Mohon tunggu...
Efwe
Efwe Mohon Tunggu... Administrasi - Officer yang Menulis

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Tak Ada yang Perlu Dikhawatirkan dengan Bunga Bank Nol Persen

17 September 2022   12:33 Diperbarui: 18 September 2022   11:47 1165
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menurut data dari Bank Indonesia, hingga April 2022 dana pihak ketiga di industri perbankan Indonesia mencapai Rp. 7.242,8 triliun, naik 10,3 persen secara Year on Year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

Dana pihak ketiga berupa tabungan justru tunbuh lebih tinggi yakni sebesar 15,8 persen menjadi Rp.2.543,5 triliun dibandingkan dengan pertumbuhan simpanan berjangka alias deposito yang hanya tumbuh 0,8 persen.

Padahal suku bunga deposito jauh lebih tinggi dibandingkan suku bunga tabungan yang dalam beberapa waktu terakhir terus menukik hingga nol persen.

Hal tersebut, bisa dijadikan bagian dari ukuran yang menunjukan bahwa tinggi rendahnya suku bunga tak akan terlalu berpengaruh terhadap industri perbankan secara keseluruhan.

Sekaligus menunjukan bahwa memang telah terjadi shifting perilaku nasabah perbankan Indonesia.

Masyarakat sudah berpikir lebih fleksibel, jika mereka ingin mendapatkan imbal hasil atau suku bunga yang menarik sesuai ekspektasinya, produk perbankan bukan tempat yang tepat untuk dipilih, tetapi produk investasi lah yang akan mereka pilih.

Di sisi yang berbeda, kondisi naik turunnya suku bunga perbankan adalah sesuatu yang normal terjadi, mungkin karena berbagai alasan teknis saat ini bunga bank hanya nol persen.

Di waktu yang berbeda, dengan alasan teknis pula sangat mungkin bunga bank kembali melejit naik. Jadi bunga nol persen yang dirilis bank, tak perlu juga terlalu dikhawatirkan apalagi di tarik-tarik seolah "something big will happen in banking industry in Indonesia."

Bunga bank nol persen sudah lama terjadi di Jepang dan sejumlah negara-negara di Eropa, bahkan suku bunga yang ditawarkan bisa minus.

Menurut beberapa sumber referensi yang saya dapatkan, saat ini suku bunga acuan bank sentral Jepang minus 0,1 persen, kemudian Swiss di Eropa suku bunganya minus 0,25 persen.

Padahal secara fundamental, perbankan Indonesia dan perbankan Jepang atau Swiss tak jauh berbeda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun