Mohon tunggu...
Firda Fatimah
Firda Fatimah Mohon Tunggu... Tutor - Belajar

IG : @fatim_firda

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Keberhasilan Orang Lain Bukan Tolok Ukur untuk Diri Kita

27 April 2021   02:19 Diperbarui: 27 April 2021   15:00 3743
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Berbicara tentang keberhasilan, saya memiliki derajat keberhasilan versi saya sendiri. Tidak perlu muluk-muluk, beberapa hal sederhana yang saya yakini sebagai sebuah keberhasilan ini kemudian dapat menjadikan saya lebih tenang dan memperjuangkan versi terbaik diri saya sendiri.

Keberhasilan ini adalah keberhasilan jangka pendek yang dapat diupayakan setiap harinya hingga diharapkan dapat menjadi sebuah kebiasaan, terlebih untuk diri saya sendiri. Apa saja itu?

Pertama, Ketika saya berhasil menaklukkan kemalasan dan kemageran saya

Malas dan mager (malas gerak)  merupakan musuh besar kita semua. Diakui atau tidak, mager menyebabkan semua pekerjaan menjadi terbengkalai. Rasa malas sangat menghambat seseorang dalam melakukan dan mencapai sesuatu.

Malas bukan tipe orang sukses. Ilustrasi Oleh mahasiswaindonesia.id
Malas bukan tipe orang sukses. Ilustrasi Oleh mahasiswaindonesia.id

Ada banyak hal yang biasanya memunculkan rasa malas, seperti suka menunda-nunda, gaya hidup tidak tertata, lingkungan yang tidak mendukung, lelah, keragu-raguan, kurang percaya diri, motivasi rendah, hingga bingung akan melakukan apa terlebih dulu, dan lain sebagainya.

Jujur saja, menaklukkan rasa malas memang tidak mudah. Terkadang dibutuhkan banyak tenaga dan kemauan yang tinggi untuk bisa mengalahkannya.

Maka, ketika saya atau kamu sudah mampu dan sering menaklukkan rasa malas dan mager, maka selamat kita adalah orang yang berhasil. Dan orang yang sudah biasa mengalahkan kemalasan dalam dirinya, itulah ciri orang sukses. Bukan begitu?

Kedua, Ketika saya bisa merealisasikan target harian saya

Saya termasuk orang yang suka membuat target harian. Misal, hari ini saya harus menyelesaikan tugas ini, membuat itu, membaca ini, menulis itu, dan target-targer kecil lainnya. Dan saya merasa bahwa itu yang membentuk saya menjadi pribadi yang terencana dan bukan tipe manusia deadliner. Ya, walaupun itu semua masih dalam proses belajar untuk diri saya.

Ketika saya gagal melaksanakan apa yang sudah saya targetkan, di situ saya merasa gagal memanajemen diri saya sendiri. Namun, ketika saya mampu merealisasikan  target harian saya, di situ saya merasa bahwa saya berhasil mengalahkan ego saya sendiri.

Maka, untuk kamu yang telah berhasil melaksanakan target harian atau mungkin mingguan kamu, maka selamat kamu adalah orang yang berhasil.

Ketiga, Ketika saya bisa menjadi lebih baik dari hari kemarin

Saya teringat sebuah kata-kata yang kira-kira seperti ini bunyinya:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun