Mohon tunggu...
farah karsetia
farah karsetia Mohon Tunggu... Berbagi informasi dan sudut pandang

Belajar Menulis. Jadi kritikan dan komentar anda sangat berguna untuk saya. Terimakasih :D

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

DonasiKU, ke Mana Alirannya?

27 Mei 2019   03:48 Diperbarui: 28 Mei 2019   09:41 0 12 5 Mohon Tunggu...
DonasiKU, ke Mana Alirannya?
dok. Alfamart

Dalam rutinitas pemenuhan kebutuhan kita, tak jarang kita membeli berbagai kebutuhan tersebut di supermarket-supermarket. Salah satu supermarket yang cukup dekat dengan masyarakat yaitu Alfamart. Sejak 2015, Alfamart mengalakkan program DonasiKu yang menghimpun dana dari konsumen berupa uang kembalian. Namun hal ini ternyata membuat tak sedikit masyarakat merasa resah.

Hingga pada tahun ini, keresahan masyakat kian tak kunjung reda. Masyarakat merasa adanya ketidaktransparan mengenai aliran donasi yang digalakkan oleh Alfamart dengan program Donasiku. Banyak masyarakat yang tidak tahu harus kemana mencari informasi mengenai hal tersebut. Ditambah lagi, jumlah donasi yang kecil membuat masyarakat enggan untuk menanyakan kemana aliran donasi yang mereka berikan.

Selain itu, secara tidak langsung donasi uang kembalian membuat konsumen merasa dirugikan karena konsumen tidak diperbolehkan mengurangi harga pada transaksi pembayaran berapapun nominalnya. Sedangkan, pihak Alfamart meminta uang kembalian untuk didonasikan. Meskipun pihak Alfamart terlebih dahulu meminta izin untuk didonasikan, namun banyak konsumen yang merasa tidak enak untuk menolak permintaan tersebut.

Pada tahun 2017 yang lalu, sempat terdapat gugatan kepada minimarket Alfamart yang dilakukan oleh salah satu konsumen yang bernama Mustolih, beliau membawa kasus tersebut sampai ke meja hijau dengan tujuan untuk menuntut minimarket Alfamart untuk menjelaskan kemana mengalirnya dana sedekah kembalian tersebut. 

Namun pihak minimarket Almafart keberatan terhadap gugatan Mustolih berdasarkan salinan surat gugatan yang ditujukan Mustolih, Yusril Ihza Mahendra selaku kuasa hukum Alfamart menggugat Mustolih dan KIP ke Pengadilan Negeri Tangerang karena keberatan atas keputusan yang diumumkan pada 19 Desember 2016.

Menurut pihak Alfamart, Mustolih bukan meminta transparansi melainkan meminta AD/ART, SOP, MoU antara Alfamart dan yayasan yang dikemas dalam 11 dokumen. Menurut pihak Alfamart, transparansi sudah dilakukan dengan cara mempublikasi melalui media massa. Hal ini sesuai dengan SK Menteri yang hanya mengatakan penyelenggara atau penghimpun dana itu wajib mempublikasi di media.

Namun masyarakat menilai masih kurang adanya transparansi jika hanya publikasi melalui media massa. Ditambah lagi, informasi dari media tersebut berisi bekerja sama dengan yayasan apa, jumlah hasil pengumpulan donasi, dan dibelikan apa saja. Masyarakat ingin informasi yang lebih spesifik dari itu.

Konsumen yang Ingin Tahu tapi Enggan Mencari Tahu

Konsumen Alfamart hampir selalu dimintai untuk berdonasi untuk program DonasiKu. Meskipun ketika proses pegembalian selalu diberikan pertanyaan mengenai permintaan donasi terlebih dahulu, namun konsumen seperti Ghania dan Nandya merasa enggan untuk menolaknya. "Iya kayak gaada pilihan mau apa engga. Gaenak nolaknya juga", ujar Ghania yang merupakan seorang mahasiswa.

Sementara Nandya bercerita, jika dia tidak memberi donasi tersbut pihak kasir akan berkata, "Maaf kak, tidak ada kembaliannya". Secara tidak langsung, terdapat masyarakat yang merasa dirugikan

Namun disisi lain, ada masyarakat yang menyambut DonasiKu secara positif dengan beranggapan bahwa donasi kembalian yang mereka berikan itu dipergunakan untuk yang membutuhkan. Selain itu, beberapa orang ini tidak mempersalahkan hal tersebut karena nominal kembalian juga terbilang kecil. 

Namun, mereka juga berpikir bahwa walaupun jumlah donasi yang mereka berikan itu kecil, tetapi jika dihimpun oleh seluruh Alfamart yang ada di Indonesia itu akan berjumlah sangat besar.

Berangkat dari uang kembalian yang bernominal kecil akan terhimpun dengan jumlah yang banyak, membuat masyarakat ingin mengetahui masalah aliran uang donasi kembalian Alfamart yang mereka berikan. Masyarakat merasa kurangnya informasi dan transparansi proses serta tujuan dari dana donasi tersebut dari pihak Alfamart.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa konsumen tidak memiliki inisiatif yang tinggi dalam mencari keingintahuannya. Misalnya seperti Kiki yang merupakan mahasiswa, ia enggan untuk menanyakan perihal aliran donasi tersebut karena merasa malu kepada pihak Alfamart terutama kasir. Tak sedikit para donatur yang berasal dari konsumen ini pun tak sering mencari informasi mengenai aliran donasi tersebut di internet maupun media massa. Sehingga, publikasi yang dilakukan Alfamart kurang efektif karena banyak masyarakat yang tidak megakses informasi tersebut.

Pegawai Alfamart: Kami Menawarkan Donasi Sesuai Sistem di Komputer

Pada hari Jum'at, 15 Maret 2019. Kami bersama-sama untuk mendapatkan informasi yang kita perlukan di Alfamidi cabang Pondok Labu (Belakang UPN). Pada saat itu kita langsung diarahkan untuk menemui kepala toko Alfamidi yaitu Mba Evi. Kami menanyakan beberapa pertanyaan kepada Mba Evi untuk mendapatkan beberapa informasi yang sesuai dengan topic yang kita bahas. 

Mba Evi menuturkan bahwa di Alfamidi cabang Pondok Labu (Belakang UPN) ini masih dilakukannya program "Donasi Kembalian Lazismu". Program tersebut berisi meminta donasi kembalian dari konsumen Alfamidi untuk didonasikan kepada suatu yayasan. Ia juga menerangkan mengenai prosedur yang dilakukan di Alfamidi tersebut.

Ia menjelaskan misal ada kembalian sebesar Rp 1.100, nanti sistem akan terbaca otomatis untuk permintaan program donasi, lalu nanti pihak kasir akan menanyakan kepada konsumen untuk ketersediaan untuk Rp 100 untuk di donasikan melalui kembalian tersebut.

Mba Evi juga menuturkan bahwa donasi yang terbaca sistem yaitu besarannya mulai Rp 100-400. Ia juga menuturkan bahwa hasil dari donasi tersebut langsung ke input ke sistem pusat, sehingga ia tak tau pasti untuk jumlah total program donasi tersebut. Lalu Mba Evi menjelaskan mengenai proses penyampaian donasi tersebut kepada Lazismu, ia menjelaskan bahwa sepengetahuan ia ketika training, bahwa total jumlah donasi itu ditampung dahulu di pusat, lalu di berikan langsung kepada Lazismu. 

Mba Evi pun ketika ditanya mengenai tanggapan program donasi tersebut, ia menuturkan secara positif yaitu kita secara langsung berdonasi walaupun dengan jumlah kembalian. Ia juga menjelaskan bahwa tak bisa dipungkiri ada beberapa konsumen yang melakukan penolakan terhadap program kembalian donasi tersebut, namun ia juga bercerita bahwa selama ia beradai di Alfamidi Pondok Labu (Belakang UPN) ini para konsumen menyambut secara positif mengenai program donasi kembalian tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4