Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Jurnalis.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019, 2020, dan 2021. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Raket Pilihan

Marcus/Kevin Juara Indonesia Open karena Tak Mau Seperti Keledai

28 November 2021   18:15 Diperbarui: 28 November 2021   18:18 307
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ganda putra Indonesia, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya jadi juara Indonesia Open 2021 usai mengalahkan ganda Jepang, Minggu (28/11)/ANTARA/Humas PBSI 

Nyatanya, sebelum final Indonesia Masters 2021 pekan lalu, Marcus/Kevin unggul head t0 head 10-0 atas ganda Jepang itu alias tidak pernah kalah dalam 10 pertemuan.

Gelar juara ini tidak hanya menjadi raihan kedua mereka di tahun ini setelah Hylo Open pada 7 November lalu. Lebih dari itu, Marcus dan Kevin kembali menjadi penyelamat Indonesia dari kemungkinan kering gelar secara beruntun di rumah sendiri.

Ya, Marcus/Kevin menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bisa juara.

Mereka meraih hat-trick juara setelah meraih gelar di turnamen yang sama pada tahun 2018 dan 2019. Sementara tahun 2020 lalu, Indonesia Open tidak digelar karena pandemi Covid-19.

Itu juga menjadi bukti bahwa mereka ganda putra dan wakil Indonesia yang penampilannya paling stabil. Etos kerja mereka laya dicontoh seperti yang saya tulis di sini https://www.kompasiana.com/hadi.santoso/61982da006310e1f91257d63/soal-etos-kerja-marcus-kevin-layak-dicontoh-pemain-pemain-indonesia.

Sebelum pertandingan final ganda putra yang merupakan final keempat, ganda putri Indonesia, pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu tampil di final kedua.

Greysia/Apriyani sudah berjuang maksimal di lapangan selama 1 jam 5 menit. Sayangnya, mereka dipaksa mengakui keunggulan dari ganda putri Jepang, Nami Matsuyama/Chiharu Shida 19-21, 19-21.

Greysia/Apriyani, sang peraih medali emas Olimpiade 2020, gagal mengakhiri paceklik gelar ganda putri di Indonesia Open. Sebab, kali terakhir ganda putri Indonesia juara terjdi di tahun 2008 lewat pasangan Vita Marissa/Liliyana Natsir.

Meski begitu, seusai pertandingan, dikutip dari badmintalk_com, Greysia mengaku tidak terlalu kecewa dengan hasil final tersebut.
Sebab, dia dan Apriyani sudah mencoba yang terbaik. Greysia juga memuji ganda putri Jepang yang disebutnua bermain bersih.

"Kedua pasangan telah memberikan pertarungan yang hebat di lapangan. Namun, hanya ada satu pemenang. Jadi selamat untuk pasangan Jepang. Mereka bermain sangat baik hari ini." ujar Greysia.

Pekan depan, mulai Rabu (1/12), Greysia/Apriyani dan Marcus/Kevin akan kembali tampil di BWF World Tour Finals yang kembali digelar di Bali. Sesuai namanya, turnamen final hanya diikuti oleh 8 pemain/pasangan dari setiap nomor dengan ranking tertinggi dalam perolehan poin selama turnamen 2021.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Raket Selengkapnya
Lihat Raket Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun