Mohon tunggu...
Siti Fatmawati
Siti Fatmawati Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

Menulis dan menuangakan isi pikiran

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pesona Dubai

13 Februari 2024   01:18 Diperbarui: 13 Februari 2024   01:23 28
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Di tengah gurun pasir yang tandus,
Berdiri sebuah kota yang gemerlap dan megah.
Dubai, simbol kemewahan dan kekayaan,
Menggoda mata dengan kilauan yang mempesona.

Puncak-puncak pencakar langit menjulang tinggi,
Menyapa matahari terbenam dengan gemerlap senja.
Kilauan lampu-lampu bercahaya di malam hari,
Menciptakan pemandangan yang tak terlupakan.

Di tepi pantai, hotel-hotel mewah berdiri tegak,
Seperti istana modern di tepi samudera biru.
Kehidupan malam yang bersemangat dan berkilauan,
Menyuguhkan hiburan dan kegembiraan tanpa henti.

Di dalam mall-mall megah, belanja menjadi seni,
Dengan toko-toko mewah dan merek-merek terkenal.
Dubai, kota yang tak pernah lelap, tak pernah tidur,
Menjadi pusat mode, hiburan, dan kekayaan yang tak terbatas.

Namun di balik gemerlapnya, terdapat cerita,
Tentang kerja keras, inovasi, dan ambisi yang tak terpadamkan.
Dubai, bukti bahwa mimpi dapat menjadi nyata,
Dan kemewahan dapat diukir dari pasir gurun yang tandus.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun