Mohon tunggu...
Firhan Erlangga
Firhan Erlangga Mohon Tunggu... Guru - The worldview of Islam

Jaga Transparansi dan Akuntabilitas, menuju kematangan Demokrasi Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Langkah Strategis Indonesia Dalam Mendukung Perjuangan Kemerdekaan Palestina pada Masa Presiden Joko Widodo

9 April 2021   03:43 Diperbarui: 9 April 2021   04:08 571
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Terjadinya penguasaan wilayah oleh Israel atas Palestina didasari beberapa faktor.

Pertama, melihat dari hubungan sejarah yang dimiliki oleh bangsa Yahudi dan Palestina. Kedua, adanya keyakinan dalam diri bangsa Yahudi melalui ajaran kepercayaan mereka mengenai tanah air yang dijanjikan. Ketiga, adanya pernyataan langsung dari negara kolonial khususnya Inggris melalui deklarasi Balfour sebagai wujud dukungan bagi kepentingan bangsa Yahudi atas tanah Palestina. Beberapa penjelasan mengenai faktor di atas adalah sebagai berikut.

  • Faktor sejarah Faktor pertama yang menjadi dasar pengakuan Yahudi terhadap tanah Palestina ialah dengan menelisik dari sisi sejarah tentang bangsa Yahudi di Palestina. Dimulai dengan eksistensi kaum Yahudi pertama di Palestina. Ikatan historis mereka dengan tanaha Palestina. Lalu bagaimana mereka bersikap terhadapa Palestina pada periode-periode masa lalu. Adanya klaim kedaulatan yang dinyatakan oleh bangsa Yahudi sebab sebagaimana digambarkan dalam sejarahnya, terdapat beberapa kerajaan Yahudi. Seperti Kerajaan yang dipimpin oleh Thalut, dilanjutkan oleh Daud As, dan dilanjutkan lagi oleh anaknya, Sulaiman As. Kelak setelah Sulaiman bangsa Yahudi terpecah menjadi dua kerajaan. Pertama di bawah kepemimpinan Ruhbaam, dan kerajaan kedua dibawah kepemimpinan Yarbaam. Pada tahun 722 SM, kerajaan Yahudi di Palestina tersebut berakhir. Setelah Kerajaan Babylonia menyerang Palestina, kemudian menguasai wilayah tersebut.
  • Faktor kepercayaan Faktor kepercayaan atau ideologi juga menjadi salah satu alasan mendasar mengapa bangsa Yahudi bersikukuh untuk tetap berusaha menguasai Palestina. Firman Tuhan dalam Alkitab, Pada hari yang sama Tuhan membuat perjanjian dengan Ibrahim As, dengan mengatakan, "Kepada keturunanmu, Aku telah memberikan negeri ini" (Kejadian 15:18). Sangat menarik untuk dicatat bahwa kata kerja Ibrani yang digunakan dalam Kitab Suci adalah natati, yang berarti "Aku telah memberikan" (bentuk lampau). Hal ini menurut bangsa Yahudi menyiratkan bahwa Tuhan telah memberikan tanah kepada orang-orang Yahudi pada beberapa waktu sebelumnya, meskipun ini adalah catatan pertama dari janji semacam itu. Namun menurut sebagian para Rabi Yahudi menyatakan, bahwa Tuhan telah menyisihkan tanah Palestina untuk umat-Nya pada saat Penciptaan.
  • Faktor Hukum Faktor selanjutnya yang menjadi salah satu dasar dari terjadinya tindakan penguasaan adalah faktor hukum, dalam pengertian deklarasi. Selama periode Palestina berada di bawah mandat Inggris, bangsa Yahudi memberi tekanan pada Pemerintah Inggris untuk memfasilitasi pembentukan tanah air Yahudi di Palestina, kemudian direspon dengan keluarnya surat berisi pernyataan dukungan dari Inggris terhadap bangsa Yahudi untuk mendirikan tanah air di Palestina. Ruth Lapidoth seorang wanita dengan gelar guru besar hukum internasional dari Universitas Ibrani Yerusalem berpendapat bahwa, deklarasi ini adalah sebuah deklarasi yang mengikat secara hukum, namun dikatakannya, Inggris kesulitan untuk menepati janjinya.

            Konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel merupakan salah satu sengketa yang cukup panjang apabila kita menghitung waktu maupun upaya yang telah dilakukan untuk menyelesaikan sengketa ini, isreal benar benar membabi buta dalam perluasan wilayah di tanah palestina. Terlihat pada gambar di samping dari tahun ke tahun tanah yang di kuasai yahudi atas tanah palestina kian meluas dan bahkan negara palestinapun menghilang di gantikan dengan Israel, orang orang yahudi benar benar ingin mengahpus orang orang palestina dari tanahnya sendiri, karena orang yahudi beranggapan bahwa rass merekalah yang berhak atas tanah peninggalan nabi sulaiman. Gambara yang sangat menyedihkan ketika anak anak Israel menulis pesan di rudal rudal milik isrel, pesan itu berisikan tentang cacian dan makian terhadap anak-anak dan orang orang palestina, mengapa hal itu bisa terjadi? Karena orang orang yahudi sejak kecil telah di tanamkan bahwa hanya rassnyalah yang paing tinggi di dunia ini, bahkan dalam kitab talmud( kitabnya orang yahudi) di jelaskan bahwa, Tuhan menciptakan bangsa yahudi sebagai penguasa dunia dan orang yang di luar yahudi adalah pembantu yang bertugas untuk melayani orang-orang yahudi. Atas dasar seperti iilah orang orang yahudi tanpa ragu dan tanpa ada prikemanusiaan menghabiskan dan membunuh anak anak dan perempuan perempuan palestina, bahkan ketika perempuan perempuan hamil di jadikan mainan oleh tentara tentara yahudi. Perluasan tanah palestina oleh israel merupakan pelanggaran yang besar, merampas kedaulatan orang orang palestina. Tatanan dunia membuat warga palestina kecewa karena tidak berhasil membawa perdamaian di tanah palestina. PBBpun dengan jargon membawa misi perdamaian untuk warga palestinapun di rasa gagal karena tidak berhasil menyelesaikan konflik yang berkepanjangan, ini menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa palestina, di tengah gempuran dan tekanan dari negara negara kuat yang mendukung Israel, Indonesia harus tetap konsisten mendukung kemerdekaan palestina sesuai dengan amanat undang-undang dasar 1945 bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa.

LANGKAH STRATEGIS INDONESIA DALAM MENDUKUNG PERJUANGAN KEMERDEKAAN PALESTINA PADA MASA PRESIDEN JOKO WIDODO

            Dalam berbagai kesempatan mentri luar negri Retno marsudi selalu menyampaikan bahwa perjuangan palestina ada di jantung politik luar negri Indonesia, setiap helaan nafas kebijakan luar negri Indonesia di situ selalu ada palestina, oleh karena itu kebijakan luar negri Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan palestina tidak pernah berhenti untuk membantu palestina memperjuangkan kemerdekaanya.

            Langlah strategis pertama untuk mendekatkan diri dengan rakyat palestina, Indonesia membuat konsulat kehormatan Republik Indonesia di Ramalah. Kemudian dalam forum forum Internasional,Indonesia sangat Aktif memfasilitasi forum forum yang membahas masalah Palaestina dan Israel, Pada tahun 2016 Indonesia menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi luar biasa OKI ke 15 dengan pembahasan mengenai palestina dan Al Qudus. Sebelumnya pada tahun 2015 Indonesia juga menjadi tuan rumah International Conference on the question of Jerusalem. Kemudian Indonesia Juga aktif dalam forum peace conference yang di fasilitasi oleh Negara Francis. Indonesia juga yang mendorong pertemuan tingkat mentri OKI pasca kerusuhan yang terjadi di Yerusalem.KTM OKI di lanksanakan di Istanbul Turki pada tahun 2017. Indonesia Juga memperkuat capacity building bagi rakyat palestina, sejauh ini Indonesia banyak sekali memberikan pelatihan-pelatihan kepada ribuan warga Palestina mencangkup program Unggulan dan ini tidak menyurutkat langkah Indonesia untuk terus membela Palestina. Presiden Jokowi dodo pada Konferensi trilateral ulama Indonesia-Afganistan dan Pakistan menyatakan sikap yang sangat tegas terhadap pemindahan Kedutaan Amerika ke Yerusalem. Dalam konferensi tersebut Presiden Jokowi dodo mengecam keras keputusan presiden Amerika Donald Trump yang memindahkan Kedutaan Amerika ke Yerusalem. Presiden Jokowi juga mendesak kepada dewan keamanan PBB untuk membahas Isu tersebut dan mengambil langkah selanjutnya, sikap tegas presiden Jokowi dodo adalan bentuk bahwa Indonesia masih pada sikap mendukung perjuangan kemerdekaan palestina.

            Pada sidang mejlis Umum perserikatan Bangsa bangsa yang ke 75, presiden Jokowi dodo meyatakan sikap dukungan kepada kemerdekaan Palestina, presiden Jokowi Dodo mengatakan bahwa "Palestina adalah satu-satunya Negara yang hadir di konferensi bandung(konferensi Asia-Afrika), yang sampai sekarang belum menikmati kemerdekaanya, Indonesia Terus Konsisten memberikan dukungan bagi palestina untuk mendapati hak-haknya".  Indonesia tidak hanya lantang bersuara pada forum-forum Internasional untuk mendukung Kemerdekaan Palestina, akan tetapi Bantuan kemanusiaan terus mengalir bagai Air mulai dari Berton Ton Terigu untuk membuat Roti, membangun Rumah Sakin Besar, membangun banyak pabrik Roti, membangun Sekolah sekolah yang rusak akibat perang, Rakyat Indonesiapun tidak lelah untuk menggalang dana untuk membantu rakyat palestina, ini merupakan suatu langkah yang sangat strategis untuk membantu perjuangan kemerdekaan Palestina, tercipta kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk kemerdekaan Palestina.

                PENUTUP

            Indonesia sejak lama mendukung kemerdekaan palestina, Mulai dari presiden Pertama Indonesia Ir.Soekarno hingga Presiden ke Tujuh Indonesia Bapak Joko widodo. Presiden joko widodo secara terbuka tetap menyuarakan dukungannya kepada Palestina. Bahkan ketika dulu gaza di gempur oleh bom-bom Israel hingga kondisi Gaza porak poranda, banyak korban meninggal , luka-luka serta banyak warga palestina yang di penjarakan oleh Israel. Ketika dunia Arab masih sibuk dengan urusannya masing masing, masyarakat Indonesia sibuk mendirikan Rumah Sakit dan Pabrik Roti di Gaza.

            Kemudian dalam kasus presiden Amerika Donald Trump yang memindahkan Ibu kota ke Yerusalem, pemerintah dan masyarakat Indonesia bersama sama menolak keputusan ini. Dan seharusnya negara negara Arab ikut sama sama menyuarakan ketidak setujuan kebijakan presiden Amerika Donal Trump.akan tetapi politik luar negri Indonesia menghindari cara-cara bersuara keras memperjuangkan sikapnya. Langkah strategis yang di implementasikan dalam kebijakan Luar negri Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina sudah sangat baik dan sikapnya tidak berubah walau banyak tekanan dari banyak negara pendukung Israel.

Karena itu contoh Indonesia seperti itu perlu di share ke negara negara timur tengah untuk mengenyampingkan masalah msalah politik wilayahnya masing-masing dengan menghilangkan sekat-sekat sektarian termasuk soal Konflik Internal Dunia Islam dan fokus menghadapi common issue yaitu masalah perdamaian Palestina.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun