Mohon tunggu...
FARID ALI YAFI
FARID ALI YAFI Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

Fotography, Videoghraphy, dan Travelling

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Kewajiban Menyampaikan Kebenaran Walaupun di Depan Penguasa (Takhrij Hadits An-Nasa'i)

17 September 2022   09:20 Diperbarui: 17 September 2022   09:24 439 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hukum. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Dakwah merupakan suatu kegiatan yang diwajibkan dan dibebani oleh setiap muslim. Tak sedikit bagi orang-orang terkhususnya calon da'i masih terbesit ketakutan ketika akan menyampaikan pesan dakwah kepada objek dakwah. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut biasanya tingkatan stratifikasi sosial objek dakwah atau mad'u lebih tinggi daripada pendakwah seperti menteri atau penguasa dan lembaga negara, tentunya hal ini menjadikan suatu tantangan tersendiri yang harus dilewati oleh pendakwah, berikut ini penulis mentakhrijkan suatu landasan islam yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'I sebagai pegangan oleh pendakwah dan calon-calon da'i.

  • Teks Hadits dan Terjemahnyaسنن النسائي ٤١٣٨: أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ وَضَعَ رِجْلَهُ فِي الْغَرْزِ أَيُّ الْجِهَادِ أَفْضَلُ قَالَ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِر

Artinya : Sunan Nasa'i 4138: Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Manshur, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Sufyan dari 'Alqamah bin Martsad dari Thariq bin Syihab bahwa seorang laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan ia telah meletakkan kakinya di batang kayu yang ditancapkan di tanah: jihad apakah yang paling utama? Beliau bersabda: "Perkataan yang benar dihadapan penguasa yang zhalim."

 

  • Profil Perawi Hadits

Untuk mempermudah pendeskripsian sanad hadis, berikut profil serta komentar beberapa ulama atas perindividual perawi hadits ini.

  • Thariq bin Syihab bin Abdu Syams bin Hilal bin Salamah bin 'Auf

Nama kunyah beliau Abu Abdullah, berasal dari kalangan Sahabat. Beliau lahir dan wafat di Kufah 82 H. Nasab beliau yaitu Al Bajalily Al Ahmasy. Periwayatan hadits beliau meliputi: 17 hadits dalam Shahih Bukhari, 8 hadits dalam Shahih Muslim, 4 hadits dalam Sunan Abu Daud, 5 hadits dalam Sunan Tirmidzi, 8 hadits dalam Sunan Nasa'i, 3 hadits dalam Sunan Ibnu Majah, 37 hadits dalam Musnad Ahmad dan 2 hadits dalam Sunan Darimi. Komentar ulama terhadap beliau tidak diragukan dikarenakan beliau berasal dari kalangan sahabat.

  • Alqamah bin Martsad

Nama kunyah beliau Abu Al-Harits, berasal dari kalangan Tabi'in yang tidak menjumpai sahabat. Beliau lahir dan wafat di Kfah 61 H. Nasab beliau yaitu Al Hadlramiy. Periwayatan hadits beliau meliputi: 4 hadits dalam Shahih Bukhori, 16 hadits dalam Shahih Muslim, 14 hadits dalam Tirmidzi, 9  hadits dalam Sunan Abu Daud, 12 hadits dalam Sunan Nasa'i, 13 hadits dalam Sunan Ibnu Majah, 7 hadits dalam Darimi, 52 hadits dalam Sunan Ahmad. Komentar ulama terhadap beliau dalam periwayatan hadits: Tsiqah (Ibnu Hajar), Tsiqah (Adz-Dzahabi), Tsiqah (Ahmad bin Hambal), Tsiqah (An-Nasa'i), 'Ats-Tsiqat (Ibnu Hibban).

  • Sufyan bin Sa'id bin Masruq

Nama kunyah beliau adalah Abu 'Abdullah, berasal dari kalangan Tabi'it Tabi'in dari kalangan tua, beliau hidup di Kufah dan wafat di Bashrah 161 H. nasab beliau yaitu AtsTasuriy. Periwayatan hadits beliau meliputi: 353 hadits dalam Shahih Bukhori, 235 hadits dalam Shahih muslim, 348 hadits dalam Tirmidzi, 247 hadits dalam Sunan Abu Daud, 315 hadits dalam Sunan An-Nasa'i, 215 hadits dalam Sunan Ibn Majah, 274 hadits dalam Darimi, 1626 hadts dalam Sunan Ahmad. Komentar ulama terhadap beliau dari segi periwayatan hadits yaitu: Tsiqah (Malik bin Anas), Tsiqah (Yahya bin Ma'in), Huffadz Mutqin (Ibnu Hibban), Tsiqah Hafidz Faqih, Abid, Imam, Hujjah (Ibnu Hajar Al-'Asqolani) dan Imam (Adz-Dzahabi).

  • Abdur Rahman bin Mahdiy bin Hassan bin 'Abdur Rahman

Nama kunyah beliau adalah Abu Sa'id berasal dari kalangan Tabi'it Tabi'in kalangan biasa, beliau menghabiskan semasa hidupnya di Bashrah 198 H. Nasab belaiu Al-'Anbariy Al-Lu'lu'iy. Periwayatan hadits beliau meliputi: 41 hadits dalam Shahih Bukhari, 154 hadits dalam Shahih Muslim, 121 hadits dalam Sunan Tirmidzi, 42 hadits dalam Sunan Abu Daud, 170 hadits dalam Sunan Nasa'I, 74 hadits dalam Sunan Ibn Majah, 7 hadits dalam Sunan Darimi, 1082 hadits dalam Sunan Ahmad. Komentar ulama terhadap belaiu dalam segi perowian hadits yaitu: Ats-Tsiqat (Ibnu Hibban), Hafidz (Ahmad bin Hambal), A'lamun naas (Ibnul Madini), Tsiqah (Ibnu Sa'd), Tsiqah Imam (Ibn Hajar Al-Asqalani), Hafidz (Adz-Dzahabi).

  • Ishaq bin Manshur bin Bahram

Nama kunyah belaiu adalah Abu Ya'qub, memiliki laqob  atau gelar Al-Kawsaj. Beliau berasal dari kalangan tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, beliau dilahirkan di Himsh dan wafat di Nihawand 251 H. Nasab belaiu yakni At-Tamimiy. Periwayatan hadits beliau meliputi: 78 hadits dalam Shahih Bukhari, 94 hadits dalam Shahih Muslim, 52 hadits dalam Tirmidzi, 59 hadits dalam Sunan Nas'i, 42 hadits dalam Sunan Ibn Majah, 15 hadits dalam Ahmad. Komentar ulama terhadap beliau dalam segi periwayatan hadits yaitu: Tsiqah Ma'mun (Muslim), Tsiqah Tsabat (An-Nasa'i), Tsiqha Tsabat (Ibn Hajar Al-Asqolani), Shaduuq (Abu Hatim), 'Ats-Tsiqaat (Ibnu Hibban), 'ats-Tsiqat (Ibn Syahin), dan Alhafidz (Adz-Dzahabi).

  • Hadits Serupa

Hadits serupa ini merupakan hadits penunjang dari hadits aslinya, dikarenakan ketika nabi memberikan fatwa atau pelajaran tidak semata-mata semua sahabat dapat berkumpul menyaksikan dalam satu waktu, dalam hadits serupa ini akan terdapat suatu perbedaan baik dari lafadz matan hadits atau sahabatnya. Berikut beberpa hadits serupa, diantaranya:

  • Sunan Abu Daud 3781

سنن أبي داوود ٣٧٨١: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَادَةَ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ هَارُونَ أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جُحَادَةَ عَنْ عَطِيَّةَ الْعَوْفِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ أَوْ أَمِيرٍ جَائِرٍ

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan