Mohon tunggu...
Haikal Kurniawan
Haikal Kurniawan Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Alumni Ilmu Politik, FISIP, Universitas Indonesia. Editor pelaksana Suarakebebasan.id. Fellow di Consumer Choice Center.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Regulasi Ketat sebagai Penghambat Perkembangan Teknologi Vape

19 Juli 2021   13:33 Diperbarui: 19 Juli 2021   13:40 180 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Regulasi Ketat sebagai Penghambat Perkembangan Teknologi Vape
unsplash.com

Vape atau rokok elektronik saat ini merupakan bagian dari keseharian yang tidak bisa dipisahkan bagi jutaan orang di seluruh dunia, terutama yang tinggal di kawasan urban. Rokok elektronik sudah menjadi bagian dari gaya hidup, yang ditunjukkan oleh beragamnya berbagai rasa dan jenis produk.

Beragamnya rasa dan jenis-jenis rokok elektronik yang sangat berwarna ini tentunya merupakan hasil dari inovasi yang mendorong perkembangan teknologi produk-produk vape. Tanpa adanya inovasi dan dorongan dari konsumen, maka tentunya perkembangan teknologi tersebut sangat sulit untuk dilakukan.

Keberadaan vape atau rokok elektronik sendiri juga tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi. Selama berabad-abad lamanya, manusia hanya bisa menggunakan produk-produk rokok dari produk konvensional yang dibakar, dan pada masa lalu tidak ada yang bisa membayangkan kita dapat membuat rokok secara elektronik.

Sejarah perkembangan vape sendiri bisa ditarik hingga ke tahun 2003. Pada tahun tersebut, untuk pertama kalinya sebuah produk rokok elektronik diperkenalkan ke pasar dan bisa dinikmati oleh para konsumen. Namun, pada saat itu, rokok elektronik jauh lebih berbeda dari yang bisa kita beli dengan mudah di pasar sekarang. Terdapat berbagai keterbatasan pada produk tersebut, salah satunya adalah baterai yang tidak tahan lama, dan tidak adanya pilihan rasa yang beragam seperti saat ini (techtimes.com, 29/7/2019).

Perkembangan teknologi vape ini berlangsung dengan sangat pesat. Setelah vape generasi pertama, muncul kembali vape atau rokok elektronik generasi kedua dengan fitur yang lebih baik, seperti baterai yang lebih lama dan bisa diisi ulang. Saat ini, vape yang umumnya digunakan adalah vape generasi ketiga, yang memungkinkan para konsumen untuk menyesuaikan rokok elektronik tersebut sesuai dengan seleranya, seperti mengatur temperatur dan lain sebagainya

Perkembangan ini telah membuat industri vape meningkat dengan sangat pesat. 15 tahun pasca diperkenalkan produk vape tersebut pada tahun 2003, atau tahun 2018, pasar global industri rokok elektronik meningkat pesat menjadi 14 miliar Dollar. Diprediksi, pada tahun 2025, pasar global rokok elektronik dapat mencapai 50 miliar Dollar (techtimes.com, 29/7/2019).

Semakin meningkatnya industri vape atau rokok elektronik seiring dengan semakin berkembangnya teknologi tersebut tentu merupakan hal yang sangat mudah bisa dipahami. Semakin berkembangnya teknologi vape tentu akan menghasilkan produk yang lebih baik, yang akan semakin banyak menarik para konsumen untuk menggunakan produk-produk tersebut.

Bila teknologi rokok elektronik tidak mengalami perkembangan dan mengalami stagnasi, tentu akan sangat sulit bagi industri tersebut untuk menjadi berkembang. Tentunya, akan sangat sulit untuk menarik banyak konsumen dengan menggunakan produk rokok elektronik lama dengan kemampuan baterai yang cepat habis dan tidak ada rasa yang beragam.

Bagi sebagian kalangan, semakin meningkatnya konsumen rokok elektronik adalah hal yang sangat negatif dan berbahaya, karena vape dianggap sebagai produk yang dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis. Nyatanya, berdasarkan laporan dari lembaga kesehatan publik Inggris, Public Health England (PHE) pada tahun 2015, rokok elektronik merupakan produk yang 95% jauh lebih aman bila dibandingkan dengan rokok konvensional yang dibakar (Public Health England, 2015).

Oleh karena itu, bila kita lihat dalam perspektif tersebut, semakin meningkatnya industri vape adalah hal yang patut kita apresiasi. Bukan hanya karena hal tersebut berpotensi besar telah menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar, hal itu berarti juga lebih banyak orang yang terhindar untuk mengkonsumsi berbagai produk-produk rokok konvensional yang dibakar, yang sangat membahayakan kesehatan dan dapat menimbulkan berbagai penyakit kronis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN