Mohon tunggu...
Fathati Rizkiyani Migwa
Fathati Rizkiyani Migwa Mohon Tunggu... Guru - Guru

food, quality, sensory, analysis

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Best Practice: Praktik Pembelajaran Inovatif Pengujian Mutu Pangan

27 September 2022   18:47 Diperbarui: 27 September 2022   18:59 832
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Latar belakang masalah yang difokuskan akan diperbaiki dalam pembelajaran ini adalah sebagian besar siswa masih kesulitan menuangkan laporan hasil  praktik dalam bentuk digital dan siswa masih kebingungan atau miskonsepsi  harus membandingkannya dengan baku mutunya. Hal ini perlu ditingkatkan untuk menyiapkan lulusan sesuai dengan kompetensi yang diinginkan yaitu siap kerja. 

Oleh karena itu, praktik pembelajaran ini sangat penting untuk dibagikan karena dapat menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan sekolah, dapat menjadi alternatif solusi pembelajaran inovatif bagi mata pelajaran serupa yang memiliki permasalahan hampir sama, siswa termotivasi untuk lebih antusias dalam pembelajaran dan siswa berkontribusi lebih aktif dengan model pembelajaran inovatif ini.

Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik pembelajaran inovatif ini adalah :

  • Mendesain pembelajaran inovatif yang menarik bagi siswa
  • Menciptakan suasana kelas yang nyaman bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi dirinya
  • Memfasilitasi siswa dalam mengembangkan kompetensinya
  • Berdiskusi dengan pihak terkait hasil pembelajaran inovatif
  • Mendokumentasikan segala kegiatan rencana aksi hingga praktik pembelajaran inovatif.

Tujuan yang ingin dicapai dalam praktik pembelajaran ini adalah meningkatkan kemampuan siswa menuliskan hasil praktik dalam bentuk digital dan meningkatkan kemampuan literasi siswa (dalam membaca dan membandingkan hasil uji dengan SNI). 

Adapun tantangan dalam mencapai tujuan tersebut adalah masih ada siswa yg terkendala kuota dan rendahnya literasi menjadikan siswa kurang menguasai kompetensi yang lebih kompleks. 

Dalam praktik pembelajaran inovatif ini, terdapat beberapa pihak yang terlibat diantaranya Kepala Sekolah, Wakasek, Kaprodi, Guru, siswa, Dosen dan Guru Pamong PPG

Adapun langkah-langkah yang dilakukan guna mencapai tujuan tersebut adalah :

  • Mendesain rencana pembelajaran dengan mengkombinasikan antara model dan media pembelajaran yang dapat meningkatkan literasi, numerasi dan cara berpikir kritis peserta didik.
  • Mengkonsultasikan rencana aksi pembelajaran inovatif tersebut dengan para ahli.
  • Membuat Buku Ajar Elektronik (BAEI) dan E-LKPD  yang menarik berbasis android yang dapat diterima oleh peserta didik untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran yang mengarah pada HOTS
  • Menggunakan model pembelajaran problem based learning dan project based learning karena efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis
  • Menggunakan aplikasi yang disediakan Google, seperti google site dan google slide yang dapat diakses offline untuk menghemat kuota.
  • Mengalokasikan waktu penyelesaian tugas sesuai dengan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran agar siswa dapat menuntaskan literasinya dan mengeksplorasi hasil bacaannya.
  • Menggunakan aplikasi berbasis game untuk melaksakan evaluasi pembelajaran.

Guna melaksanakan langkah-langkah tersebut diperlukan sumber daya penunjang berupa jaringan internet, media pembelajaran (website berbasis google site),  gawai, PC/Laptop. Dampak dari langkah-langkah yang telah dilakukan adalah :

  • Memudahkan guru mengorganisir pekerjaan siswa
  • Meningkatkan semangat belajar siswa
  • Siswa jadi terdorong untuk berpikir kritis atas masalah yang diberikan
  • Kemampuan menulis laporan dalam bentuk digital siswa meningkat.
  • Kemampuan siswa dalam menyimpulkan hasil praktik dengan membandingkannya pada SNI meningkat.
  • Dalam mengerjakan praktik pengujian mutu pangan, siswa menjadi lebih terorganisir karena telah merencanakan dan menyusun apa yang akan diujikannya.
  • Metode diskusi dan presentasi dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa ketika menuangkan dan mengungkapkan pemikirannya

Siswa dan guru yang terlibat dalam praktik pembelajaran inovatif ini menunjukkan respon positif dibuktikan dengan :

  • Suasana kelas lebih hidup
  • Guru lebih mudah mengorganisir pekerjaan siswa
  • Laporan hasil pengujian mutu lebih rapi dan terstruktur

Faktor keberhasilan praktik pembelajaran inovatif ini adalah

  • Kompetensi guru dalam mengembangkan dan mendesain pembelajaran inovatif
  • Keikutsertaan siswa dalam alur pembelajaran yang direncanakan.

Berdasarkan praktik pembelajaran inovatif ini, pembelajaran dari proses yang telah dilakukan adalah

  • Membiasakan siswa dengan teknologi yang sangat berguna saat ini
  • Untuk materi tersebut problem based learning  dan project based learning dapat memberikan ruang bagi siswa mengeksplorasi potensi dirinya.
  • Ketika mencari solusi masalah yang diberikan siswa dituntut untuk membaca sehingga meningkatkan kemampuan literasinya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun