Mohon tunggu...
Fadhilah Mursyid
Fadhilah Mursyid Mohon Tunggu... Mahasiswa

Masih Belajar mohon berkenan memberikan saran jika ada salah

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Gadget Jadi Teman Anak di Kala Pandemi, Orangtua Harus Apa?

20 Januari 2021   17:24 Diperbarui: 20 Januari 2021   17:34 50 3 0 Mohon Tunggu...

Oleh: Fadhilah Mursyid

NIM: 20105050083

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Gadget merupakan teknologi yang selalu menemani kita dimanapun dan kapanpun kita berada pasti tangan ini selalu mengenggamnya, apalagi pada masa pandemi seperti sekarang ini dimana kita diharuskan untuk membatasi diri berinteraksi secara langsung dengan orang lain, bahkan dengan tetangga yang hanya berbeda satu rumah saja. Kemudahan teknologi yang ditawarkan dalam satu genggaman ini menarik perhatian dari berbagai kalangan dari orang tua hingga anak-anak. Kondisi masyarakat saat ini yang diharuskan untuk tetap berada di rumah mengakibatkan meningkatnya stres sehingga masyarakatpun membutuhkan strategi coping stress untuk tetap sehat secara mental meskipun mengalami keterbatasan ruang gerak. Seperti yang dilansir pada laman Sindo news.com didapatkan data hasil survei penilaian cepat yang dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 (BNPB, 2020) menunjukkan bahwa 47% anak Indonesia merasa bosan di rumah, 35% merasa khawatir ketinggalan pelajaran, 15% anak merasa tidak aman, 20% anak merindukan teman-temannya, dan 10% anak merasa khawatir tentang kondisi ekonomi keluarga. Sehingga dapat diketahui bahwa stres juga dapat menyerang anak-anak dimasa pandemi ini. Akibatnya tak jarang orang tua memberikan anak mereka gadget dengan dalih sebagai media pembelajaran daring maupun sebagai teman bermain saat berada di rumah saja. Namun, tepatkah pemberian gadget sebagai solusi atas penanganan stres akibat pandemi? Perlukah orang tua melakukan pengawasan terhadap penggunaan gadget pada anak?.

Pada kenyataannya terdapat beberapa dampak yang menyerang anak apabila terlalu sering bermain gadget. Pada aspek fisik dan psikomotorik anak contohnya, perilaku yang muncul yakni adanya gangguan kesehatan fisik, seperti sakti mata, sakit kepala, gangguan keseimbangan, obesitas, dan gangguan tidur (insomnia). Meskipun sebenarnya para orang tua masih ragu dalam memutuskan apakah itu benar-benar karena gadget atau bukan, namun faktanya mereka menemukan gejala tersebut telah dialami oleh anaknya (Eka Damayanti, dkk 2020 : 9). Selain itu pemakaian gadget yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit karena efek radiasi yang diterima anak sudah terlalu berlebihan seperti munculnya gangguan pendengaran, gangguan pengelihatan, membuat seseorang susah tidur, dan yang paling parahnya lagi dapat memicu kanker karena kelebihan radiasi.

Selain berdampak pada keseimbangan fisik anak, gadget juga memiliki pengaruh yang buruk terhadap perkembangan psikologis mereka, terutama aspek pertumbuhan emosi dan perkembangan moral (Syifa dkk, 2019:543). Dalam pertumbuhanemosi, anak yang menggunakan gadget menjadi mudah marah, suka membangkan, menirukan tingkah laku dalam gadget serta berbicara sendiri pada gadget. Sedangkan pengaruhnya pada perkembangan moral, berdampak pada kedisiplinan, anak menjadi malas melakukan apapun, meninggalkan kewajiban untuk beribadah, dan berkurangnya waktu belajar akibat terlalu sering bermain game dan menonton konten video youtube. Tak dipungkiri pula bahwa gadget juga dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak seperti membaca, matematika (berhitung), dan pemecahan masalah Handrianto (2013, dalam Juliadi, 2018).

Pada dasarnya dampak yang diberikan gadget baik itu negatif maupun positif sebenarnya kembali kepada diri masing-masing. Jika melakukan pemakaian yang wajar atau hanya sesuai kebutuhan maka efek negatif yang diberikan tentu saja tidaklah terlalu berdampak pada anak, dan begitu pula sebaliknya. Maka dari itu perlu adanya manajemen waktu dan frekuensi dalam pemakaiannya yang pada dasarnya sulit untuk diterapkan oleh anak-anak. Oleh karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengatur pola pemakaian gadget terhadap anak-anak mereka.

Orang tua diharapkan memiliki sebuah cara supaya buah hati mereka tidak berpotensi kecanduan gadget. Lantas bagaiman cara yang efektif agar si anak mau berpaling dari gadget mereka? Maka berikut ini beberapa strategi supaya anak tidak kecanduan bermain gadget:

1.Temtukan durasi anak dalam bermain gadget

Dilansir dari The New York Times, memberikan jadwal penggunaan gadget pada anak bisa diterapkan untuk membatasi penggunaan gadget pada anak. Pertama, orang tua bisa membuat jadwal kapan si anak boleh bermain gadget dan kapan ia dilarang menyentuhnya.

2.Jangan berikan akses penuh

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN