Mohon tunggu...
Fajar Novriansyah
Fajar Novriansyah Mohon Tunggu... Administrasi - Pekerja biasa

Pekerja Purna Waktu Sebagai Staf Adminitrasi di Perusahaan Operator SPBU Swasta berlogo kerang kuning. Menikmati suka duka bertransportasi umum, Karena disetiap langkah kan ada jalan, dimana perjalanan kan temui banyak cerita. S1 Manajemen Universitas Terbuka 2014

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Artikel Utama

KRL Vs Penggunanya, Tentu Kita Kalah Telak

23 Januari 2022   16:40 Diperbarui: 25 Januari 2022   12:38 3313
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tapi yakinlah semua perubahan semenjak PT Kereta Commuter Indonesia mengambil alih sebagai transportasi umum sedemikian berusaha untuk lebih baik. Agak kurang simpati memang jika harus dinaikan saat-saat pandemi yang masih berlarut-larut. Tapi apa daya, semua juga memang harus mengalami hal ini. 

dokrpi
dokrpi
Harga BBM saja sudah tidak ketulung naik turun, bahkan angkot saja rasanya sudah tidak ada lagi tuh di seputaran Jabodetabek Rp 4.000, kecuali yang naik Jak Lingko, sepertinya masih Rp 3.500 jauh dekat.

Di Kelapa Dua Tangerang, jika saya hendak Ke Lippo Karawaci setelah jalan kaki dari Pakulonan Barat sampai jalan besar, saya mesti naik angkot dengan membayar Rp 5.000. Jika naik ojek online berkisar Rp 15.000, secara teori dan kenyataan jalur tempuhnya sudah 4 KM.

Alhamdulillah itu dekat, apa kabar dengan Kota kota Penyokong Jakarta, tempat di mana para pekerja migran tinggal, ngontrak rumah, cicil rumah, dan penguninya harus pergi bekerja ke Jakarta pulang pergi tiap harinya? 

Saya yakin butuh lebih 4 km jaraknya. Yang dari Bekasi, Bogor, Depok, Kota Tangerang, Tangerang selatan, Tangerang kabupaten bahkan Rangkas Bitung serta Cikarang, mau naik bus kemacetan? Apakah ada bus yang tak perlu transit lagi? Apakah perlu pakai motor saja? 

Kenaikan harga dasar versus pengguna yang protes tentu saja akan kalah, karena KRL memiliki segudang kelebihan yang tidak bisa ditolak. 

KRL adalah pilihan transportasi bijak yang tentunya dapat menghubungkan tiga provinsi secara langsung dan 5 kota di Jakarta itu sendiri, serta 5 kota lain juga 4 kabupaten di Jawa Barat dan Banten. 

Ada 105 stasiun dengan total rute sepanjang kurang lebih 540 km, secara jalur rel dan beberapa di antara stasiunnya terhubung langsung dengan metode transportasi lain semodel Transjakarta, Damri, hingga terminal dan stasiun MRT. 

KRL (Dokumentasi pribadi)
KRL (Dokumentasi pribadi)

Untuk kenaikan tarif sebesar Rp 2.000 yang mana adalah tarif dasar pada perjalanan KRL sejauh 25 km pertama, selanjutnya untuk 10 km berikutnya akan tetap dikenakan tarif sebesar Rp 1.000 seperti sekarang ini. Jadi apakah beban banget? 

Sepertinya tidak, tarif KRL yang berlaku sekarang jika tidak salah ingat sudah berjalan dari tahun 2010 sekitar bulan Oktober, yang awalnya juga ditolak, tapi mending mana, tahun 2010 dan tahun ini?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun