Mohon tunggu...
Felix Sevanov Gilbert (FSG)
Felix Sevanov Gilbert (FSG) Mohon Tunggu... Freelancer - Fresh Graduate Ilmu Politik UPN Veteran Jakarta. Intern at Bawaslu DKI Jakarta (2021), Kementerian Sekretariat Negara (2021-2022), Kementerian Hukum dan HAM (2022-2023)

iseng menulis menyikapi fenomena, isu, dinamika yang kadang absurd tapi menarik masih pemula dan terus menjadi pemula yang selalu belajar pada pengalaman

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Vincenzo, Drama Mafia dan Bukti Kebobrokan Sebuah Negara

28 April 2021   12:50 Diperbarui: 28 April 2021   13:17 1117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Saat kau sering memanipulasi kebenaran, kau akan buta dengan kebenaran yang sesungguhnya."

Penggalan kata ini sempat dicetuskan oleh Vincenzo dalam sebuah adegan dimana ia berhadapan dengan rivalnya dalam kesempatan tertentu. Seketika, saya pun terngiang dengan penggalan kata yang singkat dan sederhana (yang tertera dalam subtitle, terlepas maknanya demikian ataupun bukan diartikan dalam bahasa Indonesia). Cuma bilamana demikian, tentu seakan kaget. Ini merupakan sebuah refleksi bagi kita sebagai manusia, bahwa di masa kini memang sebuah kebenaran menjadi sesuatu yang sangatlah sulit.

Bayangkan seperti perumpamaan bahwa di dunia atau di negeri kita sekarang, sebenarnya kita tidak kekurangan orang pintar namun kita kekurangan orang-orang yang jujur. Negeri ini sudah melahirkan banyak kader-kader generasi yang mumpuni secara akademik manjur, secara kemapanan dalam arti materi tentu dan pada akhirnya segalanya dirasa beliau merupakan sosok-sosok hebat yang patut dijadikan teladan tentunya oleh karena kiprah yang mereka jalani. Hanya saja poin pentingnya, apakah mereka bisa sepenuhnya menjalankan segala tuntutan amanah mereka dengan baik? Ini sempat disinggung, dan saya juga berkaca dalam film ini begitu bobroknya sebuah sistem di negeri ini dan mungkin dalam konteks Korea Selatan sebagai Negara Maju pun demikian.

Bayangkan, drama korea ini sekilas menjelaskan sesuatu atau sisi lain dari kehidupan gelap para negarawan-negarawan yang dirasa sangatlah berpengaruh. Nyatanya, mereka menyembunyikan sesuatu yang begitu ketahuan sontak mengagetkan tiap pasang mata. Vincenzo sendiri hadir bukan sebagai sosok yang jahat walaupun beliau memang berlatarbelakang penjahat. Dijelaskan dalam pengantar bahwa beliau adalah Consigliere Mafia di Italia. Dia adalah sosok yang penting secara hierarkhis sebagai penasehat kerja-kerja dari keluarga Mafia yang memang sudah membumi dalam kehidupan yang ada dalam Negara Italia. Bahkan sudah banyak yang berurusan dengan mereka, seolah semua sudah menjadi Sejarah yang tak mudah terelakkan begitu saja. Bukan berarti di negara kita ataupun Korea Selatan demikian.

Ibaratnya Vincenzo hadir bukan sekedar mau cari aman di Korea Selatan, memang dalam alur cerita menjelaskan bahwa ia ingin mengambil emas yang ada di Geumga Plaza serta merobohkannya untuk memuluskan kepentingan dia sebagai seorang Mafia sambil pula memang ada niatan 'cari aman' dari gejolak yang ditimbulkan akibat ulah saudara angkatnya, yaitu Paolo Cassano yang sedemikian keji menghalalkan segala cara guna memuluskan kekuasaannya menguasai segala lini mafia bahkan berjaring hingga seluruh Dunia yang dikhawatirkan akan menimbulkan masalah kedepan. Apalagi Vincenzo sendiri mengakui bahwa saudara angkatnya bukanlah sosok yang pandai, namun setelah Ayah Angkatnya meninggal memang otomatis semua diserahkan kepada Paolo dan Vincenzo sendiri hanya sebagai seorang Consigliere, bukan turun langsung untuk memimpin. Namun minimal sudah pasti cara-cara mafia yang masif tersebut sudah menjadi kehidupan dan seolah umum terjadi, dan kini dari cara-cara yang ia lakukan semua satu persatu dibukakan.

Kehidupan memang seolah berubah, namun pada akhirnya cara-cara lama tidak berubah tinggal disesuaikan pada kenyataan. Di Italia, memang seorang Vincenzo Cassano merupakan sosok yang terpandang, di awal episode ketika Dubes Italia sendiri akrab dengannya, kemudian pada episode tertentu manakala Kepala Kejaksaan Namdongbu dan anaknya sedang latihan sepakbola maka demikian datanglah Pemain Sepakbola Italia terkenal yang secara khusus datang untuk mau membantu anak sang Kepala Jaksa untuk ikut Sekolah Sepakbola di Italia sana.

Tentu semua atas campur tangan Vincenzo manakala momennya Kepala Jaksa mempersulit Choi Myung Hee, sang Jaksa Kejam yang sekarang bekerja di Wusang yang ketika itu memenjarakan Hong Cha Young, kawan Vincenzo sekaligus anak dari Hong Yu Chan, seorang pengacara ulung yang memang berniat untuk menolong kaum lemah berbeda dengan Pengacara dari Firma Wusang yang condong membela kepentingan pengusaha (mafia) pada umumnya.

Singkat cerita, situasi makin pelik manakala pada akhirnya Vincenzo sendiri yang awalnya tidak berurusan dengan Babel akhirnya jadi turun tangan membantu pengacara Hong Yu Chan (yang akhirnya ia wafat akibat ulah Choi Myung Hee yang bersekongkol dengan Wusang dan Babel). Babel sendiri memang sedang mengincar kawasan Geumga Plaza (titik dimana emas dari Vincenzo tersimpan) untuk dijadikan sebuah Menara atau Tower yang Multifungsi (ibarat gedung perkantoran pada umumnya).

Kemudian yang lebih mengagetkan lagi bahwa seseorang yang dekat dengan Hong Cha-Young yang dahulu juga merupakan bagian dari Wusang namun bertobat dan memimpin Jipuragi setelah tahu bahwa ayahnya selama ini wafat dan dizolimi, yaitu Jang Joon Woo merupakan otak dari segala usaha yang dilakukan Babel selama ini yaitu seorang anak magang yang polos dan terkesan cerdas karena lulusan Amerika malah berubah 180 derajat pada sosok aslinya sebagai Jang Han Seok, yaitu Bos Perusahaan yang dikenal psikopat dan licik. Sungguh sangatlah pelik namun pada akhirnya memang berusaha untuk dilawan. Saya pun kaget diawal manakala sosok Taecyeon yang memerankan Jang Joon Woo hadir sebagai Second Lead yang akan membantu kerja dari Cha Young dan Vincenzo melawan penindasan melainkan justru hadir sebagai sosok Antagonis yang dikenal cukup berbahaya.

Mengapa saya bisa bilang berbahaya? Karena satupun kesalahan yang ia lakukan bersama komplotannya tidak akan pernah disentuh oleh siapapun, bekingannya banyak dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi sekalipun. Disitulah kotornya kehidupan sistem birokrasi hukum dan politik yang mendera Korea Selatan sejauh ini dan tidak tersentuh oleh Media. Kurang lebih Vincenzo sendiri saya tangkap adalah sebagai bentuk propaganda menggambarkan segala sesuatu yang tidak terlihat menjadi nyata bahkan bilamana Petinggi Negara pada dunia nyata pun menonton dan menyimak pastilah akan tersentuh (jika mereka sadar dan punya hati).

Bayangkan, mungkin kesalahan seorang Jang Han Seok dan Babel sangatlah banyak ditambah Jaksa seperti Choi Myung Hee namun selalu lolos dan berujung pada lobi-lobi yang kesannya kompromistik. Semua karena uang, semua karena kuasa, semua karena kehebatan yang tentunya menjadi tanda tanya. Bayangkan bisnis Babel sendiri merupakan bisnis yang dikatakan haram jika dilakukan. Mulai dari Obat-Obatan yang nyatanya adalah Narkotika hingga Manipulasi Saham yang memang jelas diharamkan melalui Perusahaan-perusahaan cangkang demi mencari aman dari Pajak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun