Mohon tunggu...
Fajar Novriansyah
Fajar Novriansyah Mohon Tunggu... Administrasi - Pekerja biasa

sesungguhnya kekayaan Allah itu nyata, mari menulis lagi, makin banyak baca makin banyak tahu,

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Titik Temu

26 Juni 2022   15:38 Diperbarui: 26 Juni 2022   15:59 135 40 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

aku memburu tawamu, yang renyah dan kriuk

berharap itu tercipta dari lelucon yang kusampaikan

seperti aku ingin memiliki senyummu yang manis

setelah rupa rupa merah muda penuh di ucapanku

seperti rona merah yang juga kemudian hadir di pipimu

entah kita akan jadi cabai dan garam dalam cobek 

atau asam garam yang berjumpa dalam belanga

.

.

kita adalah dua insah yang berjodoh untuk temu

pada titik persimpangan yang tak pernah kita duga

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan