Mohon tunggu...
Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Mohon Tunggu... Administrasi - Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Housewife@Germany, founder My Bag is Your Bag, co founder KOTEKA, teacher, a Tripadvisor level 6, awardee 4 awards from Ambassadress of Hungary, H.E.Wening Esthyprobo Fatandari, M.A 2017, General Consul KJRI Frankfurt, Mr. Acep Somantri 2020; Kompasianer of the year 2020.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Empat Jamu yang Dikenal Penduduk Jerman

3 Februari 2016   17:01 Diperbarui: 4 Februari 2016   09:35 204
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

“Selamat pagi semuanya“ Selasa pagi. Saya sapa murid-murid Volkshocschule. Seperti biasa, mereka akan belajar bahasa Inggris. Hari itu, hari terakhir semester musim dingin. Akan dilanjutkan bulan Maret untuk semester musim semi.

“Pagiii ...“

“Hari ini hari terakhir kita belajar bahasa Inggris. Untuk merayakannya, saya sudah sedia dua termos jamu dan makanan. Kita nikmati 15 menit sebelum pulang ya. Nggak papa kan.“

“Ohh yang kayak kemarin waktu acara Indonesia ya? Saya suka yang kuning.“ Seru Eva, yang duduk dekat Franzy, pemilik sebuah peternakan di Buchheim. Dia memang nggak suka yang pedes.

“Betul. Enak kan?“ Buku acuan saya buka, para murid menutup bukunya. Hari itu bercakap-cakap tanpa melihat buku panduan. Sejauh mana mereka menyerap ilmu?

Ah, ya, waktu berjalan cepat. Sudah satu setengah jam. Pada saatnya, saya seduh dalam gelas plastik untuk mereka. Mumpung masih anget. Maklum, di luar, masih dingin! Ada yang minta pedes, saya kasih beras kencur. Kalau yang suka manis dapat kunir asem. Sambil ngobrol, kami minum dan makan kue lapis dan kacang atom.

Nah ... itu tadi contoh saat-saat saya mengajak penduduk Jerman minum jamu Indonesia. Rupanya tetap disuka. Nggak hanya orang Jawa kan yang menyenanginya? Selain unik, bikin sehat.

Berikut adalah jamu yang dikenal penduduk Jerman (yang saya kenal selama ini);

1. Jahe Anget

Nama ilmiah: Zingiber officinale. Rimpang Jahe atau teh dengan kantung kecil, biasa dijual di toko atau swalayan di Jerman pada musim dingin. Kabarnya, ini adalah penolak biar tidak sakit, badan segar dan hangat selama Winter. Jamu tolak angin tanpa kimia.

Untuk konsumsi rimpang, mereka biasa merebus jahe setelah dikupas kulitnya dan diris tipis-tipis. Airnya diminum hangat-hangat. Rasanya memang pedas kan? Tapinya kebiasaan orang Indonesia, gulanya lebih banyak dari rasa pedasnya hahahaha ... Jadi malu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun