Mohon tunggu...
Nur Rohmi Aida
Nur Rohmi Aida Mohon Tunggu...

ingin berkeliling dan mendapati segala hal keindahan yang dimiliki bumi ini...

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Semangat dari Kampung Wayang Kepuhsari, Tempat Pembuatan Souvenir Asian Games

15 Agustus 2018   23:05 Diperbarui: 16 Agustus 2018   09:39 0 4 2 Mohon Tunggu...
Semangat dari Kampung Wayang Kepuhsari, Tempat Pembuatan Souvenir Asian Games
Undangan gunungan wayang/Dokumentasi pribadi

Sebuah gunungan bertuliskan Asian Games saya ambil dari kotak tumpukan  sample-sample souvenir di Galeri Kampung Wayang Kepuhsari Manyaran Wonogiri.

"Ini untuk undangan Asian Games itu pak?" tanya saya pada Pak Sutar. Salah satu pengrajin wayang yang saya temui di sana.

"Betul Mbak, itu untuk undangan tamu-tamu penting. Itu sama wayangnya juga," Pak Sutar lantas menunjukkan kepada saya beberapa wayang yang jadi maskot Asian Games.

Saya mengulun senyum. Salah satu alasan saya tergerak mendatangi Kampung Wayang Kepuhsari memang untuk melihat ini. Melihat secara langsung Bhin Bhin, Atung, serta Kaka versi wayangnya. 

Souvenir Maskot Asian Games/Dokumentasi pribadi
Souvenir Maskot Asian Games/Dokumentasi pribadi
Sebagai bangsa Indonesia, saya bangga negeri ini mendapat kesempatan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dan sebagai warga Wonogiri saya bangga juga, kabupaten saya memiliki kampung wayang, yang pengrajinnya dipercaya untuk memproduksi souvenir dan undangan even Asian Games 2018. Nantinya, souvenir Asian Games ini akan diberikan kepada para pejabat penting RI maupun pejabat luar negeri. 

Gapura Gerbang Kampung Wayang/Dokumentasi pribadi
Gapura Gerbang Kampung Wayang/Dokumentasi pribadi
Nama Kampung Wayang Kepuhsari sejatinya sudah saya dengar sejak lama. Namun ya baru hari itu saya datang ke sana. Padahal dari rumah saya di Wonogiri, lokasi Wayang Village hanya sekitar setengah jam. 

Jika bukan karena Kampung Wayang Kepuhsari muncul di Hitam Putih, dan sebuah akun hits instagram yang menyebut bahwa souvenir Asian Games diproduksi di kampung ini, mungkin saya tak akan benar-benar tergerak mengunjungi Kampung Wayang Kepuhsari. 

Soal traveling saya lebih suka mengunjungi wisata alam, jarang saya melirik wisata berupa sentra industri semacam ini. Tapi kali ini beda. Saya berpikir: sinambi saya menunggu hari pelaksanaan Asian Games yang tinggal beberapa hari lagi, kenapa saya tidak berkunjung saja ke Kampung Wayang Kepuhsari?

salah satu gambar tampilnya Bu Retno saat di Hitam Putih/Dokumentasi pribadi
salah satu gambar tampilnya Bu Retno saat di Hitam Putih/Dokumentasi pribadi
Mengunjungi Kampung Wayang Kepuhsari, rupanya malah memberi saya ilmu baru tentang wayang. Saya jadi tahu mengenai betapa rumitnya proses pembuatan wayang. Serta yang paling penting, makin meningkat kekaguman saya pada kabupaten saya. 

Pada  kedatangan saya pertama kali ke kampung wayang ini saya mendapat cerita mengenai Kampung Wayang Kepuhsari yang berusaha terus menjaga warisan budaya dari generasi ke generasi. Inilah yang membuat saya bangga, ternyata Wonogiri punya tempat semenarik ini.

Tak cukup sekali saya datang ke sana. Pada akhirnya, beberapa waktu lalu saya memutuskan untuk kembali menengok Kampung Wayang Kepuhsari di sela-sela waktu luang saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3