Mohon tunggu...
Fikri At Tamimy
Fikri At Tamimy Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Lahir di Banjarmasin, Kalimantan selatan pada 11 oktober 1993. menghabiskan masa kecil di pondok tahfiz qur'an Al-Ihsan Banjarmasin, dan melewati masa-masa sekolah di pondok pesantran Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai,Kalimantan Selatan. Dan sekarang terdaftar sebagai mahasiwa di fakultas psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Apa yang Dimaksud dengan Pemprosesan Bottom-Up dan Pemprosesan Top-Down?

18 Oktober 2013   08:54 Diperbarui: 24 Juni 2015   06:23 32630 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bagaimana kita dapat menyenali suatu pola yang belum kita ketahui sepenuhnya ?? apakah kita dapat mengenali ayah atau ibu kita hanya dengan sekilas melihat dari kejauhan pakaian yang digunakannya ? atau kita hanya sekilas melihat mereka dari belakang ?? atau hanya melihat bagian tangan dan kaki mereka ?? atau kita mengenali bagian-bagian tersebut karena kita telah mengenal dengan baik orang tua kita ??

Terdapat dua macam teori yang dapat menjelaskan hal ini, teori yang pertama adalah pemprosesan bottom-up, dan teori yang kedua adalah pemprosesan top-down.

1. Pemprosesan Bottom-Up : Adalah teori yang mengajukan gagasan bahwa proses pengenalan suatu objek diawali dengan indentifikasi kita terhadap bagian-bagain spesifik dari suatu objek yang kita amati, yang menjadi landasan bagi pengenalan objek tersebut secara kesuluruhan. Contohnya seperti hal yang diatas, kita dapat mengetahui ayah kita hanya dengan melihat sekilas anggota tubuhnya tanpa melihat keseluruhan, nah, mengapa kita dapat mengenali ayah kita secara langsung hanya dengan melihat sekilas anggota tubuhnya ?? karena kita melakukan proses identifikasi terhadap bagian-bagian spesifik terhadap objek yang kita amati (ayah kita). Proses yang seperti ini masuk dalam teori bottom-up.

2.PemprosesanTop-Down : Adalah teori yang menyatakan bahwa proses pengenalan suatu objek yang kita amati adalah diawali dengan oleh suatu hipotesis mengenai identitas suatu pola (objek yang diamati), yang diikuti oleh pengenalan bagian-bagian pola tersebut berdasarkan asumsi yang telah dibuat sebelumnya.

Palmer (1975b) menyatakan bahwa dalam sebagian besar situasi, interpretasi terhadap bagian-bagian dan keseluruhan pola terjadi secara bersamaan antara bottom-up dan top-down. Palmer mencontohkan dalam pengenalan bagian-bagian suatu wajah dengan konteks dan tanpa konteks, bagian-bagian wajah dapat dikenali dengan mudah ketika ditempatkan dalam konteks yang tepat, dan bagian-bagian wajah menjadi bentuk yang ambigu ketika ditempatkan sendiri-sendiri, meskipun dapat dikenali ketika bagian-bagian wajah tersebut diperlengkapi dengan lebih banyak informasi yang detail.

“Bagaimana seseorang dapat mengenali sebuah wajah sebelum ia pertama-tama mengenali adanya mata, hidung, mulut, dan telinga ?? Namun bagaimana pula seseorang dapat mengenali mata, hidung, mulut, dan telinga sebelum ia mengetahui bahwa bagian-bagian tersebut adalah merupakan bagian-bagian dari wajah ?? Hal ini sering kali disebut sebagai parsing paradox, yang meliputi kesulitan-kesulitan yang kita jumpai ketika kita menggunakan strategi “bottom up” (bagian ke-keseluruhan) atau strategi “top-down” (keseluruhan ke-bagian) murni dalam pemprosesan interpretative. (1975b, hal. 295-296)”

Pemprosesan top-down memerlukan sejumlah waktu dalam pelaksanaannya, para peneliti yang meneliti pengenalan wajah telah menemukan bahwawajah dapat diinterpretasikan berdasarkan bagian-bagiannya dan berdasarkan konfigurasi keseluruhan dari bagian-bagain tersebut, yang lebih superior dibandingkan hanya dengan identifikasi terhadap bagian-bagian dalam mengenali wajah. Susan dan rekannya R. Diamond (1977) dari Universitas Harvard menemukan bahwa anak-anak seringkali mengalami kesulian menggunakan informasi konfigurasional dan seringkali membuat kekeliruan ketika sebuah wajah yang baru yang belum pernah mereka kenal sebelumnya ditampilkan menggunakan topi dan syal yang sebelumnya dikenakan oleh seseorang yang mereka kenal, topi dan syal yang digunakan orang yang mereka kenal tersebut tampak familiar sehingga ketika digunakan oleh seseorang yang tidak mereka kenal, maka orang yang tidak mereka kenal itu tampak familiar bagi mereka dikarenakan orang tersebut memakai topi dan syal yang dikenal mereka.

Demikianlah sekilas pandang tentang pemprosesan Bottom-up dan pemprosesan Top-Down, semoga bermanfaat bagi para pembaca semua. Amin

By_Muhammad Fikri At-Tamimy

Referensi : Solso, Otto Maclin, Kimberly Maclin. Psikologi Kognitif Edisi Kedelapan. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan