Mohon tunggu...
Fathurrachman Zuhdi
Fathurrachman Zuhdi Mohon Tunggu... Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga (NIM 20107030044)

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, NIM 20107030044. Sedang menempuh masa perkuliahan semester 2 di tahun ajaran 2020/2021. Akun Kompasiana ini saya buat untuk menunjang pembelajaran jurnalistik selama perkuliahan, khususnya dalam mengasah kemampuan menulis saya.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Bernapas Bersama "Ikigai", Resep Menikmati Hidup dari Jepang

7 Maret 2021   19:10 Diperbarui: 7 Maret 2021   19:37 114 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bernapas Bersama "Ikigai", Resep Menikmati Hidup dari Jepang
houseofwellness.com.au

Sabbe Satta Bhavantu Shukhitatta (Semoga semua makhluk hidup berbahagia)

-  Sidharta Gautama (Buddha)

Alam semesta tercipta sudah milyaran tahun yang lalu. Tuhan menciptakan alam semesta lalu menjadikannya sebuah tempat bagi makhluk ciptaan-Nya untuk hidup selama beberapa rentang waktu yang ditentukan. Kehidupan alam semesta dari milyaran tahun lalu hingga saat ini pastinya sudah terjadi banyak sekali perubahan, baik dari sisi alam maupun kehidupan sosialnya.

Sekarang kita sudah berada di abad ke-21, dimana teknologi dan peradaban sudah semakin maju. Kehidupan yang awalnya sangat mengandalkan alam, sekarang sudah banyak berubah menjadi buatan atau sintetis. Begitu juga dengan lingkungan sosial, zaman dahulu manusia menggunakan sistem tukar barang atau yang dikenal dengan “sistem barter”. Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada, sekarang kita sebagai makhluk sosial sudah bisa melaksanakan jual beli barang dengan menggunakan nilai tukar yaitu uang. Bahkan, kita sudah bisa membeli maupun menjual barang secara jarak jauh tanpa bertemu.

Dengan banyaknya perubahan dan perkembangan yang terjadi di dunia sekarang ini, ditambah dengan begitu banyaknya kemudahan hidup yang tersedia bukan berarti dalam kehidupan tidak ada rintangan yang dihadapi, baik itu dari internal maupun eksternal kita secara individu. Rintangan yang datang kepada kita sebagai makhluk hidup pasti ada dan akan selalu ada, dan itu bisa datang dari berbagai aspek kehidupan kita, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, hingga kepercayaan. Roy Bennet mengatakan dalam bukunya berjudul The Light in The Heart, bahwa kehidupan adalah tentang bagaimana kita menerima sebuah tantangan, memilih untuk terus bergerak maju, dan menikmati perjalanan.

Dalam artikel ini, Penulis membahas konsep hidup dari negeri sakura, Jepang, yang akan bisa sama-sama kita aplikasikan dalam hidup ini. Konsep yang dapat menjadikan manusia dapat memaknai hidupnya dengan baik sehingga tau akan tujuan dari hidup yang sedang dijalani.

Apa itu "Ikigai"?

Menurut Akihiro Hasegawa, seorang fisiolog klinis dan profesor asosiasi di Universitas Toyo Eiwa, dalam penelitiannya di tahun 2001, ia menempatkan ikigai sebagai bahasa sehari-hari di Jepang. Berdasarkan penelitiannya, ikigai mengandung dua kata, yaitu iki yang berarti hidup, dan gai yang berarti nilai. Menurutnya, ikigai berasal dari periode Heian, yaitu divisi terakhir dalam sejarah klasik Jepang. Kata gai dalam ikigai berasal dari kata kai yang dalam bahasa Jepang berarti “kulit” yang dianggap bernilai tinggi. Dari situ dapat diartikan bahwa ikigai berarti nilai dalam hidup.

Mengapa Ikigai?

Pastinya sebagai makhluk sosial, kita bertahan hidup dengan melakukan sesuatu. Tidak bisa kita hidup dengan berdiam diri di kamar hingga meninggal dunia tanpa bersosialisasi dengan makhluk lainnya. Manusia perlu sandang, papan, dan pangan. Dalam memiliki itu semua, di zaman sekarang ini kita harus bekerja agar mendapatkan uang, tidak seperti di zaman dahulu sebelum mengenal adanya nilai tukar seperti uang. Bekerja melakukan sesuatu hingga nantinya dapat menghasilkan imbalan yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan kebutuhan primer maupun sekunder adalah salah satu cara bertahan hidup.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN