Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Jurnalis.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019, 2020, dan 2021. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Saya, Bu Endang, dan Mudahnya Merajut Toleransi Antar-Tetangga

24 Desember 2021   14:41 Diperbarui: 26 Desember 2021   04:17 769
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Menjalin relasi yang baik dengan tetangga  menjadi salah satu pendukung hidup bahagia. Foto: www.parapuan.co

Usai berolahraga pagi di akhir pekan kemarin, sebelum masuk ke rumah, saya menyempatkan mengobrol dengan Bu Endang yang tengah asyik menyapu halaman rumahnya.

Obrolan biasa warga perumahan.

Perihal kondisi perumahan usai diguyur hujan deras sejak semalam. Tentang sampah yang terkadang diambil tidak tepat waktu oleh tukang sampah. Juga tentang kabar varian baru Covid-19 yang konon sudah masuk ke Indonesia.

Sebelum masuk ke rumah, saya kaget sekaligus penasaran ketika Bu Endang mendadak berujar minta maaf. Ada apa gerangan.

Ternyata, dia merasa tidak enak hati karena beberapa hari lalu meminta tukang kebersihan untuk membersihkan tempat sampah milik tetangga sebelah.

Lantas, oleh tukang kebersihan, sisa bersih-bersih itu ternyata dibuang di lahan kosong seberang rumah saya. Pantas, selama beberapa hari, baunya rada menyengat.

"Pak Hadi, saya mohon maaf pak. Saya sudah kasih tahu orangnya agar dibuang jauh atau dimasukkan kantong kresek agar diambil tukang sampah, kok malah dibuang ke situ," ujar Bu Endang.

Saya spontan berujar tidak mempermasalahkan itu. Memaklumi.

Malah, saya salut dengan kerendahan hati beliau yang meski jauh lebih senior dari saya tapi tidak gengsi meminta maaf.

Apalagi, itu sebenarnya bukan kesalahannya. Sebab, dia malah berinisiatif membersihkan bak sampah yang bukan miliknya karena menurutnya darurat dibersihkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun