Mohon tunggu...
Rha Firdha
Rha Firdha Mohon Tunggu... Mahasiswa - Pelajar

Dream Beyond The Limits

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Al Quran Kita dan Toleransi di Indonesia

5 Desember 2021   17:50 Diperbarui: 5 Desember 2021   18:06 153 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Al-Qur’an dengan berbagai kemuliaan telah membahas banyak fenomena yang terjadi dalam sejarah panjang dunia. Sekalipun umat manusia terus mengalami perubahan dinamis dan signifikan, hingga saat ini pesan-pesan Al-Qur’an tetap menjadi referensi yang logis serta universal. Al-Qur’an bukanlah sebuah wahyu yang diturunkan di zaman modern, namun ia dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan manusia bahkan hingga akhir zaman kelak. 

Kelebihan dan kemukjizatan ini tentu memberikan kita berbagai petunjuk dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Baik dalam hal interaksi kita kepada Allah (hablun minallah) atau interaksi kita dengan manusia lain (hablun minannas).

Dua bentuk interaksi di atas tentu memiliki lingkup pembahasannya masing-masing. Sebagai individu, kita memiliki hak dan kewajiban atas hablun minallah.

Dimana peraturan ibadah yang kita dapatkan sebagai umat beriman telah sempurna dalam rangkaian dakwah Rasulullah SAW. Sedangkan sebagai makhluk sosial, kita memiliki hak dan kewajiban atas hablun minannas dimana pada hal ini, kita akan dihadapkan pada perubahan-perubahan sosial yang terus mengalami pergerakan.

Dalam kehidupan sosial yang modern ini, kita mendapatkan dua tuntutan. Yakni kemampuan untuk beradaptasi sekaligus membatasi. Dua hal tersebut menjadi begitu penting mengingat berbagai macam perbedaan yang harus kita hadapi sebagai individu dalam masyarakat. Permasalahan mengenai perbedaan tentu akan kita temui dalam berbagai macam kesempatan. 

Terlebih, sebagai manusia modern, sangat memungkinkan bagi kita untuk melakukan interaksi dengan jangkauan dan latar belakang yang luas. Oleh karena itu, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa perihal toleransi adalah sebuah titik yang penting untuk dibahas.

Kerukunan dan toleransi sejati tidaklah dibentuk melalui upaya formal atau paksaan. Jika yang terjadi adalah upaya tersebut, maka dapat dikatakan sebagai bentuk toleransi semu. 

Toleransi dan kerukunan sejatinya tumbuh dari rasa kesadaran serta ketulusan hari nurani bagi siapapun yang terlibat di dalamnya. Dengan begitu, kita sebagai masyarakat hendaknya mengupayakan bersama perwujudan sikap toleran yang tinggi guna kerukunan yang menjamin kehidupan sosial dengan baik.

Dalam Islam, toleransi disebut dengan ‘al-samahah’. Konsep mengenai ‘al-samahah’  ini dapat kita temukan dalam penyebutan pada ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits. Konsep mengenai toleransi, khususnya toleransi beragama yang dimaksudkan Islam tentu hendaknya dipahami dengan baik oleh umat. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang fatal karena toleransi beragama adalah suatu hal yang mengandung batasan berupa akidah yang mutlak dan tidak dapat diubah-ubah.

Kata toleransi dalam bahasa Arab pada dasarnya berasal dari kata:  َسمَحَ yang dalam bahasa Indonesia bermakna: memberikan, memberi izin, dan membolehkan. Kemudian, terdapat pula kata  َسمُحَ dimana huruf mim nya berharakat dhammah. Dalam hal ini dapat bermakna: toleran atau murah hati. Apabila  َسمْحٌ dengan posisi huruf mim sukun, pun diartikan sebagai toleransi. 

Kata ini juga memiliki banyak persamaan, yakni:   كَرِيْمٌ  =  جَوَادٌ=  رَحْبُ الصَّدْرِ (kelapangan dada, yang dermawan, murah hati). Adapun kata  سَمَاحٌ =سَمَاحَة.  yang selain bermakna sebagai toleransi, juga bermakna sebagai: ijin,  legitimasi, maaf, keadaan lapang dada, dan kedermawanan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan