Mohon tunggu...
Farit pariska
Farit pariska Mohon Tunggu... Jurusan administrasi negara

Mahasiswa UIN Suska Riau

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Kepemimpinan dalam Islam

4 Desember 2019   00:25 Diperbarui: 4 Desember 2019   00:48 0 0 0 Mohon Tunggu...

Pada hakikatnya  semua manunusia adalah seorang pemimpin  ialah pemimpin bagi diri sendiri  dan setiap pemimpin akan di minta pertanggung jawaban nya atas apa yang telah di pimpinnya.  seperti kita memimpin diri kita sendiri dalam manjalankan kehidupan sehari-hari bertangung jawab atas apa yang kita lakukan di dalam kehidupan kita sendiri dan atas apa yang telah kita perbuat .
: , , , , . ( )                  
Dari Ibn Umar ra. Dari Nabi saw, beliau bersabda : " Kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian. Seorang penguasa adalah pemimpin, seorang suami adalah seorang pemimpin seluruh keluarganya, demikian pula seorang isteri adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya.Kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungtawaban atas kepemimpinan kalian".[1](HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam lingkup organisasi harus ada seorang pemimpin yang ideal , ideal dalam arti yaitu memenuhi kriteria seorang pemimpin yang dapat mempengaruhi orang lain disegani  dan di patuhi oleh bawahan nya.  Kepemimpinan dapat terjadi melalui dua bentuk, yaitu: kepemimpinan formal (formal leadership) dan kepemimpinan informal (informal leadership). Kepemimpinan formal terjadi apabila dilingkungan organisasi jabatan otoritas formal dalam organisasi tersebut diisi oleh orang-orang yang ditunjuk atau dipilih melalui proses seleksi, sedang kepemimpinan informal terjadi, di mana kedudukan pemimpin dalam suatu organisasi diisi oleh orang-orang yang muncul dan berpengaruh terhadap orang lain karena kecakapan khusus atau berbagai sumber yang dimilikinya dirasakan mampu memecahkan persoalan organisasi serta memenuhi kebutuhan dari anggota organisasi yang bersangkutan.
Moto seorang Pemimpin:
"Siap Memimpin Dan Mau Di Pimpin"
Dalam pandasngan  Islam tidak jauh berbeda dengan model kepemimpinan pada umumnya, karena prinsip-prinsip dan sistem-sistem yang digunakan terdapat beberapa kesamaan.kepemimpinan dalam islam  pertama kali dicontohkan oleh Rasulullah SAW, kepemimpinan Rasulullah tidak bisa dipisahkan dengan fungsi kehadirannya sebagai pemimpin spiritual dan masyarakat. Prinsip dasar kepemimpinan beliau adalah keteladanan. Dalam kepemimpinannya mengutamakan uswatun hasanah pemberian contoh kepada para sahabatnya yang dipimpin. Rasulullah memang memiliki kepribadian yang sangat agung  yang di berikan allah kepadanya , di dalam Al-Qur'an  disebutkan :
                                               
Artinya:  "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Raslullh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allh [al-Ahzb/33:21]
Kepemimpinan di dalam islam pada dasarnya bukanlah suatu kekuasaan  yang patut kita sombongkan bukan  pula jabatan yang patut kita banggakan dan kepemimimpinan bukan pula suatu barang atau jasa yang patut kita perjual Dari ayat di atas menunjukan bahwasanya Rasulullah memiliki kelebihan akhklak yang sangat mulia, sehingga di dalam hal memimimpin tidak dapat di ragukan lagi.memang kita tidak dapat meniru sepenuhnya namun sebgai umatnya  patut kita teladani di dalam kehidupan kita sehari-hari agar kita mendapay syafa'at nya di hari kiamat.
belikan. karna pada dasarnya kepemimpinan itu adalah suatu amanah yang di berikan allah kepada kita yang harus di jalankan dan di pertangung jawabkan di dunia maupun di akhirat, apabila kita amanah terhadap kepemimpinan yang kita jalani maka kita tidak termasuk kedalam golongan orang-orang  yang  munafik.
Hadist Dibawah menjelaskan tentang Orang-orang munafik:
--  ( )                                                                                                                                
Dari  Abu  Hurairah, bahwa Nabi  SAW  bersabda, Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia berkhianat (HR. Al- Bukhari)
Pada zaman sa'at ini banyak fenomena yang sangat sering terjadi pada lingkungan kita bahwasanya banyak orang gila akan jabatan sering terjadinya transaksi jual beli jabatan di dalam panggung politik, ini adalah bukti bahwa kurangnya kesadaran dan kejujuran kita dalam menjalankan amanah  serta rasa untuk melahirkan pemimpin  yang benar-benar  menjaga kepercayaan ummat  hingga dapat berorentasi pada kemaslahatan ummat.
Rasulallah juga mengingatkan kepada Umatnya di dalam sebuah Hadist yang berbunyi:
  : : ,   : . ( )                                                    )
  Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda: Apabila amanah disia-siakan maka tunggulah saat kehancurannya. Salah seorang sahabat bertanya:"Bagaimanakah menyia-nyiakannya, hai Rasulullah?" Rasulullah SAW menjawab: "Apabila perkara itu diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya (HR.  Bukhari)                                  
Pada hadist di atas Rasulallah mengingatkan kepada umatnya agar tidak menyia-nyiakan amanah karna akan membawa kepada kehancuran dan rusaknya suatu organisasi yang di pimpinya.  
Dari penjelasan Al Qur'an surat al-Mukminun 8-11 dan kedua Hadits di atas dapat diambil suatu benang merah bahwa dalam ajaran Islam seorang pemimpin harus mempunyai sifat amanah, karena seorang pemimpin akan diserahi tanggung jawab, jika pemimpin tidak memiliki sifat amanah, tentu yang terjadi adalah penyalahgunaan jabatan dan wewenang untuk hal-hal yang tidak baik. Oleh karena itu, kepemimpinan sebaiknya tidak dilihat sebagai fasilitas untuk menguasai, tetapi justru dimaknai sebuah pengorbanan dan amanah yang harus diemban sebaik-baiknya. Selain bersifat amanah seorang pemimpin harus mempunyai sifat yang adil. Hal tersebut ditegaskan oleh Allah dalam firmannya:
                                                                                                                                   
Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat (Q. S. al- Nisa': 58)

Dari penjelasan di atas dapat kita ambil suatu Kesimpulan bahwa Kepemimpinan adalah suatu amanah yang harus di emban  dengan sebaik-baiknya, dengan penuh tanggung  jawab   profesional  dan keadilan serta keikhlasan  dalam menjalankan amanah di iringi dengan niat hati yang tulus karena apa bila niat sudah rusak maka selanjutnya akan ikut rusak. Tanamlah nilai kejujuran di dalam diri kita karena kejujuran adalah hal yang terpenting di dalam hidup, Di dunia ini tidak kekurangan orang yang pintar akan tetatpi kekurangan orang yang jujur. Kepemimpinan bukan kesewenang-wenangan untuk bertindak Dalam mengaambil suatu Keputusan, tetapi kewenangan melayani untuk mengayomi dan berbuat seadil-adilnya. Pemimpinan adalah keteladanan dan kepeloporan dalam bertindak yang seadil-adilnya dalam menegakkan nilai-nilai keadilan.

VIDEO PILIHAN