Mohon tunggu...
Guıɖo Arısso
Guıɖo Arısso Mohon Tunggu... Insinyur - ᗰᗩᖇᕼᗩEᑎ

ᗰᗩᖇᕼᗩEᑎ

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Harga Porang dan Cengkeh Saling Sikut di Pasaran

14 Januari 2021   15:17 Diperbarui: 14 Januari 2021   20:56 4143
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Umbi porang yang sudah dipanen (Dokpri)

Di tempat saya Labuan Bajo--Manggarai Barat, misalnya, harga cengkeh kering, Rabu (13/01), dibanderol Rp 65.000,00 per kg dari sebelumnya Rp 90.000,00.

Memasuki tahun baru 2021 ini, ada tren naik satu digit dari harga sebelumnya Rp 55.000,00 pada Desember 2020.

Tapi, pada dasarnya besaran harga jual cengkeh kering ini masih teramat jomplang dari harapan petani cengkeh lokal. Karena bair bagaimanapun, harga cengkeh kering normalnya adalah Rp 120.000,00 per kg.

Dan memang di tengah pandemi ini harga cengkeh turut dipengaruhi dan harganya ikut terjungkal di pasaran.

Saya juga sempat bertukar pikiran dengan beberapa petani cengkeh di luar pulau kaitanya dengan besaran harga cengkeh di masing-masing wilayah. Dan memang hampir tidak jauh berbeda.

Tangkapan layar dari harga.web.id. Sengaja saya sertakan di sini untuk memudahkan Anda untuk mengetahui info harga cengkeh terkini di berbagai wilayah/kota di tanah air (dokpri)
Tangkapan layar dari harga.web.id. Sengaja saya sertakan di sini untuk memudahkan Anda untuk mengetahui info harga cengkeh terkini di berbagai wilayah/kota di tanah air (dokpri)
Kondisi ini ajaib, tentu saja. Mengingat bila diperhatikan secara seksama, harga porang dan cengkeh di pasaran saat ini saling sikut.

Intinya, tetap bersyukur saja karena sejauh ini komoditi pertanian masih mempunyai harga jual di pasaran dan masih dibutuhkan oleh konsumen. 

Berharap saja pandemi ini segera berlalu agar harga jual produk petani kembali membaik. Semoga.

                           Salam Cengkeh                       

__

Baca juga artikel porang HEADLINE berikut ini:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun