Kotak Suara

Ini Kelebihan OK OCE daripada Jakarta Creative Hub

3 Maret 2017   15:17 Diperbarui: 3 Maret 2017   15:21 162 1 2
Ini Kelebihan OK OCE daripada Jakarta Creative Hub
sindonews.com

Ahok mencoba meniru program OK OC Anies Sandi melalui program Jakarta Creative Hub (JCH). Meskipun sudah mencoba program yang sudah jauh-jauh hari dijalankan oleh terutama Sandiaga Uno, program JCH tersebut masih jauh dari menyerupai OK OC.

Kesamaan program tersebut hanya terletak pada tujuan, yakni sama-sama ingin menjadi wadah bagi tumbuhnya entrepreneurship baru, khususnya di Jakarta. Tapi, untuk beberapa aspek, kedua program ini sangat jauh berbeda. Ini beberapa alasan kenapa program unggulan Anies Sandi tersebut sulit ditiru atau disamai oleh program JCH.

Pertama, OK OCE yang merupakan singkatan One Kecamatan One Center of Entrepreneurship ini berada di setiap kecamatan, sehingga masyarakat yang dapat ikut bergabung dalam program tersebut merata dan luas. Sementara JCH hanya didirikan sebagai pusat kursus yang berlokasi di lantai 1 Gedung Graha Niaga Thamrin, Jakarta Pusat.

Kedua, karena program OK OCE tersebar di setiap kecamatan, program ini dapat menjangkau semua level masyarakat. Jadi program ini sangat merakyat dan melibatkan semua kalangan usia. Sementara itu, JCH hanya akan bermanfaat bagi segelintir orang yang punya akses ke gedung JCH meski pengurusnya mengatakan bahwa program ini untuk semua kalangan.

Ketiga, OK OCE melakukan pendampingan langsung, sehingga hasilnya dapat cepat terlihat pada meningkatnya omset industru kecil. Seperti yang disampaikan oleh salah seorang anggota OK OCE Fasolia Winda yang omset usahanya meningkat hingga 20 juta per bulan (https://www.portal-islam.id). Sementara JCH kebanyakan hanya memberikan pelatihan kewirausahaan seperti telah banyak dilakukan.

Keempat, OK OCE tidak hanya memberikan bantuan modal, melainkan juga memberikan para pengusaha baru maupun lama yang menjadi anggota OK OCE jaringan pengusaha. Hal ini sangat penting artinya bagi perkembangan usaha para anggota, karena mereka cepat mendapat informasi mengenai pemasaran dan sumber produk. JCH tidak menawarkan hal itu sama sekali, bahkan sangat terlihat bahwa JCH hanya pusat pelatihan yang bernuansa elitis.

Kelima, karena itu program OK OCE memiliki targetan yang pasti, yakni mencetak 200.000 pengusaha baru di Jakarta. Sementara JCH hanya hendak menyaingi program yang sudah jalan tanpa ada targetan apa pun.

Keenam, di OK OCE menawarkan program khusus ibu-ibu. OK OCE menilai bahwa selain ibu-ibu pada dasarnya lebih bisa mengelola usaha termasuk mengembalikan modal, para ibu seringkali diabaikan dalam pelatihan kewirausahaan. Di JCH, jangankan buat ibu-ibu, orang datang ke tempat itu pun kesulitan karena berada di dalam gedung yang bernuansa elitis dan menyasar anak-anak muda kelas mengenah atas.

Jadi, meski Ahok-Djarot pernah mencibir program OK OCE Anies-Sandi, ternyata tidak berarti Ahok-Djarot bisa menawarkan solusi atau bentuk program yang lebih baik.