Mohon tunggu...
Fery. W
Fery. W Mohon Tunggu... Analyst

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Skandal Harley Davidson dan Brompton Menghantam Garuda

3 Desember 2019   14:26 Diperbarui: 3 Desember 2019   14:29 0 12 3 Mohon Tunggu...
Skandal  Harley Davidson dan Brompton Menghantam Garuda
Kompas.com

Rupaya membawa nama perusahaan high profile seperti Garuda Indonesia Airways itu sangat berat. Setelah kisruh rekayasa laporan keuangan, rame-rame dengan vloger terkait daftar menu, hingga hubungan "kawin cerai" dengan Sriwijaya Air. 

Kali ini Garuda kembali diramaikan dengan isu berbau skandal berkaitan dengan memasukan barang-barang yang diduga ilegal ke Indonesia dengan memakai pesawat baru pesanan Garuda Airbus A330-900 Neo.

Menurut Kasubdit Humas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro. Kejadian ini berawal dari kedatangan pesawat Airbus 330-900 yang dipesan oleh Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia Airways tiba di Jakarta pada tanggal 17 November lalu dari pabrik pembuatannya di Toulouse Perancis.

Nah dalam perjalanan tersebut pesawat itu mengangkut 10 crew dan 22 penumpang seperti yang tertulis dalam manifest penerbangan tersebut. eh ternyata dalam penerbangan tersebut kemudian terungkap ada 18 kotak yang dibawa di dalam kabin. Kemudian setelah diperiksa ternyata 15 kotak berisi pretelan Moge Harley Davidson dalam kondisi bekas pakai dan 3 kotak sisanya berisi sepeda merk Brampton dalam kondisi lepas.

Menurut Deni, seperti dilansir CNBCIndonesia.com barang-barang tersebut milik penumpang yang ada dalam penerbangan itu. Menurut aturan seharusnya dalam manifest penerbangan itu di declare kepada petugas barang apa saja yang dibawa dalam penerbangan tersebut. 

"Kondisi bekas engga boleh, kalau baru harus melunaskan kepabeaannya membayar bea masuk, PPn dan PPh," Ujar Deni, Selasa (03/12/19) hari ini, seperti yang saya kutip dari Suara.com.

Menanggapi kejadian ini Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan seperti yang dilansir CNBCIndonesia.com, penyelundupan dengan modus seperti ini sudah seringkali terjadi. Meski pengawasan yang dilakukan jajarannya sangat ketat tapi banyak pihak berusaha mengakalinya dengan berganti-ganti modus.

Ia pun menambahkan jika pun Dirjen Bea dan Cukai memperketat dan mempercanggih alat-alat untuk mendeteksi barang-barang selundupan namun para pihak yang memang berniat lancung selalu menemukan jalan untuk mengelabui petugas. Termasuk yah memakai event-event tertentu agar barang yang diselundupkan terkamuflase sehingga tak terbaca petugas

"Jadi ya kita akan terus memperbaiki penanganan kita, intelijen kita. Pajak dan Bea Cukai bersama-sama menangani. Dari pajak dan bea cukai atau dua-duanya secara sekaligus," ujarnya.

Menanggapi Skandal penyelundupan ini pihak Garuda kemudian melakukan klarifikasi, melalui Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan. Ia menyatakan Garuda sudah melakukan prosedur sesuai aturan yang berlaku. Jika memang barang dimasukan itu harus dibayar ya akan mereka bayar.

ia pun memaparkan bahwa area Garuda Maintanance Faslities (GMF) tempat kedatangan pesawat baru tersebut merupakan kawasan berikat di dalamnya juga berlaku hukum-hukum kepabeanan internasional. Jadi ketika pesawat itu mendarat, menurut ikhsan itu sudah di declare ke petugas bea cukai yang ada di kawasan tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN