Mohon tunggu...
Gapey Sandy
Gapey Sandy Mohon Tunggu... Penulis - Kompasianer

Peraih BEST IN CITIZEN JOURNALISM 2015 AWARD dari KOMPASIANA ** Penggemar Nasi Pecel ** BLOG: gapeysandy.wordpress.com ** EMAIL: gapeysandy@gmail.com ** TWITTER: @Gaper_Fadli ** IG: r_fadli

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Harum Sagon Bakar, Harum Kota Tangsel

11 November 2017   08:23 Diperbarui: 12 November 2017   05:47 5729
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
UKM Pangan Award 2016 yang diraih Irma Husnul Hotimah dengan Sagon Bakarnya. (Foto: Gapey Sandy)

Sagon. Siapa sih yang enggak kenal panganan ini. Cita rasanya gurih dan lezat dengan tekstur yang tidak lembut. Maklum, Sagon termasuk dalam daftar kue-kue kering.

Setiap kota, kiranya punya produk panganan Sagon sendiri-sendiri. Di Padang ada. Yogyakarta ada. Palembang ada, Medan ada, Betawi pun ada. Dimana-mana ada. Ya, termasuk Sagon yang diproduksi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Salah seorang yang memproduksi Sagon di Tangsel adalah Irma Husnul Hotimah. Panggil saja Irma, toh usianya masih lebih muda dari saya. Uuuupppssss, jadi ketahuan deh umur saya, hahahaaa...

Bukan sembarang Sagon yang diproduksi Irma. Ibu dari tiga anak ini membuat Sagon Bakar. Memang sih disebutnya "bakar", tapi sebenarnya di-oven alias dipanggang. "Sudah sejak 2012 saya membuat kue. Biasanya kue-kue kering untuk saya jual sendiri ke teman, tetangga dan lingkungan sekitar. Tapi, sejak 2013 saya fokus memproduksi Sagon Bakar ini," ujar Irma ketika saya wawancarai khusus di kediamannya, Kompleks Pamulang Estate, Pamulang Timur, Tangsel, Jumat, 10 November 2017. Eh, pas di Hari Pahlawan yak!

Irma Husnul Hotimah bersama staf pekerja di dapur produksi Sagon Bakar. (Foto: Gapey Sandy)
Irma Husnul Hotimah bersama staf pekerja di dapur produksi Sagon Bakar. (Foto: Gapey Sandy)
Ide membuat Sagon Bakar, ujar Irma, bermula dari upaya untuk memenuhi permintaan pesanan aneka kue kering para pelanggan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. "Pada momentum itulah saya kemudian membuat camilan tradisional, ya Sagon Bakar. Tetapi saya melakukan inovasi dengan mengganti bahan dasar pembuatannya yakni menggunakan Kelapa Muda. Ternyata, justru anak-anak kecil pun suka sekali dengan rasanya. Jadi ide awalnya adalah hasil pemikiran saya sendiri untuk bagaimana caranya tetap bisa memproduksi kue kering tradisional dengan jumlah pesanan yang bisa menyamai ketika moment menjelang Lebaran," cerita Irma sembari mengajak saya blusukan di dapur produksinya.

"Saya pilih Sagon Bakar karena juga resep tradisional warisan keluarga 'loch. Saya ingin mengembangkan kue-kue kering tradisional yang maunya saya, tidak kalah set dengan kue-kue kering produk luar negeri," bangga Irma.

Dapur produksi? Eits ... jangan salah kira ya. Dapur produksi yang dimaksud bukan pabrik 'gitu loh. Ini dapur rumah Irma sendiri sebenarnya. Tetapi, luas dan punya space khusus untuk memproduksi Sagon Bakar. Dapurnya resik, bersih. Hawa panas dari oven yang bekerja tidak terlalu menyengat. Maklum, di sisi dapur produksi, Irma punya halaman terbuka dengan rerumputan hijau yang begitu asri. Tak aneh, saya sendiri yang sebenarnya tidak biasa ngendon di dapur, malah jadi betah... eeaallaaaahhh. Maksudnya jadi nyamanlah di dapur produksi Sagon Bakar ini.

Irma Husnul Hotimah menunjukkan proses laminating aluminium foil. (Foto: Gapey Sandy)
Irma Husnul Hotimah menunjukkan proses laminating aluminium foil. (Foto: Gapey Sandy)
Ada tiga pekerja pembuat Sagon Bakar yang sedang sibuk bekerja dengan tangan-tangan terampilnya. Mereka mengenakan sarung tangan dan penutup rambut di kepala. Ini mengartikan Irma benar-benar peduli, care banget soal jaminan mutu, higienitas produksi mulai dari pengolahan bahan-bahan dasar sampai matang siap saji atau dipasarkan. Tuh, catet yaaa ... keamanan pangan dan higienisitas terjamin.

"Sejak fokus memproduksi Sagon Bakar, saya banyak mendapat bimbingan, pelatihan, dukungan juga alat bantu produksi dari Pemkot Tangsel. Sehingga Alhamdulillah bisa berkembang dengan sangat baik sampai sekarang ini," ujar Irma kalem.

Bahan-bahan dasar pembuatan Sagon Bakar gampang diperoleh. Mulai dari Kelapa Muda, sagu, mentega, telur, gula pasir dan keju.

"Kenapa harus Kelapa Muda 'sih?" selidik saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun