Mohon tunggu...
M. Gilang Riyadi
M. Gilang Riyadi Mohon Tunggu... Penulis - Author

Movie review and fiction specialist | '95 | contact: gilangriy@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

"The Devil Made Me Do It", Bukan yang Terbaik tapi Cukup Kelam dan Layak Tonton

3 Juni 2021   15:54 Diperbarui: 3 Juni 2021   20:25 1415
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
The Conjuring: The Devil Made Me Do It (Dok. New Line Cinema)

Proses eksorsisme yang mencekam langsung ditampilkan pada 10 menit awal film, membuat film ini memiliki potensi yang sangat baik karena membuat penonton (termasuk saya) cukup ketakutan pada cerita awal.

Di tengah kerasukan David itu, Arne yang merupakan pacar Debbie (kakak David) mencoba untuk melawan iblis yang sedang merasuki tubuh anak kecil itu. 

Arne memberanikan diri berkata "bawa aku saja, jangan dia". Dan saat itu juga, kondisi David langsung membaik, namun terjadi sesuatu pada Arne. Iblis yang sebelumnya ada di diri David kini seolah berpindah ke tubuh Arne.

The Conjuring: The Devil Made Me Do It (Dok. New Line Cinema)
The Conjuring: The Devil Made Me Do It (Dok. New Line Cinema)
Di hari-hari selanjutnya, Arne seperti dirasuki oleh sesuatu hingga ia membunuh temannya sendiri. Hal ini pun terlihat di trailer film ketika Arne sedang berjalan di jalanan kosong, lalu seorang polisi menghentikannya. Ketika berbalik, sekujur tubuh dan tangan Arne sudah berlumuran darah. Ia berkata, "I think I hurt someone" dengan tatapan kosong.

Arne kemudian dituntut atas dasar kasus pembunuhan, bahkan sampai terancam hukuman mati. Ed dan Lorraine mencoba untuk membantu Arna agar terlepas dari tuduhan. 

Sayangnya, pihak pengadilan tidak bisa menerima alasan tak logis itu. Semua harus didasari oleh bukti yang kuat sebagaimana proses hukum pengadilan.

Sumber: CNN Indonesia
Sumber: CNN Indonesia
Meski pada prolog film menampilkan cerita yang cukup seram, kisah selanjutnya dalam The Conjuring: The Devil Made Me Do It justru mengurangi tingkat kehororannya. 

Perjalanan dua paranormal ini lebih mengedepankan cerita misteri ala detektif ketika mencari bukti-bukti soal roh jahat yang memasuki diri Arne. Seperti pergi menemui pastor, ataupun ke pihak polisi untuk menanyakan apakah ada kasus yang serupa.

Sampai ke pertengahan film, penonton masih dibuat untuk berpikir siapakah dalang dari semua ini. Jumpscare dengan musik tinggi beberapa kali hadir menemani suasana horor. Meski sosok "hantu" tak langsung terlihat, sedikit bisa mengagetkan saya meski tidak sampai ketakutan seperti The Conjuring 1 dan 2.

Selanjutnya, sesuatu yang berbeda lahir dari film ketiga The Conjuring ini, yaitu hadirnya pengikut aliran sesat yang bisa manyakiti orang dari kejauhan. 

Kalau di Indonesia sih mungkin bahasa kerennya "santet" seperti cerita film lokal yang pernah tayang beberapa tahun lalu berjudul "Kafir: Bersekutu Dengan Setan."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun