Mohon tunggu...
R A Kurniasih
R A Kurniasih Mohon Tunggu...

Dimana sebuah perjalanan berawal, disitulah sebuah kisah dimulai. \r\n

Selanjutnya

Tutup

Film

"SKY Castle", Realita dan Ambisi Orangtua terhadap Pendidikan Anak

12 Januari 2019   15:02 Diperbarui: 23 Januari 2019   17:24 0 0 1 Mohon Tunggu...
"SKY Castle", Realita dan Ambisi Orangtua terhadap Pendidikan Anak
sky castle (pict from asianwiki.com)

Orang tua mana yang tak ingin anaknya menjadi anak paling pintar, sukses, masuk universitas terbaik di dunia? Hampir semua orang tua menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Orang tua bahkan rela jatuh bangun, mengorbankan harta, jiwa, dan raga demi putra-putrinya agar dapat meraih kesuksesan. Namun apa jadinya jika orang tua memaksakan pendidikan itu terhadap anak-anaknya?

Hal inilah yang tergambarkan dalam drama korea SKY Castle. Dari judulnya saja sudah merujuk pada tiga universitas terbaik Korea yaitu Seoul University, Korea University, dan Yonsei University. Drama ini mengisahkan empat keluarga yang berasal dari latar belakang pendidikan tinggi, dokter dan juga politisi yang tinggal di suatu kawasan elit, "SKY Castle". Masing-masing keluarga ini saling bersaing membanggakan anaknya, menyekolahkan anaknya di sekolah dan kampus terbaik dengan jurusan bergengsi.

Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, masing-masing orang tua menggunakan berbagai cara. Han Seo-Jin (diperankan oleh Yum Jung Ah), ibu dari Kang Ye Seo (diperankan oleh Kim Hye Yoon) mati-matian mencarikan  tutor terbaik supaya anaknya bisa masuk fakultas kedokteran Universitas Seoul. Muncullah sosok Kim Ju-young (diperankan oleh aktris Kim Seo-hyung) sebagai seorang tutor elit yang kepiawaiannya tak diragukan untuk memasukkan siswa ke universitas terbaik. 

Namun dibalik keberhasilannya itu,  Kim Ju-young dikaitkan dengan peristiwa kematian dan kehancuran keluarga dari siswa yang ia ajar sebelumnya. Ia berdalih bahwa ia hanya menuntaskan tugas sebagai pengajar yang berhasil memasukkan siswanya sesuai yang diharapkan orang tuanya. Sisi gelap Kim Ju-young ini akan mengupayakan cara terbaik namun juga terlicik dan terkejam untuk mempengaruhi siswanya. 

Han Seo Jin akan berada dalam dilema antara melindungi putri dan keluarganya ataukah memilih egonya menentang apapun yang menghalangi keberhasilan putrinya. Kim Ju-young juga akan berhadapan dengan Lee Soo Im (diperankan oleh Lee Tae Ran), seorang penulis yang juga ibu tiri dari Hwang Woo Joo (diperankan oleh Kang Chan Hee) yang akan akan berusaha menguak kekejaman dari Kim Ju Young.

Dua keluarga lainnya adalah keluarga Woo Yang Woo (diperankan oleh Jo Jae Yun ) dan Cha Min Hyuk (diperankan oleh Kim Byung Chul). Woo Yang Woo adalah seorang dokter yang juga rekan kerja dari suami Han Seo Jin. Ia diceritakan memiliki seorang istri dan anak. Keluarga ini juga memilliki ambisi agar anaknya yang masih setara SMP bisa masuk SMA terbaik. 

Namun sayangnya, sang anak, Woo Soo Han (diperankan Lee Yoo Jin) tidak terlalu pandai). Keluarga Cha Min Hyuk adalah keluarga politisi, memiliki seorang istri, satu putri, dan 2 putra (kembar). 

Cha Min Hyuk sangat berambisi memasukkan anaknya ke sekolah hukum terbaik. Ia mengajar sendiri putra putrinya dirumah. Putranya bahkan dibuatkan kamar belajar gelap dan kedap suara. Karakternya yang dingin sangat bertolak belakang dengan istrinya yang menginginkan putra-putrinya bersekolah sesuai dengan bakat mereka. Dan tak disangka-sangka putri pertamanya, Cha Se Ri (diperankan Park Yoo Na) bahkan melakukan penipuan gila dengan berpura-pura masuk Universitas Harvard hanya untuk menyenangkan orang tua terutama ayahnya.

pemeran cilik sky castle (Pict by soompi.com)
pemeran cilik sky castle (Pict by soompi.com)
Di luar kisah tersebut, ada misteri-misteri yang membuat drama ini makin menarik. Cinta segitiga, politik, dan persaingan jabatan turut mewarnai cerita dari drama ini. Drama ini berbeda dengan drama korea kebanyakan yang banyak mengisahkan romansa. Genre satir dari drama ini mengungkapkan sisi gelap dari ambisi para orang tua terhadap anak-anaknya. 

Drama ini seolah menggambarkan keegoisan orang tua terhadap anak-anaknya tanpa memikirkan apa yang diinginkan ataupun kebebasan anak-anaknya. Anak-anak dipaksa untuk belajar, belajar, dan belajar. Nilai yang tinggi adalah hal yang paling prestis dan wajib. Satu sisi orang tua ingin anaknya sukses namun disisi lain mereka juga mengejar kebanggaan dan ketenaran sebagai orang tua yang paling berhasil mendidik anak-anaknya.

Drama ini dari sudut pandang saya banyak merefleksikan tentang bagaimana membesarkan anak. Banyak orang tua saat ini yang lebih mementingkan kesuksesan (kaya, tenar, pintar, dll) dan mengesampingkan pendidikan karakter anak yang bijaksana, adil, sopan, dan santun. Tidak hanya memberikan yang terbaik namun orang tua juga harus menjadi contoh bagi anak-anaknya. 

Orang tua tidak hanya mengedepankan ego dan ambisi namun juga memberikan ruang gerak dan menjadi teman berbagi untuk anak-anaknya. Pendidikan terbaik bagi anak tentu saja harus dilakukan namun bagaimanapun juga kasih sayang, keharmonisan dan kebahagiaan keluarga akan lebih penting untuk menunjang pembangunan karakter dan kesuksesan anak.

Saat ini drama ini sudah masuk episode ke 14, ratingnya makin menanjak dari 1,4% hingga dua digit diatas 15%. Akting pemain-pemain mudanya banyak mendapatkan apresiasi. Bahkan stasiun TV penayangnya, JTBC akan menambah episodenya dari 16 menjadi 20. Masih ada cerita-cerita menarik yang belum terselesaikan dari drama ini. Penonton masih akan harus bersabar menunggu ending termanis dari drama satir ini.