Mohon tunggu...
Dzulfikar
Dzulfikar Mohon Tunggu... Content Creator

SEO Content Writer yang mencoba menafsirkan ide dengan kumpulan kata yang sederhana. Aktif menulis di blog bangdzul.com dan menvisualisasikannya di vlog youtube.com/dzulfikaralala

Selanjutnya

Tutup

Thrkompasiana Artikel Utama

Bermaafan Secara Virtual Tak Mengurangi Keikhlasan

22 Mei 2020   23:36 Diperbarui: 24 Mei 2020   02:51 133 9 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bermaafan Secara Virtual Tak Mengurangi Keikhlasan
Ilustrasi Bermaafan (dok.pribadi)

Tahun 2020 buat saya adalah tahun bermaafan. Ada sebuah momen di awal tahun yang membuat saya terbuka pikirannya. Beberapa kali saya sharing tentang resep hidup sehat, salah satunya adalah sehat pikiran.

Nah, sumber penyakit itu ternyata secara tidak sadar kita bawa dan mengendap sehingga menjadi penyakit. Entah itu sakit kepala, pegal-pegal di pundak dan sebagainya. Kata orang sih itu gejala psikosomatik.

Beruntung saya hadir dalam sesi sehat bersama Ketapels di awal tahun. Asli, sepulang dari acara tersebut saya mendapatkan banyak pencerahan. Salah satunya adalah sharing dari mbak Mey tentang bagaimana memaafkan dan mencintai orang lain.

To Love and To Forgive

 Dua frasa tersebut sebenarnya sangat sederhana sekali. Bahkan dalam agama yang saya anut sebenarnya ini menjadi inti dari silaturahmi. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa sebaik-baiknya orang adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. 

Nah, orang yang bermanfaat itu tentu adalah orang yang pandai menggembirakan orang lain. Jadi sebenarnya itu esensi dari sebuah agama,

Malahan Rasulullah dalam kesehariannya memberikan teladan yang sangat luhur. Betapa luhurnya sifat dan kasih sayang Rasul kepada para pengikutnya bahkan orang yang membencinya, sampai-sampai Rasul itu menyuapi seorang Yahudi buta yang sering memaki-maki Rasul. 

Bahkan dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Rasul sering dilempari kotoran orang seseorang. Ketika pelempar kotoran itu sakit, justru Rasul lah yang pertama kali menjenguknya. 

Ini membuktikan bahwa Rasulullah SAW adalah sosok yang welas asih, mulia, tidak baperan, dan selalu enteng memaafkan orang lain apapun perilakunya yang di luar batas wajar. 

Yuk Lebih Sehat dengan Memaafkan

Memaafkan ini saya rasa bukan hanya memaafkan orang lain saja lho. Tapi juga memaafkan diri sendiri dan memakluminya. Contoh jika ada keinginan yang belum terlaksana karena satu dan lain hal, jangan pernah menyalahkan diri sendiri. Tapi, maafkanlah, mungkin rezekinya memang belum ada di situ.

Apalagi dengan orang lain. Jika orang lain pernah melakukan kesalahan kepada kita, ya sudah maafkan saja dengan lapang dada. Toh, orang-orang yang berbesar hati memberikan maaf kepada orang lain yang mendzaliminya justru akan dijanjikan pahala dan syurga. 

Bermaafan Secara Virtual

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x