Mohon tunggu...
Efwe
Efwe Mohon Tunggu... Administrasi - Officer yang Menulis

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Zakiah Aini dan Perempuan dalam Pusaran Aksi Terorisme

3 April 2021   10:03 Diperbarui: 3 April 2021   11:09 744
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tetapi tetap saja kelompok fundamentalis Islam paling sedikit menggunakan perempuan sebagai kombatan yang secara langsung aktif melakukan aksi teror.

Menurut Robert A Pape dalam bukunya "Dying to Win: The Strategic Logic of Suicide Terrorism".  Terdapat banyak variasi perempuan yang menjadi ekskutor teror termasuk di dalamnya pelaku bom bunuh diri.

Dari segi usia misalnya, pelaku bom bunuh diri perempuan mengikuti tren usia yang sama dengan pria, mereka biasanya berusia awal hingga pertengahan 20-an.

Sebenarnya mereka cenderung lebih sekuler dibandingkan yang diperkirakan dengan status sosial yang sangat variatif.

Lantas kenapa trend dan pola aksi-aksi perempuan menjadi eksekutor terus meningkat?

Terdapat sejumlah alasan mengapa perempuan menjadi kini lebih sering digunakan sebagai pelaku bom bunuh diri oleh kelompok teroris.

Mereka dianggap sebagai senjata berisiko rendah, tak terlalu membutuhkan teknologi tinggi dan tentu saja biayanya pun sangat minimal.

Mereka juga tak membutuhkan banyak pelatihan, asal cuci otak berhasil dilakukan. Kemudian ya berkaitan dengan stereotip jender, perempuan yang dianggap lemah tak mungkin melakukan kekerasan, menjadi keuntungan tersendiri.

Dalam teknis pelaksanaan pun perempuan lebih diuntungkan. Ketika melewati pemeriksaan keamanan misalnya mereka akan lebih mudah, bisa saja perempuan tersebut berpura-pura hamil.

Padahal di dalam "kandungannya" itu berisi bom, dengan kondisi hamil sudah hampir dapat dipastikan ia tak diperiksa aparat 

Kemudian ia pun bisa berpakaian tak "Islami" untuk menyamarkan identitasnya agar tak dicurigai. Dan untuk masalah ekspos media, eksekutor perempuan pun sangat tinggi seperti yang diharapkan oleh mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun