Mohon tunggu...
Febyanti Safitri
Febyanti Safitri Mohon Tunggu... terima kasih

seorang Mahasiswi

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Peran Biokimia dalam Sayuran

19 Mei 2019   18:46 Diperbarui: 19 Mei 2019   19:01 0 0 0 Mohon Tunggu...

Biokimia, berasal dari dua kata, yaitu bio (artinya kehidupan) dan kimia. Biokimia dapat diartikan sebagai ilmu yang membahas tentang dasar-dasar kimia dari kehidupan. Biokimia juga dapat diartikan sebagai ilmu yang membahas tentang zat-zat kimia penyusun tubuh makhluk hidup, serta reaksi-reaksi dan proses kimia, yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup. Reaksi dan proses kimia yang berlangsung didalam tubuh makhluk hidup atau didalam sel, kita namakan metabolisme. Dengan definisi ini dapat dipahami bahwa biokimia mencakup atau bersinggungan dengan sebagian bahasan dalam biologi sel dan biologi molekuler.

Saat ini, penemuan-penemuan biokimia digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari genetika hingga dalam bidang biologi molekular dan dari pertanian hingga kedokteran. Biokimia juga memiliki peran strategis dan penting dalam menjelaskan bagaimana struktur kimia komponen hidup serta interaksinya membentuk struktur supramolekuler, sel, jaringan multiseluer hingga organisme. Selain itu, dalam ilmu biokimia juga dipelajari bagaimana makhluk hidup mengekstrak energi dari lingkungan untuk mempertahankan kehidupan, bagaimana proses penyimpanan dan lanjutan informasi untuk pertumbuhan dan replikasi, bagaimana perubahan kimia selama proses reproduksi, penuaan, kematian sel/organisme serta bagaimana kontrol reaksi-reaksi kimia dalam sel.

Penjelasan diatas merupakan contoh dari manfaat ilmu biokimia walaupun sebenarnya bukan hanya biokimia yang berperan disitu. Disana ada ilmu kedokteran, biologi, farmakologi, pertanian yang semuanya saling bersinergi karena kaitan pelajaran mereka masih sama yaitu membahas mengenai makhluk hidup, hanya saja kajian dan fokus masalah mereka berbeda. Hanya saja cakupan biokimia cukup luas karena membahas mengenai makhluk hidup. Sabagai salah satu contoh yaitu peranan biokimia pada sayuran yang sering kita jumpai dan konsumsi.

Peranan biokimia dalam penyimpanan sangat berpengaruh terhadap karakteristik komoditas sayuran yang meliputi respirasi, transpirasi, perubahan warna, perubahan tekstur, dan perubahan cita rasa. Fase hidup sayuran  yaitu diawali dengan proses perkembangan dengan terbentuknya organ yang dapat dimakan. Kemudian berlanjut pada periode yang memasuki daya guna maksimum hingga dapat dikonsumsi.

 Secara garis besar komponen kimia pada sayuran terdiri dari : air, karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, serta sedikit lipid. Buah dan sayur mengandung air yang cukup tinggi, berkisar antara 80 -- 90%. Karbohidrat dalam bentuk fruktosa dan glukosa banyak dijumpai pada kelompok buah, sedangkan pati dijumpai pada sayuran yang berasal dari umbi. Buah dan sayur mengandung protein dan asam amino yang relatif cukup rendah sehingga tidak diposisikan sebagai sumber protein bagi manusia. Komponen kimia yang penting pada sayuran adalah pigmen sebagai komponen pembentuk warna, asam-asam organik bersama-sama dengan karbohidrat sebagai komponen pembentuk cita rasa serta aroma buah dan sayur. Komponen penting penting lainnya adalah komponen pembentuk dinding sel, seperti protopektin, sellulosa, hemisellulosa dan lignin, yang secara khusus berhubungan dengan struktur sayuran.

Ditinjau dari segi nutrisi, pada sayuran lebih banyak dihubungkan dengan peranannya sebagai sumber vitamin, mineral-mineral baik makro dan mikro, serta sumber serat. Dalam perkembangannya dewasa ini, meskipun sebagian sudah diketahui sejak lama, telaah tentang hubungan pada sayuran dengan kesehatan semakin luas dari peranannya sebagai sumber nutrisi vitamin dan mineral. Peran kelompok fitokimia antioksidan, fitosterol (plant sterol) dan serat mendapat perhatian yang semakin tinggi jika dihubungkan dengan kesehatan.

Salah satu bahan kandungan sayuran sudah pasti terdiri dari komponen senyawa kimia yang menyusunnya, antara lain lemak, protein, air, karbohidrat, vitamin dan sebagainya. Sayuran sangat terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi. Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk membantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita.

Vitamin adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme organisme. Dipandang dari sisi enzimologi, vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisis dalam enzim. Sebagai salah satu komponen gizi, vitamin diperlukan memperlancar proses metabolisme tubuh, dan tidak berfungsi menghasilkan energi. Vitamin terlibat dalam proses enzimatik. Tubuh memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, namun jika kebutuhan yang sedikit itu tidak terpenuhi atau diabaikan, maka akan mengakibatkan terganggunya metabolisme didalam tubuh karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain.

Vitamin juga berperan dalam berbagai macam fungsi tubuh lainnya, termasuk regenerasi kulit, penglihatan, sistem susunan syaraf dan sistem kekebalan tubuh dan pembekuan darah. Tubuh membutuhkan jumlah yang berbeda untuk setiap vitamin. Setiap orang punya kebutuhan vitamin yang berbeda. Anak-anak, orang tua, orang yang menderita penyakit atau wanita hamil membutuhkan jumlah yang lebih tinggi akan beberapa vitamin dalam makanan mereka sehari-hari.

Pada umumnya vitamin tidak dapat dibuat sendiri oleh hewan (atau manusia) karena mereka tidak memiliki enzim untuk membentuknya, sehingga harus dipasok dari makanan. Akan tetapi, ada beberapa vitamin yang dapat dibuat dari zat-zat tertentu (disebut provitamin) didalam tubuh. Contoh vitamin yang mempunyai provitaminadalah vitamin D. Provitamin D banyak terdapat dijaringan bawah kulit. Vitamin lain yang disintesis didalam tubuh adalah vitamin K dan vitamin B12. Kedua macam vitamin tersebut disintetis di dalam usus oleh bakteri.

Secara garis besar, vitamin dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Hanya terdapat 2 vitamin yang larut dalam air, yaitu B dan C, sedangkan vitamin lainnya, yaitu vitamin A, D, E, dan K bersifat larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan adiposa (lemak) dan di dalam hati. Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh saat dibutuhkan. Beberapa jenis vitamin hanya dapat disimpan beberapa hari saja di dalam tubuh, sedangkan jenis vitamin lain dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya di dalam tubuh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2