Mohon tunggu...
Fiki Dwi sembilan
Fiki Dwi sembilan Mohon Tunggu... Mahasiswi

English departement of IAIN Jember

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Mengenal Filsafat dan Filsafat Pendidikan Islam secara Dasar

7 April 2020   09:15 Diperbarui: 7 April 2020   09:44 140 0 0 Mohon Tunggu...

Abstrak: Filsafat tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia, karena sejarah filsafat erat kaitannya dengan sejarah manusia pada masa lampau. Filsafat yang dijadikan sebagai pandangan hidup, erat kaitannya dnegan nilai-nilai tentang manusia yang dianggap benar sebagai pandangan hidup oleh suatu masyarakat atau bangsa untuk mewujudkannya yang terkandung dalam filsafat tersebut. Oleh karena itu suatu filsafat yang diyakini oleh suatu masyarakat atau bangsa akan berkaitan erat dengan sistem pendidikan yang diraaskan oleh masyarakat dan bangsa tersebut.

Kata kunci: Filsafat, Filsafat Pendidikan, Agama Islam

Salah satu tokoh bernama Jalaluddin dan Said menjelaskan bahwasanya apa yang menjadi objek filsafat yaitu dari ruang lingkup yang menjangkau permasalahan manusia. Alam semesta juga disebut objek filsafat. Namun secara khusus, ruang lingkup filsafat yaitu; Merumuskan hakikat pendidikan, Merumuskan manusia sebagai subjek, Merumuskan hubungan antara filsafat, filsafat pendidikan, agama dan budaya, Merumuskan hubungan antara filsafat, filsafat pendidikan, dan teori pendidikan, Merumuskan hubungan antara negara, filsafat pendidikan, dan politik pendidikan, serta Merumuskan nilai norma atau moral pendidikan.

Pada penjabaran Filsafat Pendidikan diatas, dapat kita ketahui bahwa Filsafat Pendidikan adalah secara umumnya dan Filsafat Pendidikan Islam adalah secara khususnya, ialah bagian dari ilmu Filsafat. Maka untuk memperdalam ilmu Filsafat, perlu memahami lebih dahulu tentang pengertian filsafat terutama dalam hubungan dengan pendidikan, khususnya pendidikan islam.


Selanjutnya, Prof. DR. H. Ramayulis menulis bahwa ruang lingkup filsafat pendidikan Islam sama seperti ruang lingkup pada filsafat secara umum yang meliputi kosmologi, ontologi, epistimologi dan aksiologi. Penjelasannya adalah sebagai berikut; Kosmologi (manusia adalah ciptaan tuhan), ontologi (asal alam semesta), Epistimologi (sumber pengetahuan manusia), aksiologi (berkaitan dengan nilai).


Sebenarnya, Tujuan awal Filsafat Pendidikan Islam yaitu diharapkan bagi generasi modern mencontoh sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW, menjalankan sunnah Nabi, dan mengamalkan ilmu terhadap sesame umat muslim. Pendidikan islam bertugas mempertahankan, menanamkan dan mengembangkan kelangsungan berjalannya nilai islami yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits. Sejalan dengan tuntutan kemajuan atau modernisasi kehidupan masyarakat akibat pengaruh budaya asing yang masuk, Pendidikan islam memberikan fleksibilitas perkembangan nilai-nilai dalam ruang lingkup konfigurasinya. Nilai islami yang seharusnya dikembangkan pada setiap individu melalui proses kependidikan adalah berwatak dinamis dalam konfigurasi normatif yang tak berubah sepanjang masa.  


Dalam dunia keislaman, ajaran filsafat pendidikan Islam lah yang berperan sebagai pondasi atau dasar proses pembelajaran yang akan di aplikasikan. Jika pendidikan menjadi dasar pelaksanaan tercapainya suatu tujuan, maka fungsi dari filsafat pendidikan Islam pedoman atau acuan untuk pembelajaran itu sendiri. 

Demi tercapainya suatu tujuan Pembelajaran, Filsafat Pendidikan Islam harus meletakkan dasar pemikiran terhadap konsep tentang akhlak mulia. Segala aspek dalam pendidikan, pasti mempunyai fungsi nya masing-masing. Dalam mengkaji sesuatu, kita harus paham betul mengenai fungsinya. Hasan langgulung mengutarakan pendapat nya mengenai fungsi Filsafat Pendidikan Islam diantaranya; sebagai memberi pemahaman pada sistem pembelajaran, membimbing asas pendidikan, menerima perubahan dasar, dan lain-lain.

Dapat disimpulkan bahwa dalam pendidikan, harus ada pembaharuan serta menciptakan inovasi terbaru agar mengikuti perkembangan zaman sekarang maupun yang akan datang. Karena pada dasarnya, pendidikan untuk menyiapkan generasi muda untuk masa depan yang lebih cerah.
Tentunya dalam proses pembelajaran, dibutuhkan cara atau metode yang akan digunakan. Dalam segala aspek, kita perlu melihat baik dari pengajaran maupun dari segi peserta didik. Sebagai pendidik, kita harus bisa membimbing, mengarahkan dan membina individu menjadi orang mandiri, dewasa dalam kepribadian maupun pemikirannya, sehingga mampu menanamkan nilai-nilai islam dalam tingkah lakunya sehari-hari. Bukan hanya mengajarkan tetapi pendidik juga harus memberi contoh baik kepada peserta didik, guna melancarkan hubungan timbal balik antara keduanya.

Adapun metode Filsafat Pendidikan Islam diantarnya; Spekulasi dan Kontemplasi ( pemikiran dan merenung), normatif (aturan perbuatan), Analisa konsep dan Analisa Bahasa (gagasan/ide), Historical Philosophy Approach (pendekatan History), Metode Deduktif, dan metode terpadu.

Untuk lebih memahami secara mendalam, kita perlu memahami hubungan antara filsafat dengan teori pendidikan, yakni;  Dalam analisa filsafat, ilmu filsafat adalah salah satu cara pendekatan oleh para ahli pendidikan dalam memecahkan masalah pendidikan, dan menyusun teori pendidikan. 

Selanjutnya, Ilmu Filsafat berfungsi mengarahkan teori pendidikan yang telah dikembangkan oleh ahlinya, menurut pandangan yang mempunyai hubungan dengan kehidupan nyata. Artinya mengarahkan teori yang telah dikembangkan para ahli, agar bisa terealisasikan pada praktik pendidikan sesuai dengan kebutuhan yang sedang berkembang dalam masyarakat. Perlu diketahui bahwa baik ilmu filsafat maupun filsafat pendidikan, pasti bertujuan memberi petunjuk dalam pengembangan teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan. Praktek pendidikan yang dilandaskan pendidikan filsafat tertentu, akan menghasilkan bentuk pendidikan tertentu pula.


Jika ada hubungan, pasti terdapat perbedaan antara Filsafat Pendidikan, Teori, dan Praktek Pendidikan. Perbedaan tersebut ada karena metode, objek, sistematika Filsafat Pendidikan dan Teori Pendidikan berbeda. Dapat disimpulkan bahwa sesuatu tetap akan memiliki perbedaan meskipun hubungan nya begitu erat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x