kalau sering-sering jajan, lumayan juga ya, apalagi untuk anak kos. 

Ya, tapi sangat sebanding memang. Kalau Surabaya punya Oen, Tentrem jadi andalan Solo. Masukan saja, lebih baik di bagian pemesanan diberikan katalog varian yang tersedia beserta harga. Informasi di internet sendiri kurang lengkap, padahal disebutkan ada sebanyak 22 opsi rasa.

VIDEO PILIHAN