Mohon tunggu...
Fadilla R. Yahya
Fadilla R. Yahya Mohon Tunggu... -

A Longtime Learner who discover for the new things that would to be Inspire. Learn . Try . Inspire

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Arti Bahagia

20 Oktober 2017   09:05 Diperbarui: 20 Oktober 2017   09:38 3168
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Beribu-ribu rasa yang tak sempat tergoret pena di kertas putih

Bumi pun demikian, saat ia mendefinisikan ekspresinya saat hujan berhenti.

Tersirat makna, bumi terlanjur bahagia. Dengan segala bahagianya. 

Sebab titik air terkondensasi dengan sinar mentari.

Sejuta keindahan yang berakar bersama, menjadikan kesenangan

Bersama hujan, bumi pun senang. Hampir sendu memang. Berharap hujan selalu mendampinginya setiap waktu.

Pun, karna titik temu hujan dan mentari menjadi warna-warni. 

Baik pelangi semu maupun nyata, warnanya kan selalu membahagiakan bumi dengan segala cara tak terduga.

Percaya atau tidak, kau adalah alasan mengapa aku bahagia

Warna-warni pelangi, menjadi jawaban pelarian bumi yang selama ini berputar. Percaya atau tidak

Maka, biarlah bumi merasa bahagia

Atas segala cara

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun