Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Jurnalis.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019, 2020, dan 2021. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Pelajaran dari Roberto Firmino, "Setiap Orang Ada Masanya"

23 Desember 2019   06:33 Diperbarui: 23 Desember 2019   10:52 4100
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Liverpool akhirnya meraih gelar juara dunia setelah beberapa kali gagal| Foto: theguardian.com

Tahu bila itu kejuaraan penting yang disaksikan jutaan warga Brasil lewat layar kaca, Firmino tampil garang. Dia seperti ingin menunjukkan bila dirinya penyerang top yang bermain di klub top Eropa. 

Dia ingin membuka mata banyak orang yang selama ini menganggapnya jauh dari level deretan penyerang legendaris Brasil seperti Romario atau Ronaldo Luiz Nazario ataupun belum setenar Neymar Jr. 

Selama ini, Firmino memang bak pemain yang underrated. Diremehkan. Padahal, dari trio penyerang Liverpool, Firmino punya kelebihan yang tidak banyak dimiliki pemain kebanyakan. Skill dan dribble bolanya apik. Dia juga pemain tim yang tidak egois. Dan, dia punya naluri gol yang bagus.

Semua kelebihan itu dipertontonkan Firmino di Qatar. Ketika babak semifinal pada 18 Desember lalu, dia mencetak gol penentu di masa injury time saat Liverpool mengalahkan klub Meksiko, Monterrey, 2-1.

Lantas, ketika menghadapi Flamengo di final, pertandingan belum berlangsung satu menit, Firmino nyaris membawa Liverpool unggul cepat. Berlari menyongsong umpan jauh Jordan Henderson, dia sudah berada di kotak penalti. 

Sayangnya, sepakannya masih melambung di atas gawang. Sepanjang babak pertama, Liverpool lebih mendominasi laga. Sementara Flamengo jarang mendapatkan peluang.

Di awal babak kedua, Firmino kembali mendapatkan peluang. Kali ini digagalkan keberuntungan. Usai memperdaya bek Flamengo dengan gocekan khas pemain Brasil, dia hanya tinggal berhadapan dengan kiper lawan. Apa daya, sepakannya membentur tiang kanan gawang Flamengo. Dan, bola ternyata mental menjauh dari gawang.

Di 10 menit akhir, laga berjalan menegangkan. Di menit ke-84, sepakan keras Jordan Henderson bisa ditepis kiper Diego Alves. Lantas, di menit ke-91, Mane berlari kencang menuju gawang lantas terjatuh usai berbenturan dengan bek Flamengo.

Wasit Abdulrahman Al-Jassim dari Qatar sempat menunjuk penalti. Sebuah keputusan dramatis di menit akhir. Namun, setelah melihat tayangan ulang lewat Video Assistant Referee (VAR), penalti itu batal diberikan untuk Liverpool.

Firmino, mencetak gol penentu di perpanjangan waktu| Foto: 1stnews.com
Firmino, mencetak gol penentu di perpanjangan waktu| Foto: 1stnews.com
Laga pun berlanjut ke masa perpanjangan waktu. Hingga di menit ke-99, lewat serangan balik cepat, Mane lepas dari kawalan bek-bek Flamengo. Setelah mengecoh satu bek Flamengo, dia menyodorkan bola kepada Firmino yang berlari dari tengah. 

Dan, usai menipu kiper dan bek Flamengo, Firmino dengan kalem menciptakan gol yang menjadi penentu cerita laga tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun