Mohon tunggu...
Gapey Sandy
Gapey Sandy Mohon Tunggu... Penulis - Kompasianer

Peraih BEST IN CITIZEN JOURNALISM 2015 AWARD dari KOMPASIANA ** Penggemar Nasi Pecel ** BLOG: gapeysandy.wordpress.com ** EMAIL: gapeysandy@gmail.com ** TWITTER: @Gaper_Fadli ** IG: r_fadli

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Rusa Bawean Jangan Sampai Punah

6 November 2017   22:05 Diperbarui: 7 November 2017   16:10 6293
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tugu peringatan untuk mencintai Rusa Bawean di lokasi penangkaran. (Foto: Nurhayyan Johansyah)

Di sebelah kandang rehabilitasi, ada kandang lagi yang lebih luas dengan pepohonan yang lebih banyak dan permukaan tanah yang landai. Di sini, lebih banyak lagi jumlah rusanya. Mereka tidak terlihat takut seperti rusa-rusa yang ada di kandang rehabilitasi.

Lokasi penangkaran Rusa Bawean di Kec Sangkapura, Pulau Bawean. (Foto: gresikkab.gov.id)
Lokasi penangkaran Rusa Bawean di Kec Sangkapura, Pulau Bawean. (Foto: gresikkab.gov.id)
Jalan masuk menuju lokasi penangkaran Rusa Bawean. (Foto: Gapey Sandy)
Jalan masuk menuju lokasi penangkaran Rusa Bawean. (Foto: Gapey Sandy)
Penangkaran rusa ini dibangun sejak tahun 2000. Luasnya saya perkirakan 1 hektar lebih. Selain kandang rehabilitasi yang posisinya berada di sisi terdepan dari akses jalan masuk, ada juga kandang Habituasi yang lokasinya berada lebih ke atas sedikit dari kandang rehabilitasi.

"Rusa-rusa yang ada di kandang Rehabilitasi sekarang ini ada 4 ekor. Mereka hanya sementara dikandangkan di situ, sebelum dipindahkan ke kandang Habituasi. Secara keseluruhan, di penangkaran sini ada lebih dari 40 ekor rusa," ujar Pak Nur yang tinggal di Dusun Barat Sungai, Kecamatan Sangkapura ini.

Oh ya, penangkaran rusa ini menjadi salah satu obyek wisata andalan Pulau Bawean. Bisa dicapai dengan mengendarai mobil, tetapi waktu saya bersama rombongan Write Venture ke sini, memilih untuk konvoi naik sepeda motor. Dari arah Desa Daun kami berangkat, medan jalan yang harus dilalui keluar masuk dusun dan desa, kemudian menembus perkebunan jati, mahoni dan pepohonan besar lainnya. Sisi kanan diapit bukit berbatu dengan tanaman yang lebat, sementara sisi kiri pebukitan melandai dan curam.

Logo badge BBKSDA Jatim. (Foto: Gapey Sandy)
Logo badge BBKSDA Jatim. (Foto: Gapey Sandy)
Rusa Bawean Sangat Terancam Punah

Balai Besar KSDA Jatim memasukkan Rusa Bawean sebagai spesies prioritas terancam punah. Jumlah populasinya 275 ekor pada 2014, 325 ekor (2015), dan merosot jadi 303 ekor (2016).

Spesies lain yang juga masuk daftar "punah" ini adalah Elang Jawa, Kakatua Kecil Jambul Kuning, dan Banteng.

Rusa Bawean termasuk daftar spesies prioritas terancam punah pada 2016. (Sumber: BBKSDA Jatim)
Rusa Bawean termasuk daftar spesies prioritas terancam punah pada 2016. (Sumber: BBKSDA Jatim)
Ancaman kepunahan Rusa Bawean sudah disuarakan sejak tahun 2000-an. Ketika itu, peneliti LIPI menyebutkan bahwa jumlah populasi hewan ini berkisar antara 400-600 ekor. Padahal dua tahun sebelumnya (2006), Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) menyatakan, Rusa Bawean diperkirakan tinggal berjumlah sekitar 250-300 ekor, dan tersisa di habitat aslinya.

Karena populasinya yang sangat kecil dan kurang dari 250 ekor spesies dewasa, IUCN Red List sejak tahun 2008 memasukkan Rusa Bawean dalam kategori "Kritis" (CR atau Critically Endangered) atau "sangat terancam kepunahan". Selain itu CITES juga mengategorikan spesies Rusa Bawean sebagai "Appendix I".

Lokasi penangkaran Rusa Bawean. (Foto: Gapey Sandy)
Lokasi penangkaran Rusa Bawean. (Foto: Gapey Sandy)
Rusa Bawean sudah CRITICALLY ENDANGERED. (Sumber: IUCN Red List)
Rusa Bawean sudah CRITICALLY ENDANGERED. (Sumber: IUCN Red List)
Semakin langka dan berkurangnya populasi Rusa Bawean antara lain dikarenakan berkurangnya habitat Rusa Bawean yang semula hutan alami berubah menjadi hutan Jati, yang memiliki sedikit semak-semak. Ini berakibat pada berkurangnya sumber makanan bagi rusa-rusa.

Penurunan jumlah populasi ini mendorong berbagai usaha konservasi diantaranya pembentukan Suaka Margasatwa (SM) Pulau Bawean seluas 3.831,6 hektar sejak 1979 silam (Lihat tabel: Potensi Kawasan Konservasi Sampai Tahun 2016). Selain itu untuk menghindari kepunahan sejak tahun 2000 telah diupayakan suatu usaha penangkaran Rusa Bawean.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun