Mohon tunggu...
M Hadiputra Azhar
M Hadiputra Azhar Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa biasa

Undergraduated Management Student

Selanjutnya

Tutup

Worklife

Pengaruh Komitmen dan Kepuasan Kerja terhadap Sikap Kerja

12 Oktober 2021   14:34 Diperbarui: 12 Oktober 2021   14:36 309
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

c. Komitmen Normatif, Seseorang dengan komitmen normatif merasa terdorong untuk tetap bersama organisasi karena alasan moral atau etika. 

Meskipun ada berbagai jenis kewajiban organisasi, ketiganya penting bagi perusahaan. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa pengelolaan suatu perusahaan tidak lepas dari partisipasi sumber daya manusia, maka penting untuk melestarikan sumber daya manusia dan khususnya kualitas sumber daya manusia. 

Perusahaan harus mengidentifikasi hal-hal yang mempengaruhi komitmen perusahaan agar komitmen perusahaan melekat pada setiap individu, karena ketika seorang karyawan memiliki tingkat komitmen yang tinggi dalam perusahaan maka akan mempengaruhi produktivitas kerja dan berdampak baik dalam produktivitas Perusahaan.  

Oleh karena itu, komitmen dalam suatu perusahaan atau organisasi merupakan hal yang penting dan harus dibuat ketika seorang karyawan pertama kali bergabung dengan suatu perusahaan atau organisasi, agar karyawan bertanggung jawab atas kinerja pekerjaannya.   Kepuasan kerja .

Kepuasan kerja adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kepuasan dan kepuasan karyawan dalam memenuhi kebutuhannya di tempat kerja. Kepuasan tidak hanya dicapai melalui gaji dan tunjangan sosial. Ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap kepuasan kerja karyawan, seperti pengakuan, kompensasi, fleksibilitas, kepemimpinan, budaya kerja. 

SDM harus menjadikan kepuasan kerja karyawan sebagai salah satu tujuan yang ingin dicapai. Kepuasan yang tinggi karena tidak hanya mempengaruhi kinerja karyawan, tetapi juga sebagai sarana untuk memposisikan perusahaan secara internal dan eksternal. 

Mengapa demikian? Diyakini bahwa karyawan yang senang dengan pekerjaannya akan dapat membela perusahaan tempat mereka bekerja atau membicarakan hal-hal positif yang mereka rasakan. Di sisi lain, karyawan juga bisa lebih loyal dan bekerja lebih keras untuk memajukan perusahaan tempat mereka bekerja. 

Menurut sebuah penelitian, salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah kepuasan karyawan terhadap perusahaan. Ada banyak penelitian yang meneliti efek ketidakpuasan kerja karyawan. 

Para ahli sepakat bahwa kinerja karyawan harus sesuai dengan kepuasan kerja. Menurut banyak penelitian, pengaruh kepuasan kerja terhadap prestasi kerja dapat dijelaskan oleh beberapa faktor. Faktor yang paling penting adalah jumlah gaji yang diterima.  

Pengaruh ketidakpuasan kerja  

Kinerja karyawan tidak bisa searah. Perusahaan juga harus memperhatikan faktor-faktor yang membuat karyawan tidak nyaman dalam bekerja. Dampak negatif dari seorang karyawan yang tidak puas dengan pekerjaannya adalah perilakunya yang tidak sesuai dengan harapan Anda sebagai atasan atau harapan perusahaan.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun