Mohon tunggu...
Fitria Ratnawati Education
Fitria Ratnawati Education Mohon Tunggu... Guru - Berbagi Pengalaman apa saja yang berkaitan dengan dunia pendidikan yang kreatif dan berinovasi.

Lulusan S1 di Fakultas Keguaruan dan Ilmu Pendidikan . Memiliki pengalaman dalam mengembangkan dan mengimplementasikan pendidikan. Profesional yang berorientasi pada tujuan untuk mengejar perubahan jangka panjang dalam bidang digital education. Mencintai kedinamisan yang serius akan segala perubahan dan mengajak semua lapisan untuk terus bersinergi membengun peradaban dimulai dari perubahan diri

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Mengapa Kurikulum Berubah?

23 September 2022   07:01 Diperbarui: 23 September 2022   07:08 417
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Perubahan kurikulum adalah kebijakan publik berskala luas yang melibatkan komponen-komponen waktu, keahlian, dana, peralatan, pengorbanan, kemauan yang sangat masif. Fakta yang diperlukan untuk memulai kebijakan itu tidak cukup dalam hitungan bulan

Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.

Kurikulum yang baik adalah Kurikulum yang sesuai dengan zamannya, dan terus dikembangakan atau diadaptasi sesuai dengan konteks dan karaktersistik peserta didik demi membangun kompetensi sesuai dengan kebutuhan mereka kini dan masa depan.

 Agar pendidikan tersebut menjadi dinamis. Hal ini dilakukan untuk merubah pola berpikir kearah yang lebih kritis dan peka terhadap semua yang terjadi di lingkungan sekitar.        

Pendidikan seharusnya memberikan dampak positif yang dapat memberi kemajuan mulai dari tingkah laku serta pola pikir.        

Hal ini sejalan dengan apa yang dibutuhkan zaman seperti ini. Dimana zaman terus berganti, ilmu pembelajaran terus mengalami perubahan. Jika pendidikan tidak mengikuti pola kedinamisan yang terjadi pada global maka hal yang terjadi adalah pendidikan mengalami kemunduran.

Perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka adalah di mana pembelajaran Kurikulum 2013 umumnya hanya terfokus pada intrakurikuler (tatap muka), sementara pembelajaran Kurikulum Merdeka menggunakan paduan pembelajaran intrakurikuler (70-80% dari JP) dan kokurikuler (20-30% JP) melalui proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila.        

 Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Indonesia sendiri telah banyak mengalami perubahan kurikulum, di antaranya kurikulum 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, dan terakhir 2013. Perubahan kurikulum sering dipengaruhi oleh faktor politik.

Kurikulum harus selalu dievaluasi dan diperbaharui sebab evaluasi kurikulum merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka menilai semua kegiatan yang ada pada kurikulum.         

Evaluasi dalam penerapan kurikulum di lingkungan sekolah sangat penting dilakukan karena berguna untuk mengetahui perkembangan lingkungan sekolah dengan adanya penerapan kurikulum saat ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun