Mohon tunggu...
Ekonomi Artikel Utama

Dari Limbah Menghasilkan Pendapatan yang Luar Biasa

1 April 2017   10:22 Diperbarui: 2 April 2017   19:10 1518 3 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dari Limbah Menghasilkan Pendapatan yang Luar Biasa
Rahman merapihkan meja lipat usahanya| Dok pri

Berwirausaha menjadi salah satu pilihan bagi sebagian orang yang sulit mendapatkan pekerjaan idaman. Tidak hanya bermodal keberanian berkresi, namun keahlian dalam mengelola usaha menjadi kunci keberhasilan berwirausaha. Berbagai macam jenis usaha Industri kayu rumahan menjadi salah satu pilihan masyarakat Bojong Gede.

Terletak di Kampung Waringin Jaya RT 01/RW 03, Desa Waringin Jaya Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Abdurrahman Nasution, atau biasa dipanggil Rahman membangun usaha di bidang Industri pembuatan meja belajar lipat dari kayu sejak 2012. Berawal dari usaha milik pribadi tanpa bantuan pemerintah, Rahman menjual meja belajar kayu dari tangan ke tangan. Para distributor datang ke tempat Rahman untuk menjual kembali meja belajar lipat ini. Meja belajar lipat ini sudah dijual hingga luar Jawa barat, bahkan hingga ke seluruh Indonesia.

meja belajar siap untuk diktrim ke distributor| Dok pri
meja belajar siap untuk diktrim ke distributor| Dok pri
Rahman mengaku usaha ini cukup menjanjikan untuk menghidupi keluarganya, “Kalau menurut saya, saya cukup puas berwirausaha meja belajar lipat ini.” Tutur lelaki yang berasal dari medan, Sumatra Utara. Tidak hanya cukup menghidupi keluarganya, empat warga desa Waringin Jaya menjadi tenaga kerja pembuat meja belajar lipat ini. Para pengrajin bekerja dari pagi hingga larut malam selama 5 hari dalam seminggu. Mereka membuat berpuluh meja belajar lipat yang menarik untuk dijual kepada distributor.

Berbagai macam jenis kayu berkualitas tinggi dipilih Rahman untuk menjadi bahan baku pembuatan meja belajar lipat ini. Motif dan warna yang lucu juga menjadi daya tarik meja belajar yang biasa dipakai anak-anak untuk belajar.

Pembuatan meja belajar lipat ini membutuhkan bahan dari papan kayu, baut, kayu reng dan beberapa alat seperti mesin bor, gergaji, pengukur siku, meteran dan juga ampelas. Dimulai dengan memotong kayu reng sesuai ukuran, lalu membuat penyangga dan palang tengah untuk menopang meja, dan buatlah beberapa lubang untuk meletakkan baut, lalu pasang papan kayu. Sentuhan terakhir, ampelas dan hias meja belajar agar terlihat menarik.

Selama 5 tahun, Rahman menggeluti usaha ini secara bertahap dan memiliki manajemen resiko yang harus diperhitungkan, hal ini bertujuan untuk mengurangi kendala dan kerugian yang akan dialami. Dari ilmu ekonomi yang dipelajarinya, ia berusaha menerapkan agar usahanya bisa terus berkembang dan menjadi investasi untuk anak dan cucunya.

VIDEO PILIHAN