Mohon tunggu...
Fitri Apriyani
Fitri Apriyani Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Blogger dan content writer

Blogger di Matchadreamy.com, yang suka membaca dan menulis | IG : @fiapriyani

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Healing Sejenak ke Curug Cibereum di Kaki Gunung Gede Pangrango

10 Desember 2022   10:00 Diperbarui: 10 Desember 2022   10:18 742
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Healing Sejenak ke Curug Cibereum di Kaki Gunung Gede Pangrango --- Sudah bukan rahasia umum lagi jika kawasan Puncak, Bogor merupakan destinasi favorit para warga DKI Jakarta untuk rehat sejenak dari kepenatan rutinitas harian.

Selain karena lokasinya yang relatif dekat, kawasan Puncak juga menawarkan beragam objek wisata bernuansa alam menarik tanpa harus mengajukan cuti pekerjaan. Salah satunya adalah wisata Curug Cibereum yang masih berada di Jl. Raya Puncak, Jawa Barat.

Meski mungkin tidak sepopuler objek wisata lain seperti Gunung Mas, Taman Safari, atau Taman Wisata Matahari, namun Curug Cibereum bisa menjadi alternatif tujuan wisata antimainstream di kawasan Puncak.

Terutama bagi pencinta alam yang ingin healing dengan mengunjungi wisata alam yang menawarkan keindahaan lanskap kaki gunung yang indah dan menawan.

Sekilas Tentang Wisata Curug Cibereum

Air Terjun Cibereum atau dalam bahasa sunda Curug Cibereum berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), tepatnya di ketinggian 1675 Mdpl, atau jaraknya sejauh 2.8 km dari gerbang masuk TNGGP.

Untuk ke sana, wisatawan harus masuk ke kawasan Kebun Raya Cibodas dulu, untuk kemudian trekking selama kurang lebih dua jam ke lokasi Curug Cibereum.

Trekking ke Curug Cibereum via Cibodas

Trekking di atas jalan berbatu | Dok. pribadi
Trekking di atas jalan berbatu | Dok. pribadi

Perjalanan trekking menuju Curug Cibereum bisa dibilang cukup mudah, sebab jalur trekking yang disediakan untuk wisatawan terbuat dari batu-batuan keras berwarna abu-abu yang disusun di atas tanah.

Wisatawan dijamin tidak akan tersesat saat memasuki hutan menuju air terjun karena jalurnya memang tampak jelas dan terarah. Juga cukup aman karena mampu meminimalisir kemungkinan terpeleset saat kondisi tanah sedang becek.

Selama melakukan trekking, wisatawan akan disuguhi pemandangan alam yang indah berupa kerimbunan pepohonan di kanan kirinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun