Mohon tunggu...
Fidza Sholichati Ainafa
Fidza Sholichati Ainafa Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Chill out, Hangout, Cumlaude

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Peran Modal Sosial pada Kelompok Tani dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Desa Jurang Jero

27 Oktober 2022   09:37 Diperbarui: 27 Oktober 2022   14:15 214
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Nama              : Fidza Sholichati Ainafa

NIM                 : 21107020036

Kelas               : Sosiologi A

Mata Kuliah: Teori Sosiologi Modern

Dosen Pengampu : Bapak B.J. Sujibto, S.Sos., M.A.

Artikel disusun untuk memenuhi tugas UTS Teori Sosiologi Modern. 

Pada tanggal 24 Oktober 2022, saya melakukan wawancara dengan Bapak Istajib Fatkhurrahman (51 tahun) selaku penggagas, deklarator dan penasehat kelompok tani di Desa Jurang Jero, Tembarak, Temanggung. 

Dalam wawancara, informan menceritakan tentang sejarah, kegiatan, asas, dan hambatan yang dialami oleh kelompok tani. Awal terbentuknya kelompok tani ini adalah kesadaran akan pentingnya persiapan untuk masa depan tani di desa tersebut. 

Dimana 99% karang tarunanya saat itu bekerja sebagai petani. Selain itu, kebijakan pemerintah tentang penurunan bantuan pupuk yang mengharuskan adanya kelompok tani beranggotakan minimal 13 orang juga menjadi alasan khusus dibentuknya kelompok tani bernama Luwes 2 ini. 

Masalah yang sering dihadapi oleh petani di desa Jurang Jero adalah minimnya pasokan pupuk, padahal pupuk tersebut sangat dibutuhkan untuk tanaman. Melalui kelompok tani Luwes 2, disusunlah RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) untuk diajukan kepada dinas pertanian agar mendapat subsidi meliputi kebutuhan benih, pupuk, alat, dan mesin pertanian serta modal kerja yang dibutuhkan petani. RDKK ini dibuat setiap tahun.

Kelompok tani Luwes 2 juga membuat program lain, seperti pengadaan kebun pisang bersama, taman desa, dan penanaman pohon sebagai bentuk pelestarian lingkungan hidup. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun