Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Jurnalis.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019, 2020, dan 2021. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Kingsley Coman, Cerita Mantan, dan Setiap Orang Ada Masanya

24 Agustus 2020   15:36 Diperbarui: 26 Agustus 2020   07:04 937
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Setiap orang ada masanya. Setiap masa ada orangnya.

Anda mungkin pernah mendengar dua kalimat singkat tersebut. Kalimatnya sederhana. Tapi, maknanya bisa dalam.

Kalimat pertama, maknanya kira-kira, setiap orang itu punya masa jaya sendiri-sendiri. Setiap orang berbeda satu sama lain. Boleh jadi gagal sekarang, tetapi di lain waktu dia akan berhasil.

Nah, karena ada masanya, kejayaan itu tidak bertahan seterusnya. Ada periode tertentu. Bila periodenya habis, selesailah masa jayanya. Berganti dengan orang lain yang tampil menemukan masa jayanya.

Karena memang, bukan hanya setiap orang yang ada masanya. Namun, setiap masa juga ada orangnya. Bahwa, di setiap masa, ada lakon utama yang bisa berbeda-beda.

Orang yang berjaya selama masa A, belum tentu bisa kembali sukses di rentang waktu masa B dan seterusnya. Sebab, ada orang lain yang menjadi lakon baru dalam masa B tersebut.

Menariknya, makna kalimat sederhana tersebut bisa relevan untuk dibawa ke panggung apa saja. Bisa diajak naik ke panggung kekuasaan untuk mengilustrasikan suksesi kepemimpinan. Juga pas untuk mengisahkan kejayaan sebuah klub sepak bola.

Coman, lakon utama di final Liga Champions 2020

Keberhasilan tim Jerman, Bayern Munchen meraih 'piala bertelinga lebar' Liga Champions 2019/20, Senin (24/8) dini hari tadi, juga tidak lepas dari slogan "setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya" itu. Utamanya menyangkut sang penentu kemenangan Bayern.

Ya, final (masa) telah memilih 'orangnya' untuk menjadi lakon utama. Dialah Kingsley Coman, sang pencetak gol kemenangan 1-0 Bayern Munchen atas Paris Saint Germain (PSG) di Lisbon, Portugal.

Di menit ke-59, bola umpan dari Joshua Kimmich melambung di depan gawang PSG. Ada banyak pemain PSG dan Bayern berkumpul. Tentu saja dengan tujuan berbeda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun