Mohon tunggu...
De Kils Difa
De Kils Difa Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penikmat

Berkarya Tiada BAtaS

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

[RTC] Teruntuk Sepasang Sahabat yang Telah Hilang

1 Februari 2021   09:47 Diperbarui: 1 Februari 2021   09:54 261
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Teruntuk kalian...

Sepasang sahabat yang telah lama ku tinggal demi meraih impian Emak Bapak di rumah.

Kurang lebih 5 tahun aku tak lagi bercengkrama dengan kalian. Boro-boro bisa bermain, bercanda, berlarian atau, apalah itu...., melihat foto terbaru kalian saja aku tak pernah. Entahlah, sebegitunya Emak memisahkan dan memutuskan jalinan persahabatan kita demi aku fokus pada cita-cita Emak Bapak.

Padahal selama ini kita tak pernah terpisahkan. Di mana ada aku, di situ kalian berdua menemani. Dari pagi hingga sore, menjadi waktu terindah kita merangkai sejarah bersama. Menyusun manis pahit cerita layaknya para pecinta-pecinta tangguh.

Masih teringat jelas saat kita asyik bermain di tengah lapang, lalu tiba-tiba datang hujan tanpa ada yang meminta. Kita berlarian. Berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan ke gubuk ujung jalan. Aku sampai terjatuh, tapi kalian tetap meninggalkanku dengan muka nyengir tak berdosa. Hahahaha....

Kini..

Saat aku berkutat dengan lembar-lembar kertas jelang kelulusan, berita duka itu sampai ke telingaku oleh seseorang yang tak ku kenal. Tidak ada kabar dari Emak atau Bapak tentang apa yang terjadi terhadap kalian. Emak dan Bapak hanya mengabarkan bahwa mereka selamat dan dalam keadaan sehat-sehat wal 'afiat. Sementara kalian? Wallahu a'alam.

Aku tak berdaya, pantes saja saat hari dimana bencana banjir itu datang hati ini dag dig dug tak seperti biasanya. Bahkan kopi yang biasanya aku minum, terasa sangat pahit (setelah dicek, aku lupa ngasih gula). Ahhhhh.... kalian terlalu cepat meninggalkanku. Padahal aku ingin sekali kalian menyaksikan aku memakai 'pakaian kebesaran' setiap orang yang lulus belajar.

Dalam kamar ini, aku menatap dan meratapi foto lama yang masih tersimpan rapi di dalam dompet. Berharap suatu waktu kita bisa bermain dan bergembira bersama di tempat yang sama kita sukai. Meski itu tidak akan mungkin lagi.

Aku berjanji walau kalian sudah tiada, besok saat aku kembali dari perantauan ini, akan aku jaga dan asuh dengan baik bayi milik kalian yang al-hamdulillah bisa terselamatkan. Aku akan rawat dan sayangi sebagaimana aku menyayangi kalian. Aku akan ajarkan kepadanya, dia harus jadi makhluk yang tangguh, berani, dan hebat meski tanpa orang tua disisinya. Aku akan jadikan dia, sebagai sosok KAMBING terbaik di seantero negeri layaknya kalian berdua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun