Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Guru - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Aku dan Angin (Bagian 11)

5 November 2022   09:01 Diperbarui: 5 November 2022   09:07 118
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saudara nafas,

Titik hening telah berlalu

Dan dalam waktu, dirimu telah melebur

Kembali menjadi angin

Lalu dirimu merangkak pergi

Membelah lembah dengan lembut

Mengikuti aliran sungai

Samudera maha luas menjemputmu bagai menyambut dewa

Membiarkan dirinya dibujuk dan dicium

Lantas seijin Saumudera maha dahsyat diciumlah olehmu air asin

Disambut dengan senyuman manis planton-planton

Engkau masuk lebih dalam pada palungan hati samudra

Membawa kehidupan kepada biota laut

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun