Mohon tunggu...
Fatah Baginda Gorby Siregar
Fatah Baginda Gorby Siregar Mohon Tunggu... -

-Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia - Ketua Komisi Politik Konferensi Cabang XIX GMNI Kota Medan -Ketua Lembaga Studi Elang-Rajawali Indonesia - Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU

Selanjutnya

Tutup

Politik

Gajah Mada dan Borobudur yang di Mualafkan

22 Juni 2017   15:25 Diperbarui: 22 Juni 2017   20:34 940
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Isu ini tidak terlalu menarik untuk dibahas, namun terlalu seksi untuk ditinggalkan. 

 

Mahapatih Gajahmada yang setingkat Wazir Agung itu tak akan membiarkan Dyah Pitaloka mati bunuh diri bersama para dayangnya bila ia seorang muslim. 

 

Ia akan dengan senang hati menerima tamu pasundan yang datang, karena di undang oleh sang raja. Tidak akan ada namanya Bubat.

 

Gajahmada yang kita kenal perkasa itu, biarlah menjadi Gajahmada dan tetap akan terus menjadi Gajahmada. Wajahnya yang sangar itu (sepintas mirip M. Yamin) entah sengaja atau tidak, biarlah tetap menghiasi khazanah sejarah ibu pertiwi. 

 

Jika ingin mengatasnamakan Islam, marilah populerkan Ibnu Sina, Al Khawarizmi, Piri Rheis, Ibnu Khaldun dan ilmuwan islam kontemporer lainnya. Pada saat Gajah Mada yang agung itu bersama pasukannya bergerilya menembus kerajaan di Tumasik, Al Khawarizimi telah menemukan hakikat bilangan nol. Saat Gajahmada mengobati luka yang didapatnya dari pertempuran dengan pelepah pisang, Ibnu Sina telah mempelajari sistem syaraf manusia. Saat Gajahmada memerintahkan penulisan prasasti atas keberhasilannya,  Phiri Reis sudah membuat peta bumi yang sangat detail tanpa satelit masa itu. Ketika Gajamada memerintahkan pembuatan Prasasti Singashari berikut candinya, Ibnu Khaldun telah menuliskan sejarah Filsafatpolitik dengan mukaddimahnya. Juga Al Farabi telah menemukan konsep negara ideal atau kota ideal. 

 

Lupakah kita, di saat Eropa yang sekarang hingar-bingar itu dulunya di abad pertengahan mereka gelap segelap-gelapnya!  Para ilmuwan Islam, cendekiwawan Islam memperkenalkan kembali pemikiran filsafat klasik Yunani yang dilupakan Eropa ketika itu. Pemikiran para filsuf itu dibawa kembali oleh para ilmuwan kontemporer kita dimasanya. Kembali mengingatkan Eropa, pemimiran Thales, Anaximenes, Xenophanes Hingga Socrates Plato dan Aristoteles yang terkenal itu. Barulah Eropa bangun dari dia punya tidur, bangkit dari ia punya kejatuhan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun