Hadi Santoso
Hadi Santoso menulis dan mengakrabi sepak bola

Menulis untuk berbagi. Ayo ikut "Cerahkan Indonesia" dengan berbagi kabar baik. Karena ada banyak hal hebat di dekat kita. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com. Instagram @HadiSantoso08/Twitter @HadiSantoso08

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Thailand Masters, "Seleksi Awal" Pemain Indonesia Menuju Thomas-Uber Cup 2018

9 Januari 2018   12:52 Diperbarui: 9 Januari 2018   19:46 2189 3 1
Thailand Masters, "Seleksi Awal" Pemain Indonesia Menuju Thomas-Uber Cup 2018
Juara tunggal putri World Junior Championship (WJC) 2017, Gregoria Mariska Tunjung, tampil di Thailand Masters 2018/Tribunnews

Mulai hari ini, Selasa (9/1) pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia akan tampil di turnamen bulutangkis "Thailand Masters" 2018. Thailand Masters menjadi turnamen pembuka rangkaian BWF Tour di tahun ini.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengirimkan 37 pemain di turnamen berhadiah total 150 ribu US dolar ini. Rinciannya terdiri dari 10 tunggal putra (lima pemain tampil melalui fase kualifikasi, 8 tunggal putri, 6 pasang ganda putra, 6 pasang ganda putri, dan 7 pasang ganda campuran.

Berbeda dengan Thailand Open yang sudah digelar sejak 1984 silam, Thailand Masters baru digelar tahun 2016. Dari dua kali penyelenggaraan, baru ada dua pemain Indonesia yang jadi juara. Di tahun perdana, Indonesia membawa pulang gelar juara lewat ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Sementara di tahun 2017 lalu, tunggal putra Tommy Sugiarto menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang juara.

"Tes Kepantasan" Masuk Thomas/Uber Cup

Nah, untuk tahun ini, selain memburu gelar juara, Thailand Masters juga menjadi tes awal bagi pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia. Utamanya mereka yang turun di nomor tunggal putra/putri dan ganda putra/putri. Thailand Masters akan menjadi salah satu parameter siapa yang pantas untuk masuk dalam tim beregu yang tampil di Thomas/Uber yang akan digelar di Thailand pada Mei nanti.

Untuk tim Thomas Cup, dua dari tiga slot tunggal putra kemungkinan besar akan diisi Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie yang sejak tahun lalu sudah reguler melawan pemain-pemain kelas dunia di ajang Super Series/Premier. Atau juga Tommy Sugiarto yang tahun ini akan punya semangat baru setelah akhir tahun lalu menjadi bapak.

Tommy Sugiarto, juara tunggal putra Thailand Masters 2017/Bola.com
Tommy Sugiarto, juara tunggal putra Thailand Masters 2017/Bola.com

Nah, yang menarik tentunya penentuan siapa tunggal putra ketiga. Indonesia punya pemain-pemain muda potensial seperti Ihsan Maulana Mustofa, Ahmad Panji Maulana dan Firman Abdul Kholik yang juga tampil di Thailand Masters. Menarik ditunggu bagaimana kiprah tunggal putra Indonesia.

Sementara untuk pos ganda putra, satu slot hampir pasti jadi milik ganda ranking satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukomuljo. Dan untuk pendamping Marcus/Kevin, Indonesia punya Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan yang akan mulai kembali bermain bareng di India Open pada akhir Januari lalu. Selain itu, masih ada Angga Pratama/Rian Agung Saputro, serta Berry Angriawan/Hardianto dan Fajar Alfian/M.Rian. Dua pasangan terakhir akan tampil di Thailand Masters dan jadi unggulan 1-2.

Berry Angriawan/Hardianto, jadi unggulan 1 ganda putra di Thailand Masgters 2018/Bolasport.Com
Berry Angriawan/Hardianto, jadi unggulan 1 ganda putra di Thailand Masgters 2018/Bolasport.Com

Berharap pada Sektor Putri

Indonesia merupakan negara yang paling sering juara Thomas Cup. Hanya saja, Indonesia tak pernah lagi juara sejak kali terakhir memenanginya pada 2002 silam. Tahun 2016 lalu, Indonesia jadi runner-up setelah kalah 2-3 dari Denmark.

Sementara untuk Uber Cup, kita malah tak pernah lagi bisa juara sejak tahun 1996 silam. Nah, tahun ini, dengan mulai membaiknya performa tunggal putri dan ganda putri, kita boleh berharap Indonesia bisa meraih hasil hebat di Uber Cup nanti.

Untuk tunggal putri, minus Fitriani dan Hanna Ramadhini, delapan pemain akan tampil di Thailand Masters. Mereka yakni finalis Kejurnas 2017, Dinar Dyah Ayustine, juara World Junior Championship 2017 (WJC) Gregoria Mariska Tunjung, Jessica Muljati, Lyanny Mainaky, Yulia Yosephin Susanto, Febby Angguni, dan Rusydina Riodingin serta Ruselli Hartawan yang meraih tiga gelar sepanjang 2017 (juara Singapore International Series, Malaysia International Challenge dan Kejurnas).

Ruselli Hartawan (kanan) ketika juara Kejurnas 2017 usai mengalahkan Dinar Dyah Ayustine/Juara.Bolasport.com
Ruselli Hartawan (kanan) ketika juara Kejurnas 2017 usai mengalahkan Dinar Dyah Ayustine/Juara.Bolasport.com

Dibanding sektor putra, sektor putri "masih cair". Utamanya di nomor tunggal putri. Peluang untuk menembus tim Uber Cup masih terbuka, tergantung bagaimana pencapaian mereka selama beberapa bulan ke depan. Bila menjadi juara di Thailand Masters, tentunya itu menjadi nilai plus bagi sang pemain.

Sementara untuk sektor ganda putri, satu slot sepertinya akan menjadi milik Greysia Polii dan Apriani Rahayu yang pada 2017 lalu meraih gelar Thailand Open dan French Super Series serta finalis Hongkong Open. Selain Greysia/Apri, Indonesia masih punya Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi serta Della Destiara/Rizki Amelia serta eks pasangan Greysia, Nitya Maheswari yang berpasangan dengan Yulfira Barkah. Ketiganya main di Thailand Masters.

Aktual.com
Aktual.com

Dan karena Tiongkok yang menguasai sektor ganda putri Thailand Masters di dua edisi sebelumnya, kali ini tidak mengirimkan wakilnya, ganda putri Indonesia punya peluang untuk membawa gelar dari Thailand Masters. Pencapaian terbaik ganda putri Indonesia di Thailand Masters adalah semifinal edisi 2017 lewat pasangan Greysia Polii/Rosyita Eka Putri Sari.

Ah, semoga prestasi apik bulutangkis Indonesia di tahun 2017, bisa berlanjut di tahun 2018 ini. Semoga di bulan Januari ini, kita sering mendengar kabar bagus pebulutangkis Indonesia meraih prestasi, mulai Thailand Masters, Malaysia Masters, Indonesia Masters dan India Open.(*)