Mohon tunggu...
Evaristus Cahya
Evaristus Cahya Mohon Tunggu... Guru - Menulis bagian dari hobiku.

Belajar kapan saja, di tempat manapun juga, dan sepanjang hayat.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mendahulukan Orang Lain

3 Juni 2021   08:46 Diperbarui: 3 Juni 2021   09:04 288
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sewaktu saya bertugas di Pilipina (Quezon City), saya pergi ke kantor imigrasi di Manila City, untuk urusan izin tinggal di negara tersebut. Perjalanan ditempuh kurang lebih 1 jam dengan naik bus  sekali perjalanan  dan naik jeepney (mikrolet) sekali juga. Urusan ini harus dilakukan beberapa kali selama beberapa hari. Satu hari dalam perjalanan saya mengalami beberapa kali peristiwa yang langka dilakukan di Indonesia, yaitu di dalam bus yang saya tumpangi, seorang pemuda memberikan tempat duduk bagi yang dianggap lebih tua, atau lemah (orang cacat, ibu hamil dan anak kecil dan lain).

Hari ini, penumpang bus sangat padat, beruntung masih ada 1 kursi untuk saya. Sampai di tempat perhentian bus berikutnya, ada seorang nenek masuk ke dalam bus, tetapi sudah tidak ada tempat duduk baginya. Tiba-tiba, seorang pemuda berdiri dan mempersilakan nenek itu duduk di tempat duduknya. Pemuda tersebut memilih berdiri. Saya sungguh kagum dibuatnya, karena peristiwa semacam ini jarang saya temui di negaraku.

Hari berikutnya saya ke kantor imigrasi lagi, naik bus dan kali ini saya benar-benar tidak mendapat tempat duduk. Penumpang padat sekali. Tiba-tiba saya disentuh seorang gadis dan dia mempersilakan saya duduk di tempat duduknya dan dia berdiri. Saya terharu, oleh sikapnya yang baik dan sopan. Peristiwa ini sering saya jumpai di negara ini. Hingga saya bertanya dalam hati, mengapa ini jarang terjadi di negaraku sendiri? Nampaknya sikap dan perilaku mendahulukan orang lain yang lemah ini sudah menjadi budaya di negara ini.

Ini, saya ada inspirasi untuk melatih kepekaan ini di sekolah saya agar para warga sekolah di SMP Stella Matutina juga memiliki jiwa dan akhlak yang mulia seperti itu.

Memberi tempat duduk bagi orang lain terutama yang sudah tua atau orang yang tidak sempurna secara fisik di bus, kereta api, angkot, di tempat duduk umum, tidaklah mudah untuk zaman sekarang. Orang muda tidak (kurang) peduli lagi terhadap orang tua yang berdiri lama di depannya. Rasa iba dan jiwa yang murah hati sama sekali tumpul apalagi bertumbuh.

Orang tidak peka pada situasi lingkungannya yang membutuhkan pertolongan. Ini sangat memprihatinkan. Karena sejak kecil anak tidak diajari oleh orang tua. Dengan keprihatinan ini, SMP Stella Matutina Salatiga mau melatih warganya untuk memiliki perilaku mendahulukan orang lain terlebih yang lebih tua dan yang lemah atau cacat.

Melatih mendahulukan orang lain daripada kepentinganku adalah salah satu dari pembentukan akhlak mulia yang berkarakter yang bisa menjadi budaya di SMP Stella Matutina Salatiga. Para warga di sekolah dibentuk karakternya sehingga memiliki perasaan yang baik, murah hati, sabar dan rasa iba terhadap orang lain. Beberapa contoh latihan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Sebelum masuk kelas/ toilet/ ruang kantor/ pintu gerbang sekolah: siswa diajarkan untuk memberikan perhatian dengan memberikan kesempatan orang lain masuk lebih dahulu, supaya tidak berdesak-desakan.

Sebelum duduk di bangku kelas, gang antara meja yang satu dengan yang lain di dalam kelas, hanya bisa dilewati satu orang. Apabila sedang berpapasan dengan arah berlawanan, maka siswa dilatih untuk mengalah, memberi kesempatan orang untuk lewat lebih dahulu.

Saat berpapasan di jalan. Siswa dilatih untuk berhenti sejenak dan memberikan kesempatan orang lain terlebih dahulu lewat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun