Mohon tunggu...
Fadh Ahmad Arifan
Fadh Ahmad Arifan Mohon Tunggu... Penulis

Alumnus MAN 2 kota Malang, Penggemar One Piece dan One Punch Man

Selanjutnya

Tutup

Karir

Jejak Pekerjaan Anak-anak BJ Habibie

29 September 2020   11:56 Diperbarui: 29 September 2020   12:01 149 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jejak Pekerjaan Anak-anak BJ Habibie
Foto: kapanlagi.com

Ketua Dewan Pembina Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek) Ilham Habibie mengatakan perlunya transformasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia dengan sentuhan teknologi sehingga makin mengembangkan kapasitas bisnis mereka.

"Bagaimana kita mentransformasikan UMKM yang sudah berjalan saat ini menjadi teknopreneur," kata Ilham dalam acara penandatangan Nota Kesepahaman antara Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional dengan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia tentang Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan yang ditayangkan virtual, Jakarta, Senin.

Ilham menuturkan sebagaimana diwartakan laman Antaranews.com (28/9/2020), kurang lebih 15 persen perusahaan-perusahaan UMKM saat ini yang sudah melek teknologi atau digital, padahal mayoritas penggerak ekonomi Indonesia adalah UMKM, dengan persentase mencapai 99 persen. Oleh karenanya, perlu dilakukan penguatan terhadap UMKM yang sudah berjalan sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.

Ilham, anak pertama BJ Habibie dan Hasri Ainun besari. Ia lahir di Jerman pada 1963. Di negara itu, ilham menekuni bidang yang sama dengan ayahandanya. Bedanya, tahun 2003 ilham menggenggam gelar MBA Chicago Booth School of Business Singapore. 

Sebagian pembaca pasti bertanya-tanya, "Mas ilham kerja apa sih?", Ilham tercatat pernah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Dalam majalah Gatra edisi 28 Juni 1996 dan edisi 8 Juli 1996, Ilham langsung mendapat pangkat Pembina Utama Muda-IV/c, bukan pangkat III/a. Di IPTN, Ilham menjabat Wakil Kepala Program N-2130. Pangkat istimewa yang diperoleh ilham memicu nada keberatan dalam arti mempertanyakan keabsahannya.

Rubrik majalah Gatra berjudul "Harapan setelah Perampingan" (edisi 7 April 1997) menyebut, sejak 1 April 1997, jabatan baru ilham Habibie adalah Direktur Fixed Wing, yaitu bagian yang mengembangkan pesawat bersayap tetap, seperti CN-235, N-250, dan N- 2130. Akan tetapi pada Juni 2001, setelah Ilham mengabdi di PT Dirgantara Indonesia (dulu IPTN) selama tujuh tahun, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Komersial PT Dirgantara Indonesia.

Jejak ilham bukan hanya di bidang Aeronautika. Berdasar Keppres No.1 Tahun 2014, Ilham ditunjuk sebagai Ketua pelaksana harian, Dewan TIK Nasional (Wantiknas). Selain itu, Ilham juga merambah dunia perbankan. Menurut ulasan majalah Tempo edisi 28 April 2019, Ilham habibie dan SSG perusahaan investasi asal Hongkong mendirikan Al Falah investment. Konsorsium itu membeli 50,3 persen saham Bank Muamalat, bank syariah pertama di Indonesia. Di PT Bank Muamalat indonesia, bukan sekedar beli saham, tetapi ilham ingin membereskan persoalan di sana.

Tak berhenti disitu, jejak ilham Habibie masih ada lagi. Berdasar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (29/5/2019). Rapat memutuskan mengangkat Ilham Akbar Habibie sebagai komisaris independen baru menggantikan Raden Mas Djoko Setiotomo.

Lalu bagaimana dengan riwayat hidup Thareq kemal habibie? Pria yang memakai penutup mata seperti Nick fury dalam sekuel film Avengers ini tidak setenar ilham. Thareq menempuh kuliah di jurusan teknik sipil, Technical University of Braunschweig, Jerman. Jika ilham diangkat menjadi PNS, maka Thareq memilih jalan sebagai wirausahawan. Di zaman Orde baru tercatat menggandeng Nokia (Finlandia) ikut tender PCS (Personal Communication System). 

Kala itu, Thareq juga menjabat wakil direktur di PT Prodin (Produksi Indonesia). Dalam pewartaan Majalah Gatra edisi 18 Agustus 1996, posisi itu, katanya, didapatnya bukan dari ayahnya, B.J. Habibie, melainkan dari Direktur Utama Prodin, Adi Sugandhi. Lewat lembaga yang bergerak di bidang promosi itu pula Thareq akhirnya terpilih menjadi Ketua Pelaksana Indonesia Air Show 96, salah satu pameran dirgantara yang sukses.

Rekam jejak pekerjaan Thareq terendus lagi dalam pewartaan majalah Tempo edisi 11 Agustus 2003, Thareq mengendalikan Repindo, sebuah biro engineering. Untuk mengurus kliennya yang tersebar di berbagai negara, ia mesti keliling dunia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x