Tekno

Memanfaatkan Youtube untuk Mendapatkan Penghasilan

20 Juli 2016   13:24 Diperbarui: 20 Juli 2016   13:52 93 2 1

Youtube adalah sebuah platform untuk berbagi video kepada pengguna internet di seluruh dunia. Saat ini Youtube adalah anak usaha milik Google yang diakuisisi pada tanggal 13 November 2016, sebesar 16,5 miliar US Dolar, atau sekitar 16,5 triliun Rupiah pada saat itu. Youtube sendiri merupakan mesin pencari terbesar #2 di dunia setelah Google, perusahaan induknya. 

Dengan banyaknya pengguna Youtube, platform ini menjadi sesuatu yang 'sexy' bagi para pelaku pemasaran online. Video yang diunggah di Youtube ibarat real estate yang memiliki nilai yang tinggi. Video di Youtube memberikan jaminan siapapun yang mempromosikan produknya di sana akan memiliki audiens yang potensial. Benarkah demikian? Mari kita lihat beberapa statistik yang menarik.

1. Mayoritas video Youtube diunggah dari 56 negara dalam 61 bahasa yang berbeda

2. Youtube mengunggah lebih banyak video dalam 60 hari dibandingkan 3 jaringan televisi terbesar di Amerika dalam 60 tahun

3. Setiap menitnya ada 100 jam video diunggah ke Youtube

4. Setiap bulan 6 miliar jam video ditonton di Youtube

5. 17% trafik di internet berada di Youtube

Di antara semua statistik tersebut, yang paling membuat Youtube menarik adalah 1 miliar orang yang berbeda atau unique users mengakses Youtube setiap bulan. Artinya, setiap hari sekitar 33 juta orang mengunjungi Youtube. Apa artinya? Apa manfaatnya bagi para pemasar online?

Pernahkah anda melihat billboard dan baliho yang dipasang sepanjang jalan raya? Untuk sebuah baliho, anda harus merogoh kocek hingga ratusan juta per tahun demi mendapatkan ribuan pasang mata per hari. Masih jauh sekali dibandingkan Youtube yang disaksikan puluhan juta pasang mata per hari. Alasan berikutnya, adalah pemasangan bilboard harus dibayar di muka. Tidak peduli bagaimana hasilnya, tidak peduli orang lewat melihat atau tidak, yang penting bayar dahulu, hasil kemudian. Berbeda dengan Youtube yang memiliki sistem pay by result. Jika tidak ada hasil, maka tidak perlu bayar. Biayanya? Bisa dengan puluhan ribu rupiah per hari.

Dahsyat? Masih ada lagi.

Servis yang ditawarkan oleh Youtube tidak akan berhasil jika pemilik video yang mengunggah video ke Youtube tidak mengijinkan videonya dipasangi iklan. Oleh karena itu Youtube membuat program partnership bagi mereka yang mengijinkan videonya dipasangi iklan oleh Youtube. Insentifnya merupakan skema bagi hasil antara pemilik video dan Youtube sendiri. Dengan demikian, sebagai seorang Youtuber yang mengunggah video, anda bisa mendapatkan penghasilan berupa passive income dengan cara ini. Cukup unggah, jadi partner Youtube, uang mengalir. 

Sudah banyak orang yang memanfaatkan dan mempraktekkan hal ini untuk menjadi miliarder hanya dengan mengunggah video ke Youtube. Lihat bagaimana Felix Arvid Ulf Kjellberg atau yang akrab dikenal dengan nama Pewdiepie, pemuda asal Swedia, menjadi miliarder sebagai seorang Youtuber. Kerjanya hanya mengunggah video, penghasilannya 30 miliar Rupiah per tahun. 

Di Indonesia fenomena Youtuber juga cukup marak, terutama di kalangan usia muda. Raditya Dika dan kakar beradik Andovi & Jovial Da Lopez (SkinnyIndonesia) adalah beberapa contoh pemuda yang menghasilkan pendapatan cukup signifikan dari Youtube. 

Anda tertarik?

Yang menarik, mendapatkan penghasilan lewat Youtube tidak memiliki barrier to entry yang tinggi. Siapa saja bisa melakukannya. Cukup dengan kamera video yang sederhana anda sudah bisa menjadi seorang Youtuber. Saat ini dengan smartphone yang memiliki kamera dan ide kreatif saja anda sudah bisa meraup Rupiah lewat Youtube. 

Jaman memang sudah berubah. Jika dulu uang datang dengan keringat membanting tulang, sekarang uang datang dengan ide, kreativitas, dan teknologi.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.